Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 111


__ADS_3

Brak


Lichyia menutup pintu mobil dengan kesal dan langsung masuk ke dalam kastil itu


"Dimana semuanya" tanya Lichyia pada salah satu pelayan yang lewat


"Ada di lantai tiga nyonya" ucap pelayan itu


Lichyia menaiki satu persatu anak tangga yang berbentuk melingkar indah dan di lapisi karpet merah di bagian lantai sedangkan teralis besi berwarna emas


Leon dan Asha mengikuti langkah kaki Lichyia yang sangat cepat menaiki anak tangga


"Selamat datang sayang" teriak seluruh anggota keluarga serentak saat Lichyia berada di anak tangga terakhir


"Welcome to my palace queen" sambut Arel sambil merentangkan tangannya meminta pelukan pada istrinya itu


Lichyia tersenyum manis dan berjalan maju ke depan memeluk seseorang dengan erat


"Aku kangen sama mama aku khawatir tau sama mama" ucap Lichyia


"Arel kau ternyata masih kalah ya sama mama" goda Risa membuat Arel cemberut


"Aku bersedia memelukmu" ucap Leon yang baru sampai di anak tangga terakhir


"No!! Aku masih normal" ucap Arel dan menurunkan tangannya


Lichyia hanya terkekeh pelan lalu beralih memeluk suami tersayang nya


"Kau mengerjaiku" ucap Arel kesal


"Kau juga mengerjaiku kau membuatku khawatir dengan mematikan ponsel mu bukankah kita sudah sepakat apapun yang terjadi jangan mematikan ponsel" omel Lichyia sedangkan Arel hanya meringis saat mendengar omelan dari mulut cantik istrinya itu


"Maafkan aku" ucap Arel


"No enak aja aku di Itali mati matian hubungi kamu tapi ternyata kamu enak enakan disini" ucap Lichyia kesal


"Yaudah kalau gak mau maafin,, sayang anak papa yang baik kamu mau maafin papa kan ya" ucap Arel berbicara di depan perut istrinya


"Tidak papa!! Papa jahat sama aku" ucap Arlla menirukan suara anak kecil


"Ma kenapa di pihak Lichyia" rengek Arel


"Terserah mama dong"


"Biarkan saja kau tidak akan pernah menang saat menghadapi dua wanita yang sedang marah" bisik Alendra pada putranya


"Oh iya bagaimana keadaan hari itu bagaimana bisa kalian selamat dari bom itu" tanya Lichyia kini dengan raut wajah serius


Flashback


Lichyia calling Arel


"Iya sayang ada apa" tanya Arel


"Bawa semuanya keluar dari hotel itu cepetan!!" ucap Lichyia panik karena waktu semakin berkurang dan beberapa menit lagi bom itu akan meledak


"Kenapa memang"


"Kinara memasang bom cepat keluar tidak ada waktu lagi" ucap Lichyia


Tut..


Arel mematikan sambungan telepon secara sepihak dan berlari mendekati keluarga nya.


"Kita harus keluar dari sini Kinara memasang bom" ucap Arel panik


"Gila!!"

__ADS_1


Kinara tertawa jahat dan berlari hendak mendekati lift namun sudut mata Arel sangatlah tajam


Dor...


"Awww" ringis Kinara karena lengannya mengeluarkan cairan merah


"Kinara!!" teriak Valen


"Jangan harap kau lolos dariku" gumam Arel


"Apa yang kau lakukan" bentak Valen


"Aku hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan asal kau tau dia hendak mengebom tempat ini!! Dia wanita gila!!" bentak Arel


"Kinara!!" teriak Lela dan Tika lalu menghampiri Kinara yang sedang meringis kesakitan di depan pintu lift


"Ayo cepat kita keluar sekarang" Tika membawa Lela dan Kinara masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai dasar


Seluruh anggota keluarga Arel berlari dan memberitahu pada seluruh tamu untuk menyelamatkan diri mereka


Tit.. tit.. tit..


5


"Tapi kau bisa melukai anak gue" ucap Valen


"Aku tidak peduli"


4


"Bagaimana ini jika kita menggunakan lift maka akan lama" ucap Arlla sedikit panik


Arel menghiraukan pertikaian nya dengan Valen lalu membawa seluruh tamu juga anggota keluarga nya untuk masuk ke dalam satu ruangan yang di siapkan oleh Lichyia juga dirinya


Ruangan yang sudah di pastikan oleh mereka tahan terhadap apapun termasuk bom


3


Arel kembali keluar dari ruangan itu membuat semuanya memekik


"Arel!!!"


