
"Nyonya ada tamu di depan" ucap pembantu yang ada di rumah Arlla
"Siapa" tanya Arlla dengan mengernyitkan keningnya. Siapa yang datang sepagi ini
"Saya tidak tau nyonya" Arlla berdiri dan berjalan menuju ruang tamu untuk melihat siapa tamu yang datang
"Valen" ucap Arlla memicing saat melihat Valen duduk di sofa pagi pagi seperti ini
"Hai Arlla" sapa Valen ramah dan mengulurkan tangannya. Arlla menyambut uluran tangan pria itu
"Ada apa"
.
"Perfect" ucap Lichyia saat melihat penampilan suaminya
"Udah siap semuanya? Berkas? Atau yang lain jangan sampai kau meninggalkan hal hal yang penting" ucap Lichyia
"Sudah semua makasih sayang" ucap Arel sambil mencium kening Lichyia lembut
"Udah ayo turun nanti kamu terlambat" ucap Lichyia
Arel dan Lichyia berjalan beriringan menuruni anak tangga satu persatu
"Tunggu itu kaya suara" ucap Lichyia mencegah langkah Arel
"Ada apa sayang" tanya Arel
Lichyia menyeret lengan suaminya dan berdiri di balik dinding ruang tamu
"Aku minta bantuan sama kamu buat ambil kembali harta aku dari mantan istri aku" ucap Valen
__ADS_1
"Lalu kenapa harus aku" tanya Arlla
"Plis aku mohon jangan sampai mantan istri aku kuasai harta yang aku perjuangkan dari nol" ucap Valen memohon
"Hmm aku pikiran dulu saat ini aku sedang banyak urusan silahkan kau kembali dulu aku akan kabari" ucap Arlla
"Aku tunggu kabar baik darimu" ucap Valen dengan senang dan keluar dari rumah besar itu
Arel dan Lichyia keluar dari persembunyian mereka saat mendengar jika Valen sudah pergi
"Ma aku berangkat dulu" ucap Arel
Arel mencium punggung tangan mamanya lalu beralih pada istrinya. Lichyia mencium punggung tangan suaminya dan mencium sekilas rahang Arel
"Percaya padaku akan aku yakinkan mama" bisik Lichyia
"Bye"
Arel keluar dari rumah itu dan pergi berangkat menuju kantor.
"Silahkan sayang" Arlla dan Lichyia duduk di satu sofa. Keduanya saling tatap dengan sorot mata serius
"Tadi aku gak sengaja denger obrolan mama sama Valen" ucap Lichyia
"Lalu?"
"Aku harap mama tidak membantunya" ucap Lichyia membuat Arlla mengernyit bingung
"Ada apa sebenarnya" tanya Arlla
Lichyia menceritakan semuanya apa yang menimpa Arin selama ini dan ide untuk merebut harta Valen adalah ide darinya juga
__ADS_1
"Mama setuju sama kamu harusnya dari dulu Arin bisa bebas dari jerat Valen" ucap Arlla
"Mama tidak akan pernah mau membantu Valen untung saja ada kamu yang ceritain semuanya kalau gak mama bisa bisa salah jalan" ucap Arlla
Lichyia tersenyum dan memeluk mama mertuanya itu yang sangat sayang pada dirinya bahkan lebih membela dirinya dari pada anak nya sendiri saat Arel dengan terang terangan menjalin hubungan dengan Kinara
Dan wanita itu kini bersyukur suaminya kini mencintainya dan memiliki keluarga yang begitu menyayangi dirinya yang mau menerima dirinya apa adanya
.
"Maaf semuanya saya terlambat" ucap Arel sambil memasuki ruang meeting
Rapat berlangsung selama dua jam. Satu persatu peserta rapat mulai keluar dari ruangan itu dan menyisakan Andra dan Arel di dalam
"Tuan" panggil Andra membuat Arel menoleh
"Ada apa" tanya Arel penasaran saat melihat wajah serius dari asistennya itu
"Sebentar lagi aku akan menikah dengan tunanganku mungkin aku akan mengambil cuti beberapa bulan" ucap Andra
"Sejak kapan kau bertunangan" tanya Arel penasaran
"Sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu dan hanya aku dan dia yang tau serta keluarga dekat"
"Lalu pernikahanmu akan berlangsung kapan" tanya Arel
"Tiga minggu lagi"
"Baiklah akhirnya kau akan melepas jabatan jomblo mu itu" ledek Arel
"Tapi ingat kau harus cepat kembali kau tau semakin hari perut istriku semakin membesar dan aku harus selalu ada di sisinya jangan menambah beban ku" ucap Arel
__ADS_1
"Siap tuan"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN