
Arin berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah panjang membuat Kinara yang sedang duduk santai sambil membaca majalah menatap heran
"Kenapa sih dia dateng dateng kaya di kejar setan" gumam Kinara dan meminum teh nya sedikit
"Uhhh enak juga ya jadi orang kaya" ucap Kinara dan bersandar pada sofa empuk di rumahnya itu
Arin masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya dengan rapat
Berselang beberapa menit Valen datang dengan wajah babak belur. Kinara langsung menyemburkan teh yang sedang dia minum karena kaget melihat wajah suaminya babak belur seperti itu
"Hei ada apa kenapa kau bisa seperti ini" tanya Kinara
"Ini semua karena Arin gara gara dia aku di hajar habis habisan sama warga" ucap Valen kesal dan mengepalkan tangannya erat
"Hah? Arin?"
"Iya Arin"
"Kita beri saja dia pelajaran" ucap Kinara dan langsung berlari menaiki anak tangga ingin menghampiri Arin yang ada di lantai tiga
"Awwww Valen tolong!!!" teriak Kinara dari arah tangga. Valen berlari mendekati istrinya yang seperti nya kenapa napa
"Astaga Kinara!!" pekik Valen panik karena melihat Kinara terjatuh dari atas tangga
__ADS_1
Valen langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya dok" tanya Valen panik saat melihat dokter keluar dari ruang IGD
"Nyonya Kinara baik baik saja tetapi janin yang dia kandung.... "
"Kenapa dengannya" tanya Valen
"Mmm tidak ada hanya saja sekarang janinnya lemah jadi lebih hati hati lagi jangan terlalu banyak melakukan aktivitas" ucap dokter itu dan pergi
Valen bernafas lega mendengar anak dan istrinya tidak kenapa napa. Valen langsung masuk ke dalam ruang IGD tersebut
"Sayang bagaimana calon bayi kita apa dia baik baik aja" tanya Kinara
"Ini semua gara gara Arin" ucap Kinara menahan kesal
Setelah di nyatakan tidak kenapa napa dan di perbolehkan pulang, Valen membawa Kinara kembali ke rumah agar bisa istirahat dengan tenang.
"Arin!!!" teriak Kinara dari lantai bawah menggema sampai terdengar ke lantai tiga
"Istri bar Valen benar benar membuat keributan hampir saja anakku terbangun" ucap Arin kesal dan mengusap usap rambut Diego agar kembali tidur
Setelah memastikan jika Diego benar benar tertidur, Arin turun ke lantai satu
__ADS_1
"Arin!!!" teriak Kinara lagi
"Ada apa sih? Kenapa kau teriak teriak" ucap Arin kesal
Kinara melayangkan tangannya hendak menampar wajah istri pertama suaminya itu namun dengan cepat di tangkap oleh Arin
"Arin lepaskan tangan istriku" ucap Valen penuh penekanan
"Ya hanya dia istrimu lalu kenapa tadi kau mengaku sebagai suamiku? Hah!!" sinis Arin membuat Valen diam mematung
"Katakan padaku apa yang terjadi apa salahku hingga kau mau menampar wajahku" tanya Arin pada Kinara
"Gara gara lo suami gue babak belur kaya gini dan gara gara lo juga gue hampir saja kehilangan anak gue" teriak Kinara
"Kecilkan suaramu ini rumah bukan hutan jika ingin teriak mending pergi dari sini" ucap Arin santai sambil bersedekap dada
"Gila lo!! Yang harus pergi itu lo dan anak lo itu bukan gue ngerti lo!!" ucap Kinara
Arin terdiam memang surat pengalihan harta sudah jadi namun masih membutuhkan tanda tangan Valen
"Terserah gue gak peduli" ucap Arin santai dan berlalu menuju dapur
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1