Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 117


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan" tanya Arin sekali lagi


"Itu.. itu nyonya kita mau siapin kamar buat tuan Valen dan istri nya" ucap salah satu pelayan itu dengan menunduk


Apa tidak ada kamar lain hingga harus menggunakan kamar ku dan Valen batin Arin


"Tinggalkan biar saya yang melakukannya" ucap Arin datar


Para pelayan itu pergi setelah meninggalkan keranjang bunga yang berisi kelopak mawar merah di atas ranjang


Arin menutup pintu dengan pelan lalu bersandar pada pintu kamarnya. Perlahan tubuhnya luruh ke lantai kaki nya tak lagi mampu untuk menahan tubuh nya yang kini sedang di landa beban dan kesedihan


Wanita itu menengadahkan kepalanya menahan air mata yang hendak kembali keluar. Kurang apa dirinya selama ini sabar? Pengertian? Semua nya dia lakukan melewati duri penderitaan yang di tabur Valen di jalannya. Dirinya harus berjalan seorang diri melewati duri duri itu tapi apa kini pengorbanannya di balas dengan penghianatan


Drtt.. drttt.. drtt


Suara ponsel Arin membuat wanita itu menghentikan tangisnya


"Dokter Lichyia" lirih nya dengan suara serak


"Iya halo dok" tanya Arin dengan suara serak karena habis menangis

__ADS_1


"Arin ada apa dengan dirimu" tanya Lichyia khawatir karena pagi ini dia dan Arel kembali ke kota saat Arin menghubungi jika Diego sudah sembuh dari sakitnya


"Tidak ada maaf mungkin saya terlambat saya akan kesana sekarang" ucap Arin dan langsung mematikan sambungan teleponnya


Arin menghapus air matanya dan bersiap untuk bertemu dengan Lichyia hari ini. Arin mengambil tas nya dan hendak pergi namun langkahnya terhenti saat melihat keranjang bunga yang masih ada di atas ranjangnya


Arin menaburkan bunga bunga itu di atas ranjang. Sprei sudah di ganti oleh para pelayan tadi jadi Arin tidak perlu menggantinya lagi


Selesai dengan pekerjaannya itu, Arin melangkah keluar dari kamarnya dan turun ke lantai satu. Disana masih rame dengan para tamu yang merayakan pernikahan Valen


Dengan langkah anggun Arin berjalan di tengah tengah mereka tanpa berminat sama sekali untuk ikut bergabung


"Nyonya Arin" sapa salah satu tamu


"Mmm tidak apa apa saya harap yang terbaik saja untuk anda" ucap tamu tersebut dan pergi


Arin kembali melanjutkan langkahnya dan pergi menggunakan taksi menemui Lichyia


Sepuluh menit kemudian Arin sampai di sebuah cafe dan langsung masuk ke dalam cafe tersebut


"Dokter ada dimana" tanya Arin di balik seberang telepon

__ADS_1


"Saya ada di meja no lima" jawab Lichyia


Tut..


Panggilan terputus


Arin melangkah mencari bangku no lima. Lichyia melambaikan tangan pada Arin bahwa dirinya ada disana


"Maaf saya telat" ucap Arin tidak enak hati karena harus membuat wanita cantik itu menunggu nya terlalu lama.


"Tidak masalah saya kesini sama Mas Arel juga kok dia lagi meeting di lantai atas" ucap Lichyia


"Ada apa kenapa kau menangis? Bukannya Diego sudah sembuh" tanya Lichyia


"Tidak ada masalah serius hanya masalah kecil" ucap Arin meyakinkan


Tapi... apa aku harus meminta saran pada dokter Lichyia ya untuk membantuku mengurus perceraian dengan Valen agar pria itu tidak selalu mempersulit nya batin Arin


"Kau yakin?" tanya Lichyia sekali lagi karena bisa melihat dengan jelas ada raut sedih di wajah wanita di hadapannya ini


Arin menceritakan semua masalahnya pada Lichyia dia yakin jika Lichyia adalah orang yang tepat untuk dirinya berbagi cerita. Dan tidak baik juga untuk kesehatan mentalnya memendam masalahnya seorang diri

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2