
"Ada apa Lichyia" tanya Arin dari balik sambungan telepon
Lichyia duduk di ranjangnya dengan Arel yang berbaring dengan berbantalkan pahanya. Sedangkan tangan wanita hamil itu mengusap lembut rambut hitam Arel
"Aku mau tanya gimana apa dia udah mau tanda tangan surat cerai itu aku harap kamu tidak di persulit lagi" ucap Lichyia
"Tenang aja berkat bantuan kamu dan juga ide ide kamu aku bisa dapetin tanda tangan Valen dengan mudah dengan menjadikan Kinara sebagai ancaman" ucap Arin dengan senyum di bibirnya
"Alhamdulillah aku hanya berharap kamu bisa bebas dari jeratan pria tak punya hati itu" ucap Lichyia
"Aamiin makasih ya atas dukungan kamu selama ini" ucap Arin
"Apa ada kata terima kasih antara sahabat" tanya Lichyia
"Pokoknya aku mau ucapin banyak banyak terima kasih buat kamu, suami kamu dan juga Rasya yang udah banyak bantu aku dan aku juga gak tau tanpa kalian entah apa yang terjadi padaku sekarang" ucap Arin
"Apa Valen Uudah tau jika semua hartanya sudah menjadi milikmu" tanya Lichyia
"Belum biarkan saja dia bekerja keras di perusahaan untuk diriku haha anggap saja sebagai imbalannya" ucap Arin
"Bagus.. aku harap Kinara tidak mencelakai Diego" ucap Lichyia
"Tidak selama ini Diego selalu bersamaku" ucap Arin
__ADS_1
"Oh ya ada apa telfon apa hanya tanya hal itu saja" tanya Arin
"Ah aku lupa aku mau undang kamu sama Rasya buat hadir di acara empat bulanan aku" ucap Lichyia
"Insya Allah aku akan dateng nanti aku juga akan sampein ke Rasya juga" ucap Arin
"Makasih ya" ucap Lichyia
"Sama sama aku tutup dulu telfon nya mau jemput Diego di sekolah" ucap Arin
"Iya hati hati" ucap Lichyia
Lichyia mematikan sambungan telepon mereka. "Udah?" tanya Arel dengan menatap wajah istrinya dari bawah
Sedangkan di rumah Valen, Arin tengah bersiap untuk menjemput putranya yang sebentar lagi akan pulang
Di lantai bawah Kinara sedang kedatangan tamu yang tak lain adalah Dea yang sekarang bergaya hidup mewah dengan uang Valen ralat dengan uang Arin
"Kapan kau akan menjalankan semua rencanamu empat bulan lo tinggal disini dan selama itu juga lo bisa gunain harta Valen buat balas dendam kenapa lo diem aja" ucap Dea kesal lantaran Kinara kini hanya dian saja dan tidak melakukan apapun
"No aku akan melakukan sesuatu tapi setelah aku melahirkan coba kau lihat aku sedang hamil enam bulan dan kau ingin aku balas dendam? Dimana otak lo" umpat Kinara kesal.
"Huh!! Ok asal lo gak lupa aja sama tujuan utama lo buat nikah sama Valen hanya untuk balas dendam pada Lichyia dan juga Arel" ucap Dea penuh penekanan
__ADS_1
Arin yang tengah menuruni anak tangga mendengar semua pembicaraan antara Dea dan juga Kinara yang sedang menyusun rencana
"Bodoh!! Bahkan kalian saja dalam pengawasan ku dan Lichyia bagaimana bisa kalian membalas dendam" gumam Arin dengan senyum miring
"Mau kemana lo" tanya Kinara pada Arin yang sedang melintas di hadapan mereka
"Mau jemput anak gue kenapa?" tanya Arin
"Huh" Kinara memutar bola matanya malas dan meminum jus jeruk yang ada di tangannya
Arin berjalan keluar dan masuk ke dalam taksi untuk menjemput Diego di sekolah nya.
"Lo bisa manfaatin itu" ucap Dea
"Maksud lo?" tanya Kinara tak paham
"Bego!!"
"Singkirin istri pertama suami lo agara dia tidak menguasai harta Valen dan sepenuhnya akan jadi milik lo" ucap Dea dengan penuh siasat
"Buat apa? Toh sebentar lagi mereka akan cerai dan gue akan menjadi ratu satu satunya di harta kekayaan Valen haahaha" ucap Kinara
"Tapi gak masalah juga sih sedikit bermain main dengan wanita lemah itu" ucap Kinara dan menelpon seseorang
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN