Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 82


__ADS_3

Hari demi hari berjalan dengan lancar tak terasa sudah tiga minggu setelah Dea keluar dari rumah Arel dan Lichyia. Pasangan suami istri itu hidup tentram sementara karena sudah tidak ada penghianat di rumah mereka dan Kinara saat ini entah bagaimana kondisi nya apakah sudah bisa berjalan atau tidak


"Sayang" panggil Arel membuat Lichyia membuka matanya yang tadinya terpejam


"Ada apa" Mata wanita itu menatap lekat manik mata milik suaminya yang sangat indah di matanya


Arel memangku kepala nya menggunakan tangannya untuk menatap istrinya yang ada di sampingnya. Kini mereka berdua sedang berada di dalam kamar mereka dan waktu masih pukul lima pagi


"Aku salut tau sama kamu" ucap Arel membuat Lichyia mengernyit


"Kenapa emang"


"Di saat wanita di luaran sana yang melihat suaminya selingkuh di depan matanya mereka memutuskan untuk berpisah dan meninggalkan tapi beda sama kamu" ucap Arel


"Kamu memilih bertahan dan kuat menghadapi semua gangguan dari mantan pacarku dulu" lanjut Arel


"Mas coba pikirin deh membangun sebuah rumah tangga itu mudah tapi untuk mempertahankan nya lah yang sulit dan aku sudah pernah merasakan nya di awal pernikahan kita"


"Jika semua orang memilih mundur dan mencari yang lebih baik lagi maka tidak akan ada rumah tangga yang utuh karena gangguan kecil"


"Manusia di dunia ini gak ada yang sempurna tapi kita selalu mencari yang lebih baik dan lebih baik lagi maka kita gak akan pernah bahagia karena selalu membandingkan dengan yang lain kita punya kehidupan sendiri mereka juga punya kehidupan sendiri semua manusia punya kelebihan dan kekurangan"


"Kita tidak akan pernah bahagia jika selalu melihat kebahagiaan orang lain kita syukuri saja apa yang kita jalani sekarang dan aku bersyukur sekarang kamu udah tobat yaaa aku juga tau semua orang pasti punya salah gak ada yang enggak"


Cup

__ADS_1


Arel mencium kening istrinya dengan lembut dia semakin kagum pada sosok wanita kuat yang ada di hadapannya ini


Memang semua orang di dunia pasti punya kesalahan dan mereka berhak mendapat kesempatan untuk berubah dan semua manusia juga tidak ada yang sempurna pasti ada kekurangan dan kelebihan masing masing


"Makasih udah mau bertahan" Arel memeluk erat tubuh Lichyia dan enggan untuk melepasnya


"Ini kan weekend kita ke rumah mama yuk aku kangen sama mama" ucap Lichyia


"Mama siapa? Mama kamu atau mama aku"


"Mama aku"


"Yaudah kita mandi sekarang terus siap siap" ucap Arel dan dengan semangat Lichyia masuk ke dalam kamar mandi


Di sebuah rumah besar milik Valen suasana yang sama tanpa ada perubahan hening, sepi, hampa dan seperti tidak ada kebahagiaan


"Mas aku mau bicara sesuatu sama kamu" ucap Arin serius sambil berjalan mengejar langkah kaki suaminya yang berjalan cepat entah ke arah mana


"Bicara saja cepat karena aku sibuk hari ini banyak pekerjaan di kantor" ucap Valen datar


"Mas aku dan... awww" Karena kurang hati hati Arin terjatuh untung saja lututnya tidak berdarah karena benturan yang cukup keras tadi. Namun itu tidak membuat Valen menghentikan langkahnya bahkan dia selalu acuh apa yang ada di sekitarnya


"Nyonya... nyonya gak papa" tanya salah satu pelayan yang khawatir


"Gak saya baik baik saja kamu bisa pergi" ucap Arin pelan dan berusaha bangkit seperti keadaannya selama satu tahun ini yang begitu rapuh namun dengan sekuat hati dia selalu bangkit dari rasa sakitnya

__ADS_1


Arin berjalan menuju ruang kerja suaminya dia tau jika saat ini Valen pasti ada disana. Dan benar saja saat pertama kali dia membuka pintu ruangan itu pemandangan yang dia lihat adalah Valen yang sedang duduk manis di kursinya sambil menghisap cerutu yang terselip di jari jarinya


Wanita itu duduk di kursi depan meja kerja Valen dan menatap Valen dengan serius


"Aku butuh ijin kamu" ucap Arin datar menutupi rasa sakit hatinya


"Kau mau kemana? Jangan harap kamu bisa lolos dari ku apalagi sampai membawa Diego" ucap Valen dengan sinis


"Aku dan Diego akan ke Singapura untuk pengobatan Diego" ucap Arin


"Heh! Dari mana kamu dapet uang sebanyak itu untuk pergi ke luar negeri apalagi sampai melakukan pengobatan disana" ucap Valen mengintimidasi


"Kau tidak perlu tau kau cukup ijinkan aku untuk pergi aku ingin Diego sembuh dari sakitnya" ucap Arin


"Pergi saja tapi harus tetap dengan pengawal dan jangan coba coba untuk kabur dari ku" ucap Valen dingin


Huh! Sudah di duga setiap kali Arin dan Diego pergi pasti akan ada pengawal yang ikut itu semua juga harus ada ijin dari Valen untuk keluar dari area rumah


"Hm makasih udah ijinin" ucap Arin dan beranjak keluar


Pernikahan yang dingin dan tidak ada keharmonisan di dalam nya sangat membuat sesak apalagi jika kita ingin menyerah dan berhenti kita selalu di cegah dan di persulit seolah kita di paksa lari saat tulang kita terlepas dari tubuh


"Kamu harus kuat Arin!! Harus!! Demi Diego" ucap Arin menyemangati dirinya sendiri


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2