
"Ada apa?" Tanya Clara ketika melihat wajah Hanung sangat cemas setelah mendapatkan telepon itu.
Hanung menatap Clara sesaat.
"Genta, Dia ingin aku membawamu padanya. Dia ingin menukar Wilona dengan dirimu," ucapnya menatap kekasihnya dengan bingung.
Istrinya dijadikan sandra dan kekasihnya di jadikan tebusan.
"Kau sudah tidak waras! Apa kau sudah kehilangan akal? Apakah kau ingin menukar aku dengan istrimu. Kau ingin aku masuk kembali ke tempat mengerikan itu demi menyelamatkan istrimu!"
"Bukan begitu maksudku. Aahhh! Sial!"
Hanung lalu ke mobil dan menyuruh Clara segera masuk kedalam.
"Kita akan kemana?"
"Kau akan ke apartemen dan aku akan menjemput Wilona,"
"Apartemen yang dulu? Tapi, Genta dan anak buahnya, mereka tahu tempat itu,"
"Kita ke tempat lain. Apartemen yang lain yang tidak di ketahui oleh siapapun,"
Mereka sudah sampai dan Hanung tidak turun.
"Kau tidak turun?"
"Aku harus menyelamatkan Wilona. Dia berada dalam bahaya," kata Hanung.
"Baiklah. Jaga dirimu baik-baik...."
Clara berdiri disana hingga mobil Hanung berlalu.
Hanung dalam perjalanan ke Bos Koala Hitam demi menyelamatkan Wilona. Di perjalanan, dia menghubungi sepuluh anak buahnya agar pergi bersamanya.
"Siap Bos!"
Hanung menunggu di jalan hingga anak buahnya datang. Tidak lama kemudian, dia melihat anak buahnya datang dengan motor.
"Gimana Bos? Apakah kita akan langsung ke sana?"
"Tapi dengan sembunyi-sembunyi,"
"Kenapa Bos?"
"Karena dia ingin aku datang sendiri dan menukar Wilona dengan Clara. Itu jelas tidak mungkin. Mana mungkin aku membebaskan istriku dan menyerahkan gadis lain sebagai gantinya. Kau tahu Genta sangat kejam bukan?"
"Ya Bos! Jadi apa yang harus kita lakukan?"
"Aku akan datang sendiri lewat pintu depan. Kalian nanti masuk melalui benteng,"
"Siap Bos!"
Hanung dan anak buahnya lalu bicara dan menyusun rencana. Setelah membuat rencana mereka lalu berpisah.
Hanung dengan mobilnya pergi sendiri ke Villa Koala Hitam sementara anak buahnya melewati jalan tikus.
Dari Villa Koala Hitam, Genta sedang tersenyum puas dan tidak sabar untuk membalas perbuatan Hanung padanya.
Dari atas menara di Villa itu, dia menggunakan teropong untuk melihat apakah Hanung datang sendiri ataukan dengan polisi.
Setelah dia melihat sebuah mobil mewah, dan didalamnya dia seorang diri semakin mendekati Villa, dia tersenyum kecil.
"Bersiaplah. Dia datang!" ucap Bos Genta dan menyuruh membawa Wilona di atas menara.
__ADS_1
Hanung sampai di gerbang, dan dua penjaga segera membuka gerbangnya.
Mereka berdua memeriksa mobil Hanung dan juga bicara padanya.
"Tinggalkan senjatamu!"
"Oke...baiklah...."
Hanung terpaksa meninggalkan pistolnya di dalam jok mobil didekat jendela.
Dan dia memasukkan belati kecil di dekat sepatunya.
"Antar dia masuk kedalam!"
Hanung lalu dibawa oleh dua orang berbadan besar agar masuk kedalam menemui Bos Genta.
Saat akan masuk ke Villa itu dia mendengar seseorang berteriak dari atas menara.
"Hanuuuungggg!" Hanung melihat ke atas.
Wilona diikat disana. Hanung tersenyum padanya dan memberi isyarat agar dia tenang karena dia telah datang untuk membebaskannya.
"Ayo! Bos sudah menunggumu!"
Didalam ruangan yang besar nampak Genta duduk disebuah kursi mewah dan berbalik ketika Hanung datang padanya.
"Turunkan dia!" perintah Genta untuk menurunkan Wilona dari atas menara.
Dan ketika itu anak buah Hanung sedang berusaha masuk melalui tembok yang penjagaan nya tidak terlalu ketat.
Hanung akan melawan saat semua anak buahnya sudah masuk kedalam sarang koala Hitam.
Hanung kini sudah saling bertatap muka dengan Genta. Mereka berdua sama-sama memasang wajah keras dan amarah.
"Hahahaha...kenapa buru-buru? Kita belum bermain dan kau sudah ingin pergi saja?"
"Aku tidak punya waktu untuk bermain-main dengamu. Aku juga tidak punya masalah denganmu. Lalu apa masalahmu dengan menculik istriku?"
"Lihat ini!" teriak Genta memperlihatkan lukanya yang baru akan sembuh.
"Kau menembakku lebih dulu dan mencari masalah denganku. Tapi kau bilang kita tidak punya masalah?"
