
Valen membanting seluruh barang yang ada di dekatnya sebagai pelampiasan rasa amarahnya. Seharian ini dirinya berusaha mencari pekerjaan namun dia tidak menemukan hasil
Bahkan Arlla yang mengabari menolak untuk membantunya dengan alasan banyaknya pekerjaan kantor yang sangat padat dan tidak bisa di tambah beban lagi membuat Valen semakin frustrasi di buatnya
"Punya istri dua kenapa gak ada yang bener" gumam Valen
"Beda sama Arin andai aja dulu aku gak menghianati Arin pasti aku dan dia sudah hidup bahagia sekarang apalagi Diego anak itu sudah sembuh dari penyakit nya aku kangen sama kalian" ucap Valen
Tubuh Valen bersandar pada sofa dan terduduk di lantai sambil mencengkeram kuat rambut nya
"Arkkhhhh Valen bodoh!! Bodoh!!" umpat pria itu pada dirinya sendiri
Beberapa menit berada di ruang tamu tersebut Valen memutuskan untuk istirahat di kamar
"Kinara buka pintunya" ucap Valen pelan dengan mengetuk pintu berulang kali
"Kinara"
Lama tak mendapat jawaban akhirnya Valen beralih pada kamar Dea yang berada di samping kamar Kinara
Seolah mendapat angin segar karena pintu kamar itu tidak di kunci oleh Dea. Valen langsung masuk ke dalam kamar itu
Pria itu tak mendapati istrinya di atas tempat tidur namun hal itu baginya masa bodo Valen tidur di atas ranjang empuk tersebut.
Ceklek
__ADS_1
Seorang wanita keluar dari dalam kamar mandi setelah mencuci muka dan meggosok giginya mengernyitkan dahinya saat melihat sosok Valen tidur di atas ranjang nya
Malas berdebat Dea beralih pada sisi ranjang yang lain dan tidur dengan tenang. Valen yang merasakan kehadiran Dea di sisinya langsung memeluk perut wanita itu
"Lepaskan tanganmu" bentak Dea yang masih kesal karena tadi dia di bentak oleh Valen
Valen membuka matanya spontan dan duduk dengan tegak
"Maafkan aku soal tadi" ucap Valen memohon
"Tau ah" ucap Dea masa bodo dan melanjutkan tidurnya
"Sayang" panggil Valen
.
Keesokan harinya Valen bangun sangat pagi dan langsung keluar dari kamar Dea karena takut jika ketahuan oleh istri pertamanya itu
"Kau mau kemana" tanya Dea dengan menggenggam tangan Valen erat
"Aku harus keluar nanti Kinara bangun dan mencariku lalu menemukan ku di kamarmu bisa bahaya" bisik Valen
Akhirnya Dea melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan pria itu
Dea bangun dari tidurnya dan beranjak masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa spreinya yang terkena darah
__ADS_1
Selesai mandi wanita itu berdiri di depan kaca almari nya memandang pantulan tubuhnya sendiri sambil tersenyum seperti orang gila. Mungkin memang sudah gila bahkan dia tega menusuk sahabatnya sendiri dari belakang
.
"Kau masak apa" tanya Rasya saat melihat Arin dengan lihai kesana kemari dan sibuk berkutat dengan masakannya
Pagi pagi sekali pria itu datang ke rumah baru Arin yang memang kebetulan berjarak tidak jauh dari apartemen yang dia tempati
Sebenarnya sejak kepergian Valen, Rasya selalu pulang ke rumahnya dan menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya serta adiknya
Karena sudah hampir dua tahun Rasya meninggalkan rumah itu hanya untuk membalas dendam pada Valen
"Nasi goreng kau mau?" tanya Arin
"Tentu saja siapkan satu piring untukku aku akan melihat Diego dulu" ucap Rasya dan berjalan meninggalkan dapur
Arin hanya tersenyum dan menyiapkan makanan untuk mereka bertiga
.
Note:
Disini tunangan Andra adalah tokoh baru ya dan bukan orang jahat. Dia hanya meninggalkan Andra karena perjodohan dari orang tuanya yang membuat dia tidak bisa berbuat apa apa
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1