
Lichyia dengan susah payah membawa tubuh suaminya yang sangat berat itu masuk ke dalam kamar.
Bug
"Huh akhirnya capek banget gue badang gede banget" gerutu Lichyia kesal
Setelah menidurkan Arel, Lichyia beranjak hendak pergi ke kamar mandi untuk cuci muka namun sebuah tangan menarik tangannya hingga membuatnya terjatuh.
Arel dengan mata tertutup menarik tangan istrinya hingga jatuh ke atas tubuhnya. Dengan kesadaran setengah pria itu mencium bibir istrinya dan memeluk nya erat
Lichyia hanya bisa pasrah dengan perbuatan suaminya. Arel mengurung tubuh istrinya dan mencium pipi wanita itu dengan lembut
"Maafin aku sayang" lirih Arel
Lichyia hanya menghela nafas pelan sebenarnya ini bukan salah Arel ini hanya untuk menjebak Kinara yang ingin berbuat jahat pada rumah tangga mereka
"Itu bukan salah kamu" ucap Lichyia dengan tersenyum
Mata Arel berbinar mendengar ucapan istrinya
"Kamu maafin aku?" tanya Arel dan Lichyia menganggukkan kepalanya. Dengan gerakan cepat pria itu kembali mencium bibir istrinya dengan rakus
Malam ini dengan kesadaran setengah Arel berhasil mendapatkan Lichyia sepenuhnya. Dan Lichyia menerimanya karena memang ini adalah kewajiban nya
.
Pukul sepuluh pagi Arel bangun terlebih dahulu sebelum Lichyia
"Asshh" Arel memegang pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri
Pria itu menatap istrinya yang masih tidur nyenyak. Tangan Arel bergerak menyentuh pipi istrinya yang putih
__ADS_1
Cup
Arel mencium sekilas kening istrinya dengan lembut
"Awww punggung gue kenapa sakit semua ya lirih Arel yang merasa perih di bagian punggung nya karena cakaran Lichyia semalam
Arel menatap ke arah bawah dan melihat noda merah di sprei tempat mereka tidur
"Hah!! Gue gak mimpi kan" ucap Arel tak percaya
"Sayang" panggil Arel mengusik tidur istrinya
"Hm"
"Bangun udah siang loh" ucap Arel
"Bentar lima menit lagi masih ngantuk" ucap Lichyia dengan suara serak khas bangun tidur
"Ada apa" tanya Lichyia
"Makasih ya sayang" Cup Arel mencium pipi istrinya dengan bahagia
"Heem"
"Kamu udah maafin aku kan jangan marah lagi ya" ucap Arel
"Mas ini bukan salah kamu kok" ucap Lichyia
"Terus?"
Lichyia menceritakan tentang semua kejadian hari lalu soal jebakan Dea untuk mereka dan itu semua atas rencana Kinara tanpa ada yang tertinggal satu pun
__ADS_1
"Kenapa gak bilang sama aku asal kamu tau aku di kantor pusing mikirin kamu doang" ucap Arel sedikit kesal namun tak urung dia juga bahagia karena ternyata istrinya itu tidak marah padanya di tambah dia sekarang sudah mendapatkan hal terpenting bagi wanita itu
"Ya maaf aku mau rencanain ini semua sendiri takut bocor ke orang lain" ucap Lichyia
"Udah sekarang kita akhiri sandiwara sandiwara ini" ucap Arel tegas
"Iya"
Arel beranjak berdiri hendak masuk ke dalam kamar mandi
"Mau kemana" tanya Lichyia
"Mandi sayang udah siang" ucap Arel
"Oh"
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Arel keluar dengan wajah segar dan air masih terlihat menetes di wajah tampannya
Lichyia hendak melangkah turun untuk mandi namun kaki nya terasa sakit hingga membuatnya oleng untung saja ada Arel yang sigap menangkap tubuh istrinya
"Hati hati dong sayang kalau jatuh gimana" ucap Arel
"Iya maaf kaki ku perih" ucap Lichyia
"Masih sakit?" tanya Arel tak tega dan Lichyia mengangguk pelan
Dengan cepat Arel mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke dalam kamar mandi
"Udah keluar aku mau mandi" ucap Lichyia
"Gak aku yang mandiin" ucap Arel tak terbantahkan hingga membuat Lichyia menurut saja apa yang di lakukan pria itu
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN