Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 156


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dan berganti menjadi minggu dan bulan. Sudah dua bulan lamanya sejak Valen di usir oleh Arin dari rumah itu


"Tahu tempe tahu tempe mulu gak ada masakan yang lain apa" cibir Kinara


Dea yang sedang manata piring untuk mereka makan malam langsung berhenti seketika


"Masih mending gue masakin lo pikir gue dapet uang dari mana buat beli makanan mahal hah!!" ucap Dea kesal


..."Dan kamu juga Nar kamu itu punya suami dan sebentar lagi akan punya anak ngurus aku aja gak mau apalagi masak" protes Valen ...


"Udah deh diem!! Gue itu lagi hamil besar dan kalian suruh buat ngelayanin kalian hah!! Mikir dikit napa" ucap Kinara kesal


"Ck diem lo duduk dan makan kalau gak mau itu urusan masing masing" ucap Dea


Dea duduk dan makan dengan tenang sedangkan Kinara dengan terpaksa wanita itu memakan makanan tersebut jika tidak dia bisa mati kelaparan apalagi sekarang uang Valen semakin hari semakin menipis


"Hooeekkk makanan apaan sih ini" gerutu Kinara dan memuntahkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya

__ADS_1


"Kinara jangan ngotorin lantai apartemen gue bego!!" gerutu Dea


"Huh!! Gue mau kehidupan gue yang dulu balik lagi" teriak Kinara


"Yang dulu yang mana? Yang tinggal di kontrakan kecil itu? Sama oma dan mama kamu" ucap Dea mengingatkan dari mana asal Kinara sebenarnya


"Sialan" umpat Kinara kesal dan pergi meninggalkan meja makan


Sedangkan Valen hanya diam dan makan dengan tenang pria itu tak berselera untuk berdebat dengan siapapun apalagi Kinara yang tiap hari kerjaannya ngomel mulu


"Sampe sekarang kamu belum dapet kerjaan terus kedepannya kita mau makan apa Valen kamu mau bunuh kita secara perlahan hah!! Kita bisa mati kelaparan kalau kamu gak segera cari uang" ucap Dea kesal pada suaminya itu


"Huh!!" Dea berdiri dari duduknya dan pergi dari apartemen itu. Dia ingin mencari udara segar agar pikirannya bisa sedikit jernih


Namun keluarnya wanita itu dari loby apartemen membuat Rasya yang akan kembali ke apartemen nya setelah berbulan bulan dia tinggal melihat keberadaan wanita itu


"Jadi mereka tinggal disini" gumam Rasya dan masuk ke dalam apartemen miliknya

__ADS_1


Dea berjalan ringan menyusuri trotoar sambil menendang kerikil kecil yang tak bersalah sebagai pelampiasan rasa kesalnya


Hidup dengan Valen ternyata tak seindah yang dia bayangkan bahkan apalagi ada Kinara di tengah tengah mereka. Di tambah keuangan yang semakin hari semakin menipis dan mereka harus bisa benar benar berhemat


"Hei neng cantik" goda salah satu pria yang berpakaian seperti preman dengan tampang genitnya


Dea tak menggubris sama sekali dan melanjutkan langkahnya


"Sombong amat neng"


"Minggir kalian!!" bentak Dea


Ketua dari kelompok itu memberi kode pada salah satu anak buahnya untuk membawa Dea pergi


"Arkkhhh tolong!! Tolong!!" teriak Dea meminta tolong namun tidak ada satupun yang menolong dirinya


Kenapa gak ada yang nolongin aku. Valen tolong aku!! batin Dea yang mulutnya sudah di tutup oleh preman tersebut

__ADS_1


Entah kemana para preman itu akan membawa dirinya namun Dea sangat takut karena dia yakin mereka akan mencelakai dirinya


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2