
...Kantor Pengadilan Agama...
Arin keluar dari dalam kantor pengadilan setelah selesai mengajukan gugatan perceraian untuk Valen.
"Ma" panggil Diego
"Iya sayang kenapa" tanya Arin sambil memberhentikan sebuah taksi
"Aku mau ketemu sama tante dokter" ucap Diego
"Yaudah kita ke rumahnya sekarang" Arin meminta sang supir taksi untuk menuju rumah Lichyia namun dirinya teringat jika dirinya tidak tau alamat rumah Lichyia
"Yaaa..."
"Gimana kalau besok mama buat janji dulu sama tante dokter mau ya?" ucap Arin
"Yaudah deh"
"Gimana kalau kita main dulu di taman"
"Boleh mau mau mau" Tak lama taksi tersebut berhenti di sebuah taman bermain
Diego langsung berlari untuk bermain dan berpindah dari satu tempat ke tempat bermain yang lain. Sedangkan Arin tersenyum melihat keceriaan di wajah anaknya itu
Senyum bahagia di wajah Diego adalah penyemangat Arin dalam melangkah. Jika Arin kehilangan malaikat kecilnya itu entah apa yang terjadi pada diri nya
"Hei kau mau bermain bola denganku" sapa anak kecil lain pada Diego
__ADS_1
Diego mengangguk dan bermain bola dengan anak kecil tersebut. Namun saat lemparan kelima anak kecil tersebut menjatuhkan bolanya hingga ke tengah jalan
"Biar aku yang ambil" Diego langsung berlari mengejar bola tadi. Arin spontan berdiri saat melihat anaknya berlari ke tengah jalan
"Diego!!" teriak Arin saat melihat sebuah mobil melaju kencang mendekati anaknya
"Iya sayang aku akan segera pulang ini aku dalam perjalanan" ucap Valen dari balik sambungan telepon dengan Kinara membuat fokus menyetir nya berkurang
Valen tersenyum saat mendengar kata kata manis dari Kinara dan matanya beralih sejenak ke arah depan
"Arkkhhhhh" teriak Valen saat melihat seorang anak kecil menyebrang dengan tiba tiba
"Diego!!" teriak Arin dan berlari mengejar putranya
Cittt...
"Astaga" ucap Valen sedikit panik karena merasa dirinya menabrak seseorang
Rambut Arin menjuntai ke bawah hingga menutupi wajahnya dan juga wajah Diego yang ada dalam pelukan mamanya
Orang orang yang ada di sekitar mulai mengerubungi Arin karena melihat kejadian tabrakan tersebut
Valen turun dari dalam mobil dan berjalan mendekati orang yang dia tabrak itu.
"Maaf... maaf" ucap Valen
Kaki Arin sedikit oleng hingga tubuhnya terjatuh ke pelukan Valen hingga membuat pria itu bisa melihat wajah Arin. Seketika matanya menatap tajam pada Arin
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan tuan" pekik salah satu dari mereka saat melihat Valen mendorong tubuh Arin dengan keras
"Mama!!" teriak Diego dan mendekati mamanya
"Kau lalai sekali menjaga Diego hanya begitu saja kau tau jika tadi aku tidak mengerem Diego bisa ku tabrak" bentak Valen pada Arin
"Hei siapa kau!! Kau yang menabrak dia lalu kau mendorong ibu anak kecil itu dan sekarang kau membentak bentak mereka"
"Hajar saja dia!! Buat apa orang seperti dia di biarkan"
"Tunggu... tunggu aku adalah suami dari dia" ucap Valen membuat langkah para pria yang sudah siap menghajar Valen terhenti
"Apa itu benar?" tanya mereka
"TIDAK!! DIA BUKAN SUAMI SAYA" ucap Arin lantang
Jika selama ini dirinya tidak di akui dan di anggap lalu sekarang kenapa dirinya harus mengakui Valen
Bug... bug.. bug..
Valen di hajar habis habisan oleh warga tanpa ampun. Sedangkan Arin berdiri dan pergi membawa Diego tanpa peduli dengan nasib suaminya itu. Dirinya sudah terlalu sakit hati dengan perbuatan Valen selama ini. Dia sudah seperti mati hidup dengan pria tak berperasaan seperti itu
"Ayo sayang" Arin dan Diego masuk ke dalam sebuah taksi dan pergi kembali ke rumahnya
Takut? Bagi Arin kini tidak ada takut lagi baginya. Bahkan dunia saja dia tantang lalu untuk apa dirinya takut pada seorang Valen bukankah siksaannya sudah biasa baginya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1