
Pukul tiga sore Arel pulang ke rumah. Pria itu pulang cepat karena tak ada gunanya juga dia berada di kantor sedangkan pikirannya melayang pada sosok wanita yang ada di rumahnya
"Lichyia sayang" teriak Arel
"Loh tuan udah pulang" tanya Dea yang sedang mengepel lantai rumah
"Kamu udah tau saya udah pulang masih nanya" ucap Arel ketus membuat Dea diam membisu
"Lichyia mana" tanya Arel
"Ada di dekat kolam renang tuan" ucap Dea
Arel berjalan cepat menuju area belakang rumah dan benar wanita yang berstatus sebagai istrinya itu tengah duduk santai di tepi kolam sambil membaca majalah dengan kaki menjuntai masuk ke dalam kolam
"Sayang" panggil Arel membuat Lichyia sedikit terkejut
"Apa?!! Mau buat aku jantungan" tanya Lichyia ketus padahal dalam hatinya dia sedang menahan tawa mati matian
"Eh enggak gitu sayang aku minta maaf" ucap Arel
"Huh!! Mandi sana kamu bau" ucap Lichyia sambil pura pura menutup hidungnya
"Mana gak bau gini emang bau apa? Wangi ya" goda Arel
"Bau asem kaya kambing" ucap Lichyia asal
"Tega banget sih suami sendiri disamain sama kambing" ucap Arel dengan bibir mengerucut
"Bodo amat mandi sana"
"Mandi disini aja ya depan kamu" ucap Arel
"Terserah" Lichyia kembali membaca majalah yang ada di tangannya
Arel berlari cepat menuju kamarnya yang ada di lantai dua dan tak lama dia kembali dengan memakai kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna putih. Rambut nya yang acak acakan membuat penampilan pria itu semakin terlihat perfect
Byurr
Tanpa aba aba Arel langsung menjeburkan diri kedalam kolam dan melupakan jika istrinya ada di tepi kolam
"Mass!!!" teriak Lichyia tertahan sambil mengusap wajahnya yang basah karena terkena guyuran air dari kolam akibat ulah suaminya itu
"Astaga gue lupa ada bini gue di pinggir kolam dasar Arel bego" gumam Arel mengumpati dirinya sendiri
"Sayang maaf" ucap Arel dengan tatapan memohon
"Au ah" ucap Lichyia semakin kesal pasalnya dia sudah mandi dan rapi tapi sekarang dia basah kuyup karena Arel
"Duh lupa singa nya belum jinak malah di semprot pake air makin ngamuk kan" gumam Arel
"Siapa singa" tanya Lichyia dengan tangan berkacak pinggang
"Ya kamu lah" ucap Arel reflek
"Eh enggak sayang maksudnya aku yang singa" ucap Arel cepat cepat
"Bilang aja aku yang singa kan tega banget sih kamu mas samain aku sama singa" ucap Lichyia kesal
"Lah tadi aku di samain ama kambing dia yang marah sekarang aku samain ama singa marah juga astaga gak pernah bener dah gue" gumam Arel merutuki nasibnya yang selalu serba salah dimata istrinya
__ADS_1
"Ngomong apa" tanya Lichyia yang tak mendengar jelas gerutuan suaminya
"Ah enggak sayang" ucap Arel sambil menelan salivanya kasar saat melihat tatapan tajam dan mengintimidasi dari Lichyia
Jika wanita itu marah maka akan terlihat sangat mengerikan bahkan Arel tidak bisa berkata apapun saat berhadapan dengan wanita itu
"Yaudah berenang sana habis itu mandi udah mulai sore" ucap Lichyia
"Iya" Arel berenang kesana kemari mengitari kolam renang berbentuk persegi panjang
Lichyia duduk bersila di tepi kolam sambil melihat suaminya yang sedang berada di dalam air
Arel menenggelamkan dirinya di air dan bertahan beberapa saat di dasar kolam untuk memancing apakah wanitanya itu akan khawatir padanya
Wanita yang masih duduk anteng di pinggir kolam melihat ke arah air dan beberapa detik Arel tak muncul ke permukaan membuat rasa cemas di hati Lichyia
"Kok gak keluar keluar" ucap Lichyia mulai panik
1
2
3
4
5
"Mas" panggil Lichyia sambil melihat ke arah kolam
"Masa iya tenggelam orang badan aja segede gajah gimana bisa tenggelam" ucap Lichyia panik
"Kamu tenggelam" tanya Lichyia dan. tak ada sahutan
"Mas jangan bikin aku khawatir deh" ucap Lichyia
Arel tersenyum gemas ternyata wanita itu bisa panik juga saat dia tak muncul beberapa detik di permukaan di saat dia sedang marah pada dirinya
"Ahhh" Arel keluar ke permukaan dengan senyum jahil. Pria itu mengguyur rambutnya yang basah ke arah belakang sambil menatap istrinya yang panik
"Huh!! Aku kira tenggelam" ucap Lichyia dan kembali duduk di pinggir kolam
"Aku kira kamu gak khawatir" ucap Arel dan berenang ke arah tepi
"Turun yuk renang bareng" ajak Arel
"Gak mau udah cukup kamu siram air tadi" ucap Lichyia datar
Byur
Arel menyipratkan air ke arah istrinya yang sedang memasang wajah datar padanya itu
"Mas" ucap Lichyia kesal
"Apa? Hm mau renang gak" tanya Arel dengan senyum jahil dan kembali menyemprot air pada istri lucunya itu
"Gak mau udah ihhh" ucap Lichyia sambil menutup wajahnya agar tidak terkena air dari Arel
Arel bangkit keluar dari dalam kolam renang lalu duduk berjongkok di depan istrinya itu
__ADS_1
"Udah ah marahnya aku capek tau liat wajah ketus kamu itu" bujuk Arel.
"Gak mau" Lichyia tetap kekeh pada pendiriannya
"Yaudah" Arel melepas kaos hitam yang melekat di tubuhnya lalu menbuangnya ke arah samping
Dea yang memperhatikan mereka sedari tadi langsung terpesona oleh tubuh atletis milik Arel
"Mau ngapain" tanya Lichyia heran sambil memalingkan wajahnya
"Eh ngapain liat yang lain" tanya Arel
Arel mengangkat tubuh Lichyia yang duduk dan merubahnya menjadi posisi berdiri di hadapannya
Keduanya berdiri di tepi kolam dan masih dalam penglihatan Dea yang bersembunyi di balik pintu yang tertutup tirai. Arel memeluk tubuh istrinya dan mencium lembut kening wanita itu sambil menjeburkan diri ke dalam kolam renang
Lichyia yang sedikit takut langsung memeluk erat tubuh suaminya
Byur
Kini keduanya berada di dalam kolam renang dengan posisi berpelukan dan Arel yang mencium kening istrinya
Lichyia memukul pelan dada Arel karena oksigen di dalam mulut nya telah habis. Dengan cepat Arel membungkam mulut Lichyia dengan bibir nya dan menyalurkan oksigen pada wanita itu
Namun pria itu tetap membawa istri nya naik ke atas permukaan
"Huh hah huh" Lichyia menyerap banyak banyak oksigen dan menetralkan degub jantungnya yang berdetak lebih cepat
"Kamu mau buat aku mati mas" tanya Lichyia pelan karena tubuhnya lemas saat kehabisan oksigen di dalam air tadi.
"Ya enggak dong maaf" ucap Arel dengan tersenyum manis
"Dasar mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Lichyia kesal.
"Gak papa dong kan cuma sama kamu istri aku" ucap Arel sambil merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan
"Bilang bilang kek asal njebur aja untung bisa nafas" ucap Lichyia
"Iya maaf mau renang apa keluar" tanya Arel lembut
"Keluar aja mau mandi lagi gara gara kamu tuh harus mandi lagi kan" ucap Lichyia kesal
Arel mengangkat tubuh Lichyia ala bridal style dan membawanya menuju kamar mereka tanpa memperdulikan lantai yang basah karena air dari tubuh mereka
"Aishhh harus ngepel lagi kan" ucap Dea kesal sambil keluar dari persembunyian nya
"Kenapa mereka makin mesra sih bukannya bertengkar hebat terus cerai gitu kan aku bisa gantiin posisi Lichyia terus gak jadi pembantu lagi kan capek tau ngepel nyapu nyiram bunga hadeh" gerutu Dea
"Kamu ngapain" tanya seseorang di belakang nya membuat Dea terkejut
"Eh bik Asih gak papa bik cuma mau ngepel aja" ucap Dea mencari alasan
"Yaudah ngepel sana bibik mau lanjut masak dulu bantu bik Siti" ucap Asih dan berjalan menuju dapur
"Huh ngagetin bikin orang jantungan aja kalau aku mati gimana kan batal jadi nyonya Arel" ucap Dea
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
AGAK PANJANG NIH MOGA SUKA YA
__ADS_1