
Para tim medis berkutat dengan alat kerjanya untuk menyelamatkan nyawa dua orang yang terjatuh dari lantai lima rumah sakit itu
Satu jam penanganan para dokter dan perawat satu persatu mulai keluar dari ruangan IGD tersebut
.
"Aku tidak bersalah mereka yang bersalah" teriak Kinara
"Diam kamu"
"Mereka berselingkuh harusnya mereka yang di tangkap bukan aku" teriak Kinara tak terima karena dirinya harus mendekam di balik jeruji besi
"Arkhhhh sial!! Brengsek" teriak Kinara kesal
.
Jam bergulir pagi yang cerah kini berubah menjadi malam yang begitu kelam bagi Dea dan Valen
"Dok apa yang terjadi padaku aku baik baik saja kan kandunganku?" tanya Dea dengan penuh rasa penasaran
"Maaf tapi kandungan anda tidak bisa di selamatkan dan anda juga kehilangan satu ovarium anda karena benturan yang sangat keras hal itu juga membuat anda akan susah untuk hamil" ucap dokter itu menjelaskan
Valen yang juga beberapa saat tersadar langsung shock karena mendengar sebuah pernyataan dari dokter jika dia kehilangan satu anak lagi
"Gak!! Gak mungkin dokter pasti salah" teriak Dea histeris
__ADS_1
Valen yang awalnya masih terkejut kini menatap Dea dengan tatapan sendu. Pria itu berusaha bangun dari atas ranjang rumah sakit untuk menenangkan istrinya namun dia di buat heran dengan kaki nya yang susah untuk di gerakkan
"Dok... dokter apa yang terjadi pada... pada... kakiku" tanya Valen ragu
"Dengan menyesal saya mengatakan kalau tuan mengalami kelumpuhan secara permanen" ucap dokter itu
Malam itu seolah malam kelam bagi Dea dan Valen. Rasa sakit dan tak terima akan kenyataan bahwa mereka kini tidak normal lagi
Valen dan Dea menggeleng kuat menolak setiap kenyataan yang harus dia hadapi
"No!!" teriak Dea semakin histeris
Wanita itu menangis meratapi nasib nya yang dalam sekejap berubah menjadi mengenaskan
Sedangkan Valen menatap kosong ke arah depan dengan menutup kedua telinganya
Seoeang suster masuk dengan mendorong sebuah box bayi Kinara
"Ini bayi nona Kinara" ucap suster itu
"Dimana Kinara" teriak Dea
"Dia ada di dalam penjara" jawab sang dokter lalu pergi
"Dia pantas mendapatkannya ini semua terjadi karena dirinya" teriak Dea tak terima
__ADS_1
Dea harus menelan pil pahit di saat hari dimana dia mengetahui bahwa dia hamil namun dalam sekejap dia harus menerima kenyataan bahwa anaknya telah mati bahkan sebelum melihat dunia
Valen bersandar dengan pasrah. Apa ini karna baginya karena telah menyianyiakan Arin dan juga Diego putranya
Wanita yang jelas jelas baik untuknya dan selalu setia meskipun sudah ia sakiti berulang kali
"Maafkan aku Arin" gumam Valen
.
Satu minggu kemudian mereka berdua di perbolehkan pulang setelah melunasi administrasi. Mereka menggunakan uang tabungan Kinara yang di titipkan pada Dea untuk membayar biaya administrasi rumah sakit
Mereka pulang ke apartemen bersama bayi Kinara yang masih berusia delapan hari dan belum memiliki nama
Dea dan Valen berusaha merelakan dengan kondisi mereka. Menerima kenyataan bahwa mereka kini sudah tak sempurna dan mereka juga sadar ini adalah buah dari perbuatan mereka sendiri
Namun berbeda dengan Kinara yang masih menyimpan dendam pada Lichyia dan juga Arin yang menganggap mereka adalah penyebab dari semua masalah yang menimpa pada dirinya
Ceklek
Dea membuka pintu apartemen dan mendorong kursi roda Valen dengan menggendong bayi perempuan Kinara
"Kita harus memulai hidup baru" ucap Valen dan di balas anggukan oleh Dea
Itulah kesepakatan mereka saat berada di rumah sakit. Selama lima hari mereka meratapi nasib mereka namun pikiran mereka merubah semuanya
__ADS_1
Mereka bertiga akan hidup bersama dengan bayi Kinara meskipun bayi itu bukan anak kandung mereka dan hidup apa adanya tanpa ada kata dendam dan pengkhianatan lagi
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN