
Seusai makan malam seluruh anggota keluarga Asha masih duduk di meja makan
"Kak dari tadi aku hubungi papa, mama dan Arel tapi gak bisa aku khawatir sama mereka" ucap Lichyia
"Kamu tenang dulu ok mungkin ponsel mereka mati" ucap Leon berusaha tenang
"Kamu ke kamar dulu aja istirahat ya kasihan si baby" ucap Asha menenangkan adik ipar nya itu
Lichyia mengangguk dan kembali ke kamarnya yang ada di lantai tiga
"Kita tunggu satu jam lagi jika tidak ada tanda tanda mereka menjawab panggilan kalian kita suruh orang untuk mencari tau apa yang terjadi di Indonesia" ucap Brawijaya
"Iya pa" ucap Asha lesu
Asha berjalan menuju taman belakang yang luas di lantai dasar sedangkan Leon masuk ke dalam ruang kerjanya yang ada di lantai empat
Lichyia mencoba menghubungi suaminya, papa dan mamanya berulang kali bahkan jika di hitung bisa sampai puluhan panggilan yang tak terjawab
***Asha calling Risa Wijaya
Leon calling Dika Wijaya
Lichyia calling Arel***
Off
__ADS_1
Semua ponsel mereka mati membuat semuanya semakin cemas dan khawatir terutama Lichyia yang sudah tau jika ada pengeboman di hotel itu
Lichyia selalu berdoa agar tidak ada korban jiwa disana terutama keluarga nya juga suaminya. Dirinya dan calon anak nya sangat butuh Arel di samping mereka
Wanita itu tak sanggup membayangkan jika sesuatu terjadi pada Arel maka apa yang terjadi nanti di kehidupan nya. Dirinya tak akan sanggup membesarkan anak mereka seorang diri tanpa Arel disamping mereka
Lelah tak bisa menghubungi keluarga nya, Lichyia menghubungi orang suruhannya. Namun nihil ponsel orang suruhannya pun mati
Ada apa disana hingga ponsel semua orang mati. Ingin rasanya Lichyia dengan teriak mengeluarkan emosinya saat ini
Lichyia calling Arlla Denata
Nihil
Hasil yang sama selalu dia dapatkan. Namun Lichyia tak menyerah dia menghubungi semua nomor anggota keluarga Denata dan Arjaya
"Lichyia" gumam Asha cemas dan langsung berlari menuju lift
"Hikss... hiks... selamatkan keluargaku Ya Allah jangan renggut mereka dari sisiku" Lichyia menenggelamkan wajahnya di kaki nya yang dia tekuk sambil bersandar pada pagar pembatas balkon
.
...Denata Hospital ...
"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi mereka tidak bisa kami selamatkan" ucap sang dokter dan pergi
__ADS_1
.
Brak
Leon mendobrak pintu kamar adiknya setelah mendengar teriakan Lichyia yang cukup kencang. Leon dan Asha masuk dengan wajah khawatir
"Sayang" Leon langsung memeluk tubuh adiknya
Asha menatap keduanya dengan tatapan sedih terutama Lichyia yang terlihat jelas raut khawatir di matanya
"Kakk!! Sebelum aku kesini... hiks... ada pengeboman di hotel itu... hiks" ucap Lichyia sambil menahan isak tangis nya
"Apa? Kau serius?" tanya Leon lembut
"Serius disana ada kamera yang aku pasang" ucap Lichyia
"Aku mau ke Indo sekarang kak"
Asha tanpa banyak bertanya lagi langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Siapakan jet pribadi saya" perintah Asha singkat dan langsung menutup sambungan telepon
"Kau yakin?" tanya Leon karena mengkhawatirkan kondisi adik juga calon keponakan nya yang masih berada di dalam perut Lichyia
"Aku yakin"
__ADS_1
"Baiklah kau siap siap beberapa jam kedepan kita akan terbang ke Indonesia istirahat dulu jangan terlalu di pikirkan ok" ucap Leon dan Lichyia mengangguk
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN