
Wilona membantu Hanung dan mengajaknya istirahat dikamarnya.
"Suster, nanti Rima dan Rita akan tidur dikamar sebelah,"
"Baik non..."
Saat Wilona sendirian, maka dia mengajak kedua anaknya yang masih kecil untuk tidur dengannya. Namun ketika suaminya datang, maka dia ingin memberi ruang pada suaminya untuk menghabiskan waktu hanya berdua saja. Apalagi, ini adalah awal mereka merasa begitu dekat sejak menikah.
"Aku senang kau datang. Aku akan merawatmu dengan baik. Jangan khawatir..." ucap Wilona pada Hanung.
"Kau tidak bertanya kenapa aku kemari?"
"Untuk apa bertanya. Suamiku pulang dan aku menyambutnya. Itu sudah lebih dari cukup," ucap Wilona berusaha memahami keadaan ini.
"Kau tidak ingin tahu? Sungguh? Apakah kau begitu mempercayai ku?"
"Tentu saja. Kau adalah suamiku. Aku sangat mempercayai dirimu..."
"Jika begitu, maafkan aku. Selama ini aku telah banyak berbohong padamu. Diam-diam aku sering bertemu dengan Clara. Kau tahu kan apa nama hubungan kami sebelumnya?"
"Ohh...itu...." Sesaat Wilona tertegun.
"Tapi jangan khawatir. Aku sudah memutuskan untuk menjauhi dirinya. Dia adalah masa laluku. Dan kau adalah masa depanku. Apakah setelah apa yang aku katakan ini, kau masih percaya padaku? Atau kau justru meragukan diriku?"
"Tidak....aku senang kau bicara jujur. Aku berterimakasih karena kau terbuka padaku," Wilona merasa sangat terharu karena Hanung berkata jujur padanya.
Hatinya memang terasa sakit saat suaminya diam-diam menemui kekasihnya. Tapi semua butuh proses, dan Wilona menghargai itu. Bagaimanapun perjodohan antara dirinya dan Hanung terjadi begitu cepat, dan masing-masing berusaha beralih dari masa lalu mereka perlahan ke hubungan yang baru.
.
Clara datang ke markas Koala Hitam dan Genta sudah menunggu dengan tertawa sangat lebar menyambut kedatangan aktrisnya.
"Selamat datang kembali! Mari kita rayakan kedatanganmu dengan pesta kecil..."
Clara melangkah perlahan dan dia lihat di sekelilingnya ada begitu banyak bunga dan juga balon.
Clara tersenyum kecil dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Duduklah..."
"Terimakasih..."
Genta menuangkan minuman untuk mereka berdua.
"Aku tidak...." ucap Clara menolak minuman yang diberikan Genta.
"Ayolah. Hanya sedikit saja..." Genta memaksanya dengan menyodorkan minuman itu dan menyentuh jari Clara dengan genit.
"Tidak ada yang bisa menggantikan pemeran utama di film yang sedang aku buat. Syukurlah kau sadar dan datang padaku..."
__ADS_1
"Aku tidak datang dengan tangan kosong. Ini untukmu. Dan ini kesepakatan kita,"
Clara menyodorkan selembar kertas dengan beberapa daftar yang harus dipatuhi Genta selama dia menjadi aktrisnya.
"Apa ini?" Genta terkejut setelah membaca beberapa tulisan di barisan awal.
"Ini syaratku. Aku akan bermain dengan profesional selama kau juga begitu. Kau ingin film ini sukses bukan. Jadi biarkan aku bekerja dengan tenang...."
"Oke....oke....dimana aku harus tanda tangan?"
"Disini..." ucap Clara dan Genta membubuhkan tanda tangannya.
Genta sempat menggelengkan kepalanya saat membaca beberapa syarat yang artinya mereka berdua harus menjaga jarak jika tidak sedang terlibat adegan.
.
Selesai syuting Clara keluar dan Genta kekeh untuk mengantarkannya sampai di apartemen. Clara membuat syarat agar dia tidak di ikuti dan diawasi oleh anak buahnya lagi.
"Aku harus memastikan keselamatan mu, Kau adalah aset berharga bagiku. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa,"
"Selama ini aku selalu baik-baik saja. Kau tidak perlu cemas!"
"Tidak! Kali ini kau jangan menolaknya. Aku setuju dan menandatangani dengan sukarela syarat darimu, jadi kau jangan menolak ku. Ini diluar jam kerja dan diluar kesepakatan. Kesepakatan itu hanya berlaku jika kita sedang syuting bukan?"
