Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 134


__ADS_3

Rasya bernafas lega saat melihat Arin dan Diego bisa keluar dari perusahaan dalam keadaan aman. Entah apa yang di lakukan Arin untuk meyakinkan Valen jika dirinya disana tidak sedang belajar memimpin perusahaan besar itu


Sedangkan Valen mengusap wajah gusarnya dengan kasar.


"Hufttt"


Valen duduk di kursi kerjanya dan mulai bekerja meskipun dua jam lagi adalah jam pulang. Pukul lima sore semua para karyawan satu persatu meninggalkan perusahaan terkecuali Valen yang masih betah di dalam ruang kerjanya


Tok... tok... tok...


"Masuk" perintah Valen


Rasya membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan itu


"Kau tidak pulang tuan?" tanya Rasya


"Sebentar lagi kau bisa pulang lebih dulu" ucap Valen


"Baiklah" Rasya keluar dari ruangan itu dan pulang ke kediamannya


Rumah berlantai tiga yang cukup mewah hasil kerja kerasnya selama bertahun tahun. Sepasang suami istri yang umurnya sudah mencapai setengah abad tinggal bersama Rasya


"Malam mam" sapa Rasya dengan mencium pipi ibu kandungnya itu


"Malam juga bagaimana keadaan Arin" tanya Diana, sang mama Rasya

__ADS_1


"Dia baik bahkan sekarang dia bisa menjadi wanita kuat yang berani melawan Valen si penjahat itu" ucap Rasya


"Dasar pria tak punya hati nurani dia pria yang sangat kejam dengan orang lain" sahut Dito, sang papa Rasya


"Hm akan aku balaskan dendam kalian pada pria jahat itu" ucap Rasya dengan dendam di hatinya


"Kau harus selalu lindungi Arin jangan sampai wanita itu hidup menderita seperti Fhya adikku" ucap Diana


"Oh ya bagaimana kabar tante Fhya" tanya Rasya


"Dia sudah membaik dan sekarang dia bisa hidup normal lagi bahkan dirinya juga sudah mulai memimpin perusahaan lagi" ucap Diana


"Hm masih beruntung tante Fhya tidak kehilangan hartanya dan sekarang seluruh harta Valen sudah atas nama Arin dia tidak akan bisa berlaku semena mena lagi" ucap Rasya


"Tidak masalah pa aku masih tetap menjalankan perusahaan ku meskipun terkadang aku harus fokus dengan perusahaan Valen" ucap Rasya


"Maafkan kita sayang" ucap Diana.


"Tidak!! Pria itu harus merasakan akibatnya telah menyianyiakan tante Fhya dan juga Arin dan dia juga harus hidup menderita lebih dari penderitaan tante Fhya" ucap Rasya


"Kita sudah melangkah jauh kita tidak bisa mundur lagi"


"Apapun yang terjadi kita harus tetap maju" ucap Dito


"Kakak!!" teriak seorang gadis yang baru saja datang

__ADS_1


"Tumben kakak pulang kesini biasanya aja tinggal di apartemen" sindir gadis itu


"Kakak tidak mau Valen mengetahui jati diri kakak nantinya dan akan membahayakan kalian" ucap Rasya


"Hm baiklah kau harus menghabiskan waktu denganku malam ini bagaimana kalau kita... "


"....nonton" ucap Vita


"Tidak ada yang lain?" tanya Rasya


"No!! Ayolah kak!! Kau sudah lama berpisah dengan kita sekali saja mau ya?" pinta Vita


"Baiklah kakak mandi dulu kau bersiap sana" ucap Rasya dan menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai tiga


Beberapa menit kemudian, Vita dan juga Rasya bersiap dan akan pergi menuju sebuah mall yang ada di tengah kota


"Ayo" ajak Rasya


Mereka berdua masuk ke dalam mall namun mata Vita menelisik saat menatap satu obyek yang membuatnya tak percaya


"Kak!! Kakak" panggil Vita


"Hm apa sih dek" tanya Rasya yang masih sibuk membeli tiket untuk menonton


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2