Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 12


__ADS_3

Wilona ketakutan didalam mobil yang dijaga oleh empat pria berbadan besar. Wajah mereka penuh dengan tato juga badan mereka.


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan? Turunkan aku, akan aku berikan apapun yang kalian minta. Aku punya uang, berapa yang kalian minta, akan aku berikan, tapi...lepaskan aku!" Wilona memohon sambil menangis dan mencemaskan ketiga anak-anaknya.


"Kami hanya menjalankan perintah! Kau diam dan jangan banyak bergerak. Atau kami terpaksa bertindak kasar padamu!" ucap dua orang yang mengapit Wilona.


"Kalian akan membawaku kemana?"


"Jangan banyak bertanya! Nanti kau juga akan tahu setelah bertemu dengan bos kami!"


"Aku mohon...lepaskan aku. Aku punya tiga orang anak. Dan mereka masih kecil. Jika kalian membawaku, mereka akan menangis mencari diriku... turunkan aku dan akan aku berikan sejumlah uang yang kalian inginkan!" Hanya itu yang Wilona pikirkan demi menyelamatkan dirinya dan bisa kembali ke rumahnya bertemu dengan anak-anak nya.


"Maaf nona. Bukan uang yang kami inginkan darimu!"


"Lalu apa? Aku tidak punya musuh. Aku hanya ibu rumah tangga!"


"Oh ya? Tapi...kau punya suami bukan? Dan mobil ini? Ini milik mu dan suamimu bukan?"


"Iya. Mobil ini milikku. Jika kalian mau. Ambillah. Aku akan turun disini. Ambil saja mobil ini!"


"Begitu ya....jadi benar mobil ini adalah milikmu? Kau tahu, dimana suamimu sekarang?"


"Dia sedang bekerja. Aku mohon, lepaskan aku dan jangan ganggu suamiku. Dia pria yang baik. Dia pasti tidak punya musuh. Untuk apa kalian mencarinya?"


"Hem...pria yang baik kau bilang? Tentu saja! Karena dia pria yang baik maka dia sangat peduli pada para gadis bukan? Karena suamimu! Bos kami nyaris rugi besar! Dia kehilangan artisnya dan bos kami ditembak oleh suamimu itu!"


"Tidak mungkin! Suamiku tidak mungkin melakukan itu. Kalian pasti salah orang. Dan juga salah tangkap orang. Bukan kami orangnya,"


"Kita sudah sampai. Bawa dia turun!"


Wilona dibawa oleh dua orang yang berbadan besar dan membawanya ke hadapan Bosnya.


Sore hari.....


Semua khawatir karena Wilona tidak kunjung pulang. Clara yang pulang dari kantor bersama Hanung, segera masuk ke kamarnya di rumah besar, itu saat tidak ada yang melihatnya.


Presdir sedang ada dikantornya di lantai satu.


Presdir juga sudah akan selesai dengan beberapa berkas, lalu dia naik ke lantai tiga.


Saat keluar dari lift dirumahnya, dia seperti melihat seorang perempuan dari kamar yang kosong dan sudah lama tidak digunakan.


"Seperti ada orang disana," ucapnya dan berjalan mendekati kamar itu.

__ADS_1


Clara berada didalam dan sedang bicara sendiri sambil tersenyum simpul.


"Aku akan mendapatkan kekasihku kembali. Calon ibu mertuaku sudah merestui hubungan kami. Aku hanya menunggu Hanung berpisah dengan istrinya itu. Bukan aku yang menggangu hubungan mereka, aku juga bukan pelakor. Tapi dia yang menjadi duri diantara aku dan kekasihku. Dia yang merebutnya dariku! Maka aku tidak salah jika merebut dia kembali," katanya dengan tersenyum didepan kaca.


Presdir membuka pintu karena ternyata terbuka sedikit dan dia mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh wanita itu.


"Siapa kau!?"


"Presdir...kau disini?" Clara terbelalak kaget. Dia ketahuan jika berada dirumah ini.


"Tentu saja aku disini. Ini rumahku. Tapi siapa kau?"


Hanung tiba-tiba muncul dan dia juga kaget karena Oma menemukan Clara.


"Oma....?"


"Hanung. Jelaskan semua ini!"


"Dia...temanku," ucap Hanung.


"Teman? Kau membawa masuk temanmu seperti seorang pencuri? Sejak kapan dia ada dirumahku?"


"Ehm..."


"Kau juga tahu. Lalu kenapa tidak ada yang memberitahuku? Jika dia tinggal disini?"


"Karena...dia adalah kekasih Hanung. Mereka akan menikah namun Hanung ibu paksa untuk menikahi janda itu,"


"Rosma. Kau sadar apa yang kau katakan?"


"Tentu ibu. Aku sadar apa yang aku katakan. Ibu sudah membuat dua kekasih yang saling mencintai menjadi patah hati. Mereka saling mencintai dan putraku juga akan bahagia jika menikah dengan gadis pilihannya,"


"Rosma! Kau tidak pantas mengatakan hal itu sebagai seorang ibu mertua. Putramu sudah menikah. Dan gadis ini, tidak bisa berada didekat cucuku. Hanung, Oma tidak percaya kau membohongi ku. Selama ini aku sangat mempercayai mu, tapi kau...."


"Oma...maafkan aku. Semua menjadi rumit, aku tidak tahu harus berbuat apa?" Hanung menjadi seperti patung, bingung.


"Kamu menyimpan kekasihmu dirumah ini, dimana ada istrimu dan pernikahan kalian baru juga seumur jagung. Tapi kamu malah melakukan cinta terlarang dengan wanita model itu? Caranya berpakaian saja membuat aku sesak nafas!" tukas Presdir dengan suara lantang.


Clara terperanjat dan kaget ketika melihat muka Presdir yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Jangan ada yang berani menentangku, terutama kau Rosma!"


Tiba-tiba, Clara punya kesempatan untuk bicara jika dia dan Hanung tidak bisa berpisah.

__ADS_1


"Itu...karena....kami saling mencintai,"


"Bukan. Bukan seperti itu Oma. Jangan salah paham," kata Hanung seakan tidak ingin masalah bertambah rumit.


"Hanung...." ucap Clara.


"Cukup! Apapun alasannya aku tidak mau dengar! Kau, kemasi barangmu dan pulanglah ke rumahmu, dia pria yang sudah beristri. Kamu tidak pantas berada satu kamar dengannya sementara istrinya tidak ada dirumah? Kau masih punya rasa malu bukan!"


"Oma....dia..."


"Hanung! Antarkan dia kerumahnya dan kamu segera kembali. Kita bicara setelah dia pergi dari sini!"


"Tapi Oma...."


"Cepat, sebelum kesabaran ku habis!"


"Iya Oma,"


Rosma hanya berdiri mematung tanpa bisa melakukan apapun di depan Presdir yang tidak lain adalah mertuanya.


Dia tidak berani menentangnya sejak dulu hingga saat ini.


Dan saat itu asisten rumah tangganya yang sudah siuman dan merasa badanya sudah lebih baik tergopoh-gopoh berlari ke halaman dan memanggil Hanung.


"Tuan! Tuan! Nyonya Wilona....dia...dia dibawa penjahat!"


Semua orang kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh asisten rumah tangga itu.


"Apa!?"


Semua terpana termasuk Hanung yang akan mengantarkan Clara mencari apartemen yang baru.


"Itu Tuan....." Asisten rumah tangga itu lalu menceritakan bagaimana mereka membawa Wilona dan ciri-ciri orangnya.


Drt....


Tiba-tiba Hanung mendapat telepon dari orang yang tidak dia kenal.


"Hanung....mereka menahanku disini...." rintih Wilona didalam telepon itu.


"Wilona...." saat Hanung menyadari itu suara istrinya, tiba-tiba suaranya berubah menjadi suara pria.


"Aku tunggu di Villa Koala Hitam. Datang dan selamatkan istrimu!"

__ADS_1


__ADS_2