"Baiklah...kau bisa antarkan aku. Tapi kau tidak boleh masuk ke apartemen ku..."
"Silakan masuk...." Genta membuka pintu mobilnya untuk Clara.
Ketika mereka sampai di apartemen, Rosma berdiri disana dan melihat Clara dengan seorang pria.
Clara turun dan melambai pada Genta.
Tiba-tiba dia terhenyak kaget saat Rosma sudah berdiri di hadapannya.
"Tante...."
"Tante disini?"
"Kau pergi dari rumah dan itu membuat Tante terkejut...."
"Mari, silakan masuk. Apartemen ku kecil dan semoga Tante nyaman..." Clara menaruh tasnya dan mengambilkan minuman untuk tamunya.
"Terimakasih..." ucap Rosma ketika Clara memberikan minuman untuknya.
"Kenapa kau pergi dari rumah? Apa yang terjadi?" tanya Rosma menatap Clara dengan penuh tanda tanya.
"Untuk apa aku disana? Hanung memutuskan hubungan kami,"
"Kenapa kau mudah sekali menyerah. Kau harus berusaha lagi,"
__ADS_1
"Tadinya aku pikir pernikahan mereka hanya kontrak dan Hanung akan kembali padaku. Tapi jika dia tetap ingin mempertahankan pernikahan nya, maka lebih baik aku mundur saja, meskipun aku sangat kecewa padanya,"
"Tidak bisa begitu. Jika salah satu pasangan kehilangan arah, maka kau harus menunjukkan jalan yang benar padanya," Rosma sepertinya tidak rela jika Hanung tetap mempertahankan pernikahan nya.
"Tapi Tante...apa yang harus aku lakukan?"
"Tante punya cara...."
Rosma lalu berbisik pada Clara.
"Apa? Istri kedua?"
"Iya. Jika kau menjadi istri keduanya maka kau bisa membuat Hanung mengabaikan istri pertamanya,"
"Tapi Tante... bagaimana jika Hanung tidak setuju?"
"Bukan dia yang akan memutuskan. Tapi Wilona,"
"Kok bisa begitu?"
"Pokoknya kamu tenang saja. Serahkan semuanya pada Tante, aku akan mengurus semuanya!"
"Ehm...baiklah. Aku sangat mencintai Hanung. Sepuluh tahun kami pacaran itu bukanlah kenangan yang mudah untuk dilupakan begitu saja. Jika aku harus menjadi istri keduanya, maka aku rela. Aku rela melakukan apapun untuk bisa bersamanya...."
"Oke. Kau tenang saja. Kau pasti akan bersama dengan putraku. Tante ada urusan penting. Sekarang Tante akan menemui nya..."
Rosma minum lalu pamit pergi dari apartemen Clara.
Clara menatap keluar jendela dari kamarnya dan hatinya yang hancur kini terbentuk kembali. Dalam hati dia masih sangat mencintai Hanung. Dan dengan ide dari calon mertuanya untuk memisahkan Wilona dan Hanung dengan menjadi istri keduanya maka harapan yang telah pupus kembali bersemi.
.
Rosma pergi kerumah Wilona. Dan saat itu, Hanung merasa jenuh di kamarnya. Dia lalu berjalan pelan-pelan dan tertatih keluar ke halaman rumah Wilona.
Dengan sabar, Wilona membantu Hanung dan mereka berdua terkejut ketika melihat Ibunya datang.
"Mami...." Ucap Wilona dan Hanung menoleh ke arah dimana maminya datang.
Rosma dengan senyum mekar dan manis mendekati putranya. Bukan tanpa alasan sikapnya berubah menjadi manis. Apalagi jika tidak ada maksud yang dia sembunyikan.
"Mami...."
"Aku datang karena aku sangat khawatir dan cemas melihat keadaan mu. Wilona punya tiga anak dan dia pasti kerepotan mengurus mereka semua. Aku pikir, mami akan disini untuk mengurusmu. Karena kau marah dan tidak mau tinggal bersama mami. Mami sangat kesepian...."
Hanung menarik nafas sesaat. Wilona tersenyum dan mulai merasa jika ibu mertuanya mungkin akan menerima dirinya karena terlihat dari sikapnya yang manis hari ini.
"Mami....mari masuk kedalam..."
Lihat saja! Aku pasti akan memisahkan kalian berdua. Meskipun putraku saat ini memihak padamu tapi dia adalah putraku dan aku adalah ibunya. Aku sangat mengenalnya dan aku tahu kelemahannya.
__ADS_1