Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 72


__ADS_3

Pukul delapan pagi Arel terpaksa harus pergi bekerja karena ada meeting dengan klien penting padahal dalam hatinya berat untuk meninggalkan istrinya yang masih marah padanya


"Hm hati hati" ucap Lichyia cuek


Arel mencium sekilas kening istrinya dan wanita itu tetap tidak bergeming


"Hati hati di rumah" ucap Arel dengan hati berat


Arel mengendarai mobilnya keluar dari area rumah mewahnya pergi menuju kantor Rakhsa Group yang sedang dia pimpin


Lichyia berjalan masuk ke dalam rumah dan matanya memicing saat melihat salah satu pembantunya berjalan terburu buru menuju taman samping


Dea mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang


"Halo nona Kinara" sapa Dea


"Ya ada apa beri aku kabar baik agar mood ku kembali" ucap Kinara kesal


"Ada memangnya" tanya Dea


"Aku baru saja keluar dari penjara gara gara majikan sialan mu itu yang menjebloskan aku ke penjara untung saja ada Valen yang bisa membantuku" ucap Kinara panjang lebar


"Huh untunglah sekarang sudah keluar dari penjara" ucap Dea membuat mata Lichyia membola


"Bagaimana bisa dia bebas pasti ada seseorang dengan status tinggi yang membantu nya" gumam Lichyia


"Aku akan mencari tau nya nanti"


"Eh saya ada kabar gembira buat nona Kinara"

__ADS_1


"Apa tuh" tanya Kinara antusias


"Nyonya Lichyia sama Tuan Arel sekarang lagi bertengkar hebat ya... gara gara fitnah dari saya hahahah" ucap Dea dengan tertawa


"Bagus aku suka dengan cara kerja mu cepat dan tepat" ucap Kinara dengan senyum sinis di seberang sana


"Ya mungkin sebentar lagi akan cerai kalau di tambah bumbu bumbu pemanas dikit hahaha" ucap Dea


"Bagus bagus kerjakan secepatnya dan liat rekening mu ada transfer an dari ku sebagai bayaran karena sudah berhasil membuat mereka berdua pisah" ucap Kinara


"Jika mereka berpisah maka aku akan masuk ke tengah tengah mereka dan berlagak seperti pahlawan" lanjut Kinara dengan binar bahagia


"Bahagialah kalian sekarang coba lihat nanti ada kejutan besar untuk kalian" ucap Lichyia dan berlalu pergi


"Ya udah itu dulu nanti saya kabari lagi saya takut ketahuan" ucap Dea


"Hm baiklah"


.


.


Pukul dua belas siang di perusahaan Rakhsa Group Arel masih diam mematung di ruang kerjanya bahkan setelah melakukan meeting pria itu tidak menyentuh berkas berkas yang harus dia pelajari


Pikiran Arel terus teralih pada wanita yang ada di rumahnya. Istrinya sedang marah besar padanya bahkan dia bingung bagaimana cara membujuk wanita itu


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" ucap Arel dingin

__ADS_1


Andra masuk dengan setumpuk berkas dan meletakkannya di atas meja kerja Arel


"Andraaa" teriak Arel tertahan


"Iya bos"


"Pekerjaan sebelum nya bahkan belum aku selesaikan kenapa lo ngasih lagi" ucap Arel geram


"Maaf tuan tapi.. itu... " ucap Andra tak mampu melanjutkan kata katanya


"Apa? Hah!! Kenapa gak di lanjut" tanya Arel


"Gak ada apa apa tuan saya permisi dulu" ucap Andra dan berjalan menuju pintu keluar


"Tuan Arel kenapa ya sensian banget apa lagi dateng bulan" gumam Andra


"Andra" panggil Arel membuat Andra menegang seketika


"I.. iya"


"Cara bujuk cewek gimana sih biar gak ngambek lagi" tanya Arel


Andra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Mana saya tau tuan saya gak pernah punya cewek apalagi soal rayu merayu gitu" ucap Andra jujur


"Ah sudahlah pergi sono percuma minta saran sama kamu dasar jomblo akut" umpat Arel kesal


Sial. gue di katain jomblo akut batin Andra tak terima

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2