
...Pukul 00:00...
...Di rumah Arel...
"Happy Birthday too you" ucap Lichyia sambil masuk ke dalam kamar dengan membawa kue di tangannya
Sedangkan Arel yang awalnya terlelap dan berada di alam mimpi nya langsung terbangun saat mendengar suara istrinya
"Sayang" ucap Arel dengan suara serak khas bangun tidur
"Happy Birthday my Hubby suamiku tercinta makin tua" ucap Lichyia
"Enak aja bilang tua" sungut Arel
Lichyia terkekeh pelan dan mendekatkan kue nya pada sang suami tercinta nya.
"Buat permohonan dulu"
"Semoga aku bisa selalu sama sama dengan kamu selamanya bahkan jika kita nanti mati aku ingin kita mati bersama" ucap Arel dan meniup lilin di kue tersebut
Lichyia terharu dan langsung memeluk tubuh suaminya erat. Dulu jika pernikahan mereka hanya atas dasar perjodohan namun dia bahagia karena kini sekarang mereka saling mencintai satu sama lain meskipun pernah terhalang dengan kehadiran Kinara sebagai orang yang dulunya di cintai Arel
Arel mencium lembut kening istrinya dan cukup lama. "Love you sayang jangan pernah tinggalin aku dalam keadaan apapun itu" ucap Arel
__ADS_1
Lichyia mengangguk sebagai tanda jawaban atas permintaan Arel. "Jika nantinya aku di minta memilih lebih baik aku mati bersamamu dari pada hidup tanpa kehadiran mu" ucap Arel
Wanita yang sedang hamil itu terisak membuat Arel mengernyit. Apa dia melakukan kesalahan?
"Hei ada apa" tanya Arel dengan mengusap lembut air mata yang mengalir di pipi putih istrinya
Lichyia menggeleng kuat dan tersenyum di balik air matanya yang terus mengalir. "Kenapa kita jadi bahas kematian sih" ucap Lichyia
"I'm so sorry" ucap Arel
"No problem"
"Apa kita memotong kue ini sekarang?" tanya Arel
"Heem aku mau memakannya sekarang" ucap Lichyia
Beberapa saat kemudian Arel kembali dengan pisau di tangannya. Pria yang sedang berulang tahun ke dua puluh enam itu memotong kue coklat dan menyuapkannya pada sang istri
"Kau senang" tanya Arel dan Lichyia mengangguk
Arel mengusap lembut bibir Lichyia yang terkena coklat. Pria itu tersenyum lembut saat melihat istrinya begitu bahagia malam ini
Tetaplah bersamaku meskipun maut memisahkan kita batin Arel
__ADS_1
.
"Mama ayo" ajak Diego sambil menarik tangan mamanya
Arin mengernyit bingung sedari tadi dia di suruh untuk berganti pakaian yang bagus juga berdandan yang cantik oleh anak nya yang tampan itu
"Kita mau kemana memangnya" tanya Arin yang sudah kesekian kalinya
"Nanti mama juga tau" ucap Diego
Arin menggunakan gaun berwarna merah meroon dengan high heels berwarna senada membuat penampilan nya di malam ini sangat terlihat elegan
Tap.. tap.. tap..
Arin menuruni anak tangga satu persatu dengan Diego di sampingnya. Bocah tampan itu sudah berpakaian rapi dengan tuksedo yang melekat di tubuhnya
"Masuklah mam" perintah Diego dan Arin hanya bisa pasrah menuruti apa kemauan putra kecilnya itu
"Ayo pak" Diego meminta sang supir untuk menjalankan mobilnya keluar dari area rumah Arin tersebut
Selama perjalanan Arin di buat penasaran dengan kemana tujuan mereka saat ini
"Kita sebenarnya mau kemana sih" tanya Arin lagi
__ADS_1
"Nanti mama tau juga" ucap Diego kesekian kalinya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN