
...Rumah Arel...
Pagi pagi sekali Arlla, Sandra dan Bella datang ke rumah Lichyia. Suasana yang awalnya riuh karena suara Lichyia kini semakin ramai dengan kedatangan tiga wanita cantik lainnya
"Mama oma kak Bella tumben pagi pagi dateng kesini" tanya Lichyia
"Iya kita cuma mau nyampein kalau dua hari lagi kita sekeluarga akan liburan ke Bali dan kalian harus ikut" ucap Bella dengan semangat
"Harus?" tanya Lichyia
"Harus sekalian babymoon buat kalian" ucap Sandra
"Babymoon mah berdua ini sekeluarga bukan babymoon namanya" ucap Arel
"Hehehe anggap aja gitu"
"Disana kita nginep dimana? Di hotel?" tanya Arel
"Enggak dong disana mama punya resort kita bisa tinggal disana" ucap Arlla
"Yaudah deh kita ikut" ucap Lichyia semangat
.
...Rumah Valen...
"Kau sudah siap?" tanya Arin pada Rasya yang berdiri di depannya
"Ya aku sudah siap" ucap Rasya yakin
"Aku harap semuanya berhasil" ucap Arin
__ADS_1
"Berdoa saja aku akan membuat Valen tanda tangan surat itu" ucap Rasya dan berjalan masuk ke dalam ruang kerja Valen yang ada di lantai dua
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" ucap Valen dari arah dalam
Rasya masuk ke dalam dengan wajah datar dan banyak sekali berkas berkas yang di bawanya
"Ada apa" tanya Valen
Rasya meletakkan berkas berkas tersebut di hadapan Valen
"Ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani tuan" ucap Rasya hormat
Valen membuka salah satu berkas yang ada di bagian paling atas
"Ini semua soal pekerjaan?" tanya Valen
Tapi salah satunya ada surat pengalihan harta batin Rasya melanjutkan
Rasya sengaja meletakkan salah satu berkas pengalihan harta di bagian tengah semua berkas itu agar Valen lengah dan tidak membaca isi surat tersebut
"Terlalu lama jika aku membaca satu persatu" gumam Valen dan membubuhkan tanda tangannya di berkas berkas tersebut
Saat pada bagian Valen membuka berkas pengalihan hartanya jantung Rasya berdetak dua kali lipat takut jika Valen membacanya dan mengetahui rencana Arin
"Sudah ada lagi?" tanya Valen
Huft
Rasya menghela nafas lega karena akhirnya berkas tersebut sudah di tanda tangani oleh Valen tanpa di curigai sedikit pun
__ADS_1
"Tidak ada tuan"
Ceklek
"Sayang" rengek Kinara manja
Rasya menatap jijik pada wanita ****** di depannya ini yang kini menjadi istri dari bos nya itu
Rasya berjalan keluar dan menutup kembali pintu ruang kerja Valen
"Bagaimana" tanya Arin penasaran
"Beres kau tenang saja sebentar lagi seluruh harta Valen akan berubah menjadi atas nama mu dan juga Diego" ucap Rasya
"Makasih" Arin memeluk tubuh Rasya karena rasa bahagia nya
Rasya sedikit gugup karena pertama kalinya dirinya di peluk oleh seorang wanita selain ibunya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu
Begitu nyaman itulah yang di rasakan Rasya saat ini. Dengan perlahan Rasya membalas pelukan dari istri bosnya itu
"Iy.. iya sama sama" ucap Rasya gugup
Arin melepas pelukannya pada Rasya dan wajahnya memerah karena malu
"Maaf tadi reflek bener bener gak sengaja aku minta maaf sekali lagi main peluk peluk kamu gitu" ucap Arin kikuk
"Gak papa"
"Akhirnya satu rencana ku berhasil kini aku harap urusan perceraian ku juga akan lancar" ucap Arin
"Aku juga berharap yang sama" ucap Rasya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN