
"Udah?" tanya Arel saat melihat Lichyia keluar dari restaurant dan berjalan menghampiri nya
"Udah"
Arel dan Lichyia masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah setelah capek menghabiskan waktu di pantai tadi
Lima belas menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah. Lichyia melirik jam tangannya dan waktu masih menunjukkan pukul tiga sore
"Mas" panggil Lichyia membuat Arel yang hendak turun kembali duduk lagi
"Ada apa hm" tanya Arel
"Aku pergi dulu ya bentar aja" ucap Lichyia
"Yaudah aku anter ya" ucap Arel
"Heem" Arel menutup kembali pintu mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari area halaman rumah
Din tempat yang sama sepasang mata memperhatikan mobil Arel yang kembali keluar dengan tatapan berbeda
"Tuan Arel keluar lagi" ucap orang itu lalu memutuskan sambungan teleponnya
Di tempat lain
"Arrkkkkhhhh sial Arel lo matiin ponsel buat ngehindari gue? Gak enggak akan aku biarkan Arel lepas gitu aja dari genggaman gue" gumam seorang wanita sambil mencengkeram erat setir mobil nya
Drtttt... drrrttttt....
"Valen... oh sumber uang ku" ucap wanita itu lalu menjawab panggilan dari kekasihnya yang lain itu
__ADS_1
.
.
Perjalanan sepuluh menit akhirnya Arel memberhentikan mobilnya di depan sebuah rumah sakit milik keluarga Wijaya
"Aku keluar dulu bentar"
"Aku ikut" Arel langsung turun terlebih dahulu dan beralih pada bagian mobil yang lain
Arel membuka pintu dan meletakkan tangannya di atas kepala istrinya agar tidak terbentur mobil
"Makasih"
Lichyia dan Arel berjalan masuk ke dalam rumah sakit dan langsung menuju lantai lima
"Eh dokter Lichyia saya kira dokter gak datang kesini" ucap Arin
"Ya maaf saya telat bagaimana pengobatan nya tadi" tanya Lichyia
"Diego gak mau pengobatan kayak gitu lagi" ucap Diego dengan mata berkaca kaca
"Kenapa? Sakit ya?" tanya Lichyia dan di angguki oleh Diego
Lichyia memeluk tubuh kecil Diego dengan erat menyalurkan kasih sayang yang tulus dari hati nya
"Dia sakit apa" tanya Arel sambil duduk berjongkok di depan Lichyia yang masih memeluk Diego yang ada di pangkuannya
"Leukimia" ucap Lichyia singkat
__ADS_1
Arel menganggukkan kepalanya tanda paham
"Bagaimana kalau pengobatan di Singapura disana peralatan dan dokter sudah canggih" ucap Arel
"Jangan tuan saya gak punya biaya untuk pengobatan ke luar negeri" ucap Arin
"Nyonya tenang saja Rumah Sakit Denata bulan ini membuka lowongan pengobatan gratis untuk penyakit seperti itu" ucap Arel
"Tapi apa bisa? Bukannya slot nya terbatas ya" ucap Arin
"Kalau slot sudah penuh bisa ke Rumah Sakit Arjaya atau Rakhsa itu semua milik keluarga saya jadi nyonya tenang saja nanti semuanya akan di urus sama bawahan saya kalau anda bersedia" ucap Arel dengan masih berjongkok di depan istrinya
"Terima kasih banyak atas bantuan anda tuan dan dokter Lichyia yang sudah sudi membantu kami" ucap Arin
"Arin kita sesama manusia harus saling membantu bukan dan Diego anak lucu ini sudah saya anggap seperti anak saya sendiri jadi saya akan melakukan yang terbaik buat dia iya kan?" tanya Lichyia dan di balas senyu km manis dari bibir Diego
Anak? Aku berharap suatu saat aku bisa mempunyai anak dengan Lichyia batin Arel
"Mas" panggil Lichyia yang kesekian kalinya membuat lamunan Arel sadar
"Eeehhh iya kenapa" tanya Arel
"Mikirin apa? Kok bengong" tanya Lichyia
"Eh enggak mikirin anak doang" ucap Arel membuat Lichyia mengerutkan kening nya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
MAAF BUAT KEMARIN GAK BISA UP KARENA SIBUK
__ADS_1