"Kau sudah menculik Clara!"
"Aku tidak menculiknya. Kami bekerja sama. Lalu kenapa kau menghalangi keinginan ku?!"
"Aku tidak suka kau memanfaatkan dirinya,"
"Siapa kau? Apa kau kakaknya? Ayahnya? Hingga kau berani melarangku menggunakan aktrisku sendiri!?"
"Jauhi dia. Dan kau bisa cari pengganti nya,"
"Hahahaha....kau berani mengaturku! Apakah kau tidak tahu siapa aku! Aku sangat kuat. Aku juga punya anak buah banyak. Apa semua itu tidak membuatmu takut?"
"Sudah kubilang. Aku tidak punya masalah dengamu. Lepaskan istriku dan biarkan kami keluar dari sini,"
"Wow....tentu saja. Tentu saja!
Genta nampak memberi isyarat pada anak buahnya.
Anak buahnya yang ada empat orang lalu masang kuda-kuda dan maju menyerang Hanung secara bersamaan.
"Sial! Mereka menyerang bersamaan!"
__ADS_1
Plak! Plak! Plak! Plak!
Bang! Bang!
Mereka bertarung dengan sengit. Hanung di keroyok empat orang secara bersamaan. Sejauh ini dia mampu menangkis serangan mereka meskipun hanya dalam hitungan bertahan dan mempertahankan diri.
Tubuh mereka besar dan kuat, sedang kan Hanung, dari segi postur tubuh jauh dibawah mereka.
Tapi dia tidak peduli, yang penting dia bertarung sekuat tenaga demi menyelamatkan istrinya.
Beberapa anak buah Hanung juga bertarung dan berhasil membebaskan Wilona.
Mereka berhasil mengalahkan beberapa anak buah Genta. Mereka akan masuk untuk menyelamatkan Hanung, namun sebuah pintu besi tiba-tiba turun dari atas dan menutup semua akses.
Wilona dan anak buah Hanung berhasil selamat namun Hanung masih terkurung didalam. Mereka tidak bisa masuk, dan salah satu dari mereka yang di jadikan pemimpin, memberi instruksi agar menjauh dari tempat ini sebelum anak buah Koala Hitam menangkap mereka.
"Bos suruh kita pergi jika dia terperangkap didalam. Nanti dia akan mencari cara untuk melarikan diri. Tapi kita harus menyelamatkan Nona Wilona saat ini, itu yang Bos katakan padaku,"
"Tapi...Hanung...dia berada didalam. Sendirian. Aku akan pulang sendiri. Kalian tetap disini dan selamatkan suamiku! Aku akan menyetir mobil sendiri," ucapnya dengan panik.
"Baiklah. Satu dari kita akan bersamamu,"
"Hem, ya...." Wilona masuk kedalam mobil dan satu anak buahnya bersamanya.
Hanung masih terperangkap didalam dan ini memang siasat yang di lakukan oleh Bos Koala Hitam untuk mendapatkan aktrisnya kembali.
Dia melepaskan sandranya dan menahan sandera yang lainnya, Hanung sangat penting bagi Clara. Maka jika Clara bersembunyi di suatu tempat, maka dia akan datang untuk menyelamatkan kekasihnya itu.
Itu yang dipikirkan Bos Koala Hitam dan dia tidak mau merugi karena film dengan biaya yang sangat fantastis akan gagal gara-gara aktrisnya di ganti orang lain.
Mereka hanya ingin Clara sebagai aktrisnya, dan tidak mau yang lain.
Wilona sampai dirumahnya dan saat itu mertuanya dan Presdir berdiri di ruang tamu.
"Kau sendirian? Dimana putraku!?" Tidak bertanya bagaimana keadaan Wilona selama di sandera tapi sang mertua langsung bertanya dan mencemaskan putranya.
"Dia masih disana. Terkurung di markas itu!"
"Apa?!" Sang mertua berkata sambil menggoyangkan bahu Wilona dengan kasar.
"Kau selamat dan kau meninggalkan putraku disana!?"
"Kami akan masuk untuk membebaskannya, tapi sebuah pintu besi yang kuat, membuat kami tidak bisa menembusnya. Dia terjebak didalamnya...." Wilona terisak dan tiba-tiba Presdir jatuh pingsan ke lantai karena mendengar cucu kesayangannya berada di tangan musuh dan terjebak disana.
"Oma!? Wilina berteriak.
"Ibu!?" Rosma juga berteriak kaget.
"Ini semua salahmu! Jika sampai terjadi apa-apa dengan Ibu dan putraku, maka kau tidak akan aku maafkan!"
"Mami.....hiks hiks...."
"Pergi dari sini!" Usir sang mertua pada Wilona.
Ketiga anaknya menangis melihat sang ibu yang baru saja selamat diperlakukan dengan kasar oleh ibu dari ayahnya.
"Mama....." ucap Rian anak yang paling besar sambil memeluk mamanya.
"Sudah, tidak papa. Mama, baik-baik saja, ayo kalian masuk kedalam,"
"Suster, bawa mereka masuk kekamarnya,"
"Iya non...."
__ADS_1