
"Ada apa ini ribut ribut"
"Ini masih pagi"
"Maaf tuan besar ada yang ingin bertemu" ucap pelayan itu
"Pergi!!" ucap dingin pria itu
"Anda siapa?" tanya pria itu pada Lichyia
"Saya Lichyia Wijaya " ucap Lichyia singkat dengan wajah serius
Pria itu memandang Lichyia dari atas sampai bawah. Di pagi buta seperti ini wanita itu sudah rapi dan terlihat anggun sudah bertamu ke rumahnya bahkan waktu masih jam empat tiga puluh
"Ada urusan apa?" tanya pria itu
"Saya ingin bertemu Pak Ganjar" ucap Lichyia
"Saya sendiri silahkan masuk" ucap Pak Ganjar
Lichyia masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu setelah di persilahkan
"Ada keperluan apa hingga nona datang sepagi ini" tanya Ganjar
"Pertama saya perkenalkan diri saya dulu saya Lichyia istri dari Arel Denata dan saya tau jika semalam suami saya datang berkunjung ke rumah anda" ucap Lichyia
"Baik lalu?"
"Urusan apa yang di lakukan suami saya disini" tanya Lichyia
"Karena anda istri dari tuan Arel jadi anda juga berhak tau karena urusan yang dia lakukan semalam ada sangkut pautnya dengan anda" ucap Ganjar
Deg
__ADS_1
Lichyia berpikir jika Arel meminta pengacara nya untuk mengurus gugatan cerai yang dia layangkan
Wajah Lichyia berubah menjadi cemas dan takut
"Tenang nyonya bukan soal perceraian" ucap Ganjar
Lichyia menghela nafas lega mendengar jika Arel tidak menceraikannya
"Soal pengalihan harta" ucap Ganjar membuat Lichyia bingung namun tetap diam
Harta yang mana? Harta siapa?
"Tuan Arel membuat surat pernyataan jika suatu saat dia menceraikan nyonya maka seluruh harta milik nya akan menjadi milik nyonya" ucap Ganjar
Untuk apa Arel melakukan semua itu? Apa Arel berencana berpisah dengan dirinya
"Baiklah terima kasih ada hal lain?" tanya Lichyia
"Tidak ada"
"Tidak masalah"
"Saya permisi" Lichyia berjalan keluar meninggalkan kediaman Pak Ganjar dan kembali ke mobilnya
Wanita itu melirik ke jam tangan yang melingkar di tangan kanannya dan sudah pukul lima tiga puluh. Lichyia menginjak pedal gas nya meninggalkan rumah pengacara itu dan kembali ke rumah nya
.
"Kau habis dari mana? Kenapa pagi pagi sekali kau pergi" tanya Arel saat melihat Lichyia masuk ke dalam rumah
"Aku... aku pergi sebentar" ucap Lichyia
"Kenapa tidak izin dan kenapa harus sepagi ini" tanya Arel
__ADS_1
"Ya maaf aku lupa tadi aku buru buru" ucap Lichyia
Arel mencoba mengerti dan berpikir jika istrinya itu pergi ke rumah sakitnya bukankah dia seorang dokter
"Kita sarapan dulu makanan sudah siap" ucap Arel dan menggandeng tangan Lichyia membawanya ke ruang makan
Mereka berdua makan dengan lahap dan sesekali mengobrol ringan agar suasana tidak sunyi
"Kau mau aku antar atau naik mobil sendiri" tanya Arel
"Anter aja deh biar romantis dikit" ucap Lichyia
Arel tersenyum dan mengacak rambut istrinya gemas
"Ok mulai sekarang suami kamu ini yang akan mengantar kamu ke rumah sakit" ucap Arel
"Boleh sekalian aku menjenguk Kinara?" tanya Arel pelan
Lichyia menghentikan gerakannya yang hendak memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulut nya
"Boleh terserah kamu" ucap Lichyia
"Tapi kamu gak marah kan?" tanya Arel
"Gak buat apa aku marah bukankah dia masih kekasih mu?" ucap Lichyia sedikit sindiran
"Yaudah deh gajadi" ucap Arel
"Dih gitu aja ngambek" sindir Lichyia
"Siapa yang ngambek? Aku gak mau kamu marah lagi" ucap Arel
"Gak aku gak marah kok lagian dia di rawat di rumah sakitku jika kamu berani macam macam aku suntik mati kalian berdua" ancam Lichyia
__ADS_1
Arel meneguk ludahnya kasar mendengar ancaman istrinya yang seperti nya tidak main main
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN