Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 80


__ADS_3

Butuh sekitar lima belas menit untuk perjalanan dari apotik ke kediaman mereka


Arel mendudukkan tubuh istrinya di sofa ruang keluarga


"Kamu mau apa? Teh? Jus? Atau apa" tanya Arel


"Gak usah aku gak mau apa apa" ucap Lichyia dan menyembunyikan wajahnya di bahu suaminya yang menurutnya sangat nyaman untuk bersandar


"Yaudah mau istirahat di kamar?" tanya Arel


"Gak aku mau disini aja"


Arel hanya diam dan membiarkan wajah istrinya berada di bahunya sambil mengusap lembut bahu wanita yang menjadi pendamping hidup nya itu


Namun tiba tiba mata Arel memicing saat melihat Dea hendak masuk ke dalam dapur


"Sayang bentar" ucap Arel


"Ada apa" tanya Lichyia sambil mengangkat kepala nya


"Bentar tunggu di sini dulu kalau mau istirahat tiduran aja disini kalau gak mau di kamar ok" ucap Arel lembut dan hanya di angguki oleh Lichyia


Arel berjalan cepat menuju area dapur dan ternyata di sana Dea sedang membuat minuman entah untuk siapa

__ADS_1


"Ngapain kamu" tanya Arel dingin


"Buat minuman untuk nyonya dan tuan" ucap Dea sedikit gugup dan menundukkan pandangan nya


"Kamu benar benar tidak tau malu atau gimana jelas jelas kamu mengianati kami dan sekarang kamu masih bisa menginjakkan kaki di rumah saya" ucap Arel dengan nada sedikit tinggi membuat Lichyia yang hendak bersandar pun beranjak menyusul suaminya


"Ada apa" tanya Lichyia


"Lihat dia!! Pembantu tidak tau malu dan penghianat ini masih bisa menginjakkan kakinya di rumah kita" ucap Arel sinis


"Maaf tuan saya benar benar minta maaf tolong jangan pecat saya" ucap Dea memohon


"Jangan terlena dengan sikap sok lembut nya itu dia punya sisi jahat di balik sikap polos nya yang hanya pura pura itu" ucap Arel


"Nyonya saya mohon saya minta maaf jangan pecat saya" ucap Dea dan berlutut pada Lichyia


"Saya tidak peduli kamu yang menusuk kita dari belakang dan untuk seorang pengkhianat tidak ada kata maaf" ucap Lichyia datar dan memundurkan langkahnya


"Kita beri waktu sepuluh menit untuk bereskan barang barang kamu dan pergi dari sini secepatnya" ucap Arel dan membawa istrinya itu pergi dari area dapur


"Ahhhhh sialan!! Gue harus di pecat bahkan semua rencana gue gagal sia sia gue kerja disini berharap bisa jadi seorang nyonya tapi apa? Gue masuk dan keluar dari rumah ini tetap menjadi seorang pembantu gak lebih" ucap Dea kesal dan memukul lantai menggunakan tangannya


"Awas aja nanti akan gue bales semua perbuatan kalian akan gue hancurin rumah tangga kalian" ucap Dea sinis

__ADS_1


"Ini semua gara gara si Kinara tapi untuk balas dendam gue harus kerja sama dengan wanita sialan itu bagaimana pun juga untuk kedepannya aku butuh uang untuk makan dan sekarang jika hanya mengandalkan uang yang di berikan Kinara kemarin minggu besok bisa mati gue kelaparan" ucap Dea


"Ada apa ini? Ada apa sama si Dea kok di pecat kaya gitu" bisik Asih yang sedang melihat interaksi mereka di balik sebuah jendela yang terhubung dengan taman samping


"Saya juga gak tau bik saya gak pernah tuh liat nyonya sama tuan semarah itu mungkin Dea buat kesalahan fatal" ucap Siti


"Apa gara gara gak becus nge pel sama nyapu?"


"Gak mungkin lah bik pasti ada hal lain" bisik Siti


"Eh eh denger tuh si Dea kaya marah marah terus... dia mau balas dendam?" ucap Bik Asih dengan raut wajah tak percaya jika Dea yang terlihat lembut dan polos bisa memiliki sifat seperti itu


"Eh kita harus beri tau sama nyonya ama tuan" ucap Siti


"Jangan! Jangan ikut campur nanti kita kena masalah juga" ucap Asih


"Iya juga sih tapi kasihan" ucap Siti


"Saya yakin nyonya sama tuan gak akan selemah itu buat hadapin si Dea" ucap Asih


"Iya"


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2