Arel menarik tubuh Valen dan mendorong nya masuk


"Arel cepat masuk" teriak Arlla panik karena Arel terjatuh saat mendorong tubuh Valen


Hingga seorang laki laki anak buah Valen membantu Arel dan mendorong tubuh Arel masuk ke dalam ruang aman tersebut


2


"Ayo cepat!!" teriak Tika sambil berlari di belakang Lela dan Kinara


Kinara yang kesulitan berjalan karena memakai gaun pengantin yang panjang


1


"Kau tunggu apa lagi cepat tutup pintunya Arel" bentak Bella


"Dia menyelamatkan ku" ucap Arel menunjuk laki laki yang menyelamatkan nya tadi


"Tidak ada waktu lagi" Bella memencet tombol merah yang ada di depan Arel hingga pintu perlahan tertutup


DUARRRR!!!....


Lela mendorong tubuh Kinara hingga tersungkur di depan hotel tepat sedangkan Lela dan Tika masih berada di dalam hotel


"Arrrkkhhhhh" pekik Tika dan Lela

__ADS_1


"Arrkhhh" teriak semua orang yang ada di ruang aman tadi sambil menutup telinga mereka


Bella membuka matanya dan menurunkan tangannya yang menutup kedua telinganya saat merasakan ada seseorang yang tengah memeluk dirinya


"Andra" gumam Bella


Andra langsung melepaskan pelukan nya dan mengubah wajahnya menjadi datar


"Kau anggota keluarga Arjaya aku... aku hanya tak mau terjadi sesuatu pada keluarga tuan Arel itu saja jangan berpikir macam macam" ucap Andra dingin


Arel dengan wajah paniknya langsung membuka pintu ruangan itu dan mencari seseorang dari balik puing puing hotel yang sudah hancur


"To... tolong" rintih seseorang


Arel dengan cepat mendekati asal suara itu dan membantu laki laki yang tejepit di antara bebatuan


"Kau selamat" ucap Arel dengan bahagia karena laki laki yang menyelamatkan nya tadi selamat dari bencana itu


Jika saja pria itu tidak membantunya maka dirinya sudah mati saat ini


"Rasya" gumam Valen


Valen dengan cepat membantu Arel membawa tubuh Rasya


Hotel milik Arlla yang di jadikan sebagai tempat acara itu hancur. Bom itu berhasil meluluh lantahkan hotel besar itu hingga rata


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap Valen


"Tidak!!" ucap Arlla dari arah belakang


Arlla mengkode putranya dan Arel hanya mengangguk tanda mengerti lalu membawa tubuh Rasya ke dalam helikopter


"Kau bisa kembali ke kediaman mu dia akan ikut bersama kita" ucap Arlla tanpa basi basi langsung pergi begitu saja


Seluruh anggota keluarga Arel masuk ke dalam helikopter yang sudah siap sedari tadi di sekitar area hotel untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu


Flashback off


"Apa kau lupa kau sendiri yang menyiapkan ruang aman itu juga helikopter helikopter itu lalu kenapa kau masih cemas" tanya Arel


"Kau tau saat aku melihat hotel itu hancur bahkan pikiranku tidak bisa berjalan lancar aku melupakan semuanya dan hanya memikirkan keselamatan kalian" ucap Lichyia


"Kami beruntung bisa selamat dari bencana itu dan semua itu berkat rencana mu yang sudah kau siapkan secara matang matang bahkan hal kecil pun kau perhatikan buktinya ada senjata api di setiap meja anggota keluarga" ucap Arlla


"Aku hanya memikirkan keselamatan kalian saja aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada keluarga ku" ucap Lichyia


"Lalu bagaimana keadaan Kinara dan mamanya" tanya Lichyia


"Kalau masalah itu kita tidak tau karena kita fokus pada pengobatan Rasya" ucap Arel


"Oh ya dimana Rasya aku harus berterimakasih padanya karena berkat dia dirimu masih ada di dunia" ucap Lichyia


"Aku disini Lichyia.... Aku sudah memenuhi janjiku bukan jika bukan dirimu yang kau lindungi setidaknya keluarga dan suami mu lah yang bisa aku selamatkan" ucap Rasya


"Terima kasih kau sudah menyelamatkan nyawaku... nyawa Arel adalah nyawaku juga dan tanpa dirinya aku tidak akan bisa hidup" ucap Lichyia sambil berjalan mendekati Rasya yang berdiri di samping nya


Untung saja kemarin Rasya langsung di tangani oleh dokter


"Aku sudah mengucapkan janji dan aku pasti akan menepati nya" ucap Rasya dengan tersenyum


"Ekhem disini suaminya masih idup loh jangan di lupain" teriak Arel kesal


"Mereka pelukan aja enggak cuma ngobrol doang kamu cemburu" ledek Sandra


"Dulu aja nolak" sindir Arlla


"Idaman banget bener bener laki laki sejati yang gak ngandelin omong kosong doang" ucap Bella pelan

__ADS_1


"Aku juga laki laki sejati asal kamu tau aja" ucap Andra tidak suka membuat Bella mengernyit bingung dengan pria di samping nya itu


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2