
"Bagaimana bisa kau pergi tanpa mendengar semua ucapanku" ucap Arin membuat langkah Rasya terhenti seketika
Wanita dengan gaun merah itu berjalan mendekati Rasya
"Kau menyimpulkan semuanya sendiri padahal kata kata ku belum selesai" ucap Arin
"Lalu apa yang akan kau katakan" tanya Rasya
"Bukankah dengan satu kata maaf menjelaskan semuanya" tambah Rasya
"Jika bukan itu yang aku maksud bagaimana" tanya Arin
"Maksudnya" tanya Rasya tak mengerti
"Jika yang aku maksud adalah maaf karena aku tidak bisa menolak lamaranmu bagaimana kau bisa pergi dariku setelah melamarku" tanya Arin
Rasya berusaha mencerna ucapan Arin. Berulang kali Rasya memastikan setiap kata Arin hingga sebuah senyuman terbit di bibirnya
"Maksudmu kau menerimaku?" tanya Rasya memastikan
"Tentu saja dan dengan seenaknya kau pergi setelah melamar diriku memang aku apaan" ucap Arin pura pura marah
Rasya terkekeh pelan dan langsung memeluk tubuh Arin dengan erat. Wanita itu pun membalas pelukan Rasya tak kalah erat
"Aku kira hanya aku aja yang punya perasaan itu tapi ternyata kamu juga" ucap Arin
"Oh ya? Sejak kapan kau mencintai ku" tanya Rasya dengan memberi jarak pada Arin
"Memangnya aku menyebut aku mencintaimu ya" ucap Arin menggoda Rasya
Rasya mencubit pelan hidung Arin membuat wanita itu terkekeh dan Rasya kembali memeluk tubuh Arin erat
__ADS_1
"Terima kasih" ucap Rasya
"Berterima kasih untuk apa? Aku tidak memberimu sesuatu" ucap Arin
"Terima kasih karena kamu telah mau memberikan hati kamu untukku" ucap Rasya
"Kata siapa?" ucap Arin
Rasya mengernyit dan menatap wajah Arin lekat. Apa maksud Arin
"Aku tidak memberikan hatiku untuk kamu" ucap Arin
"Berarti kau menerima lamaranku karena terpaksa" ucap Rasya dengan nada sendu
"Iyalah" ucap Arin membuat hati Rasya mencelos
"Lalu kenapa kau menerima lamaranku jika kamu hanya terpaksa" ucap Rasya
Rasya sejenak mencerna ucapan Arin kemudian pria itu mengacak rambut Arin gemas
"Itu namaku" ucap Rasya gemas karena sedari tadi selalu di goda oleh Arin
"Oh ya" ucap Arin dan tertawa
Rasya dan Arin saling berpelukan satu sama lain hingga tak menyadari sepasang mata memperhatikan mereka dengan tajam
"Huh enak aja main peluk peluk mami aku" ucap seorang bocah membuat atensi mereka teralih
"Diego sini sayang" ucap Arin dan merentangkan tangannya
Diego berlari mendekati mereka berdua dan masuk ke dalam pelukan sang mama.
__ADS_1
"Main peluk peluk aku gak di ajak" ucap Diego cemberut
"Maafkan aku sayang" Rasya mencium kepala Diego dengan sayang dan memeluk bocah kecil itu sambil memeluk Arin juga
Diego mengecup pipi Arin lalu Rasya. "Aku sayang sama kalian" ucap Diego
"Kita juga sayang sama kamu" ucap Arin dan Rasya bersamaan
Mereka berpelukan dengan erat satu sama lain seolah takut kehilangan
.
...Rumah Arel...
"Kinara berada di penjara" ucap Arel membuat Lichyia tersedak
Kini mereka berdua sedang makan malam di meja makan dan berita yang di ucapkan Arel mampu membuat Lichyia terkejut
Arel memberikan segelas air minum untuk wanitanya itu
"Bagaimana bisa" tanya Lichyia penasaran
"Entahlah orang ku bilang jika Kinara di tangkap karena mencelakai Dea hingga membuat Dea dan Valen terjatuh dari lantai lima" ucap Arel
"Wanita itu benar benar gila pasti dia melakukan itu karena mengetahui pernikahan Dea dan Valen" ucap Lichyia
"Bagaimana bisa kau tau soal itu" tanya Arel
"Feeling" ucap Lichyia santai
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1