
"Arkhhhh" pekik Kinara karena Arlla kini mencekik lehernya dengan kuat bahkan untuk rasa kasihan sudah enyah dari hati ketiga wanita di depannya itu
Lichyia menarik tubuh Kinara dengan kasar keluar dari ruang bayi itu dan menjatuhkan dengan kasar hingga Kinara tersungkur dan membentur lantai
Plak
Satu tamparan mendarat di wajah Kinara meninggalkan bekas merah di pipi kanan wanita itu
"Kau berniat membunuh ku dan anakku juga kan maka bermimpilah karena itu tidak akan pernah menjadi kenyataan" ucap Lichyia yang darahnya sudah mendidih perbuatan Kinara kali ini benar benar tidak bisa di maafkan
Anak buah Arel dan Arlla berusaha mendekat dan menarik Kinara agar tidak melukai sang nyonya nya
"Jangan mendekat!!" perintah Lichyia
"Tapi nyonya.."
"Turuti perintah menantuku" bentak Arlla
Akhirnya anak buah Arel mundur perlahan dan menyaksikan bagaimana Lichyia menyiksa Kinara habis habisan dengan Arin dan juga Arlla yang turut campur tangan
__ADS_1
"Kalian pergi jaga anakku jika sampai terjadi sesuatu pada putraku maka kalian akan habis di tanganku sendiri" ancam Lichyia
Anak buah Arel hanya mengikuti apa yang di perintahkan Lichyia tanpa banyak bicara
Plak
Satu tamparan kembali mendarat di pipi sebelah kiri Kinara dan itu di lakukan oleh Arin
"Kau telah menghancurkan rumah tanggaku dan kau juga yang merebut Valen dari ku bahkan kalian menikah di belakang ku apa kau puas hah!!" bentak Arin meluapkan semua isi hatinya
"Kalian gila!! Kalian menyiksa ku seperti ini apa kalian tidak punya rasa kasihan hah!!" ucap Kinara yang sudah tak berdaya
Plak
"Kasihan!! Hanya seperti ini kau bilang kau terluka begitu hebatnya apa kau lupa dengan semua perbuatan mu barusan yang bisa membuat Lichyia menangis darah karena kehilangan anaknya" bentak Arlla
"Persetan dengan kasihan!! Mimpi kau bisa lepas dari kita" ucap Lichyia dengan nada tinggi
Arlla menarik Kinara hingga berdiri dan membenturkan ke dinding hingga darah segar menetes di kening wanita itu
__ADS_1
"Asshhh" ringis Kinara yang semakin lemas
Tubuhnya yang semula sudah lemah karena tidak di beri makan selama berhari hari kini semakin terasa sakit karena di siksa oleh Arin, Arlla dan juga Lichyia
Ketiga wanita itu seolah kehilangan hati nurani mereka saat ini dan meluapkan semua emosi mereka yang selama ini mereka pendam
Lichyia menarik rambut Kinara dengan keras lalu membanting tubuh Kinara tanpa ampun. Kasihan? Apa kalian masih bisa merasakan kasihan pada orang yang akan membunuh anak kalian. Kalian mungkin seketika mati rasa dan tidak peduli konsekuensi yang akan di tanggung dengan perbuatan nya
Arin menekuk lututnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Kinara yang terduduk di lantai dengan mengenaskan. Tangan Arin menyentuh kedua pipi Kinara dan menekannya keras hingga Kinara kesulitan berbicara.
"Mengapa? Sekarang kau merasakan kan betapa sakitnya kami saat kau sakiti" ucap Arin pelan namun penuh penekanan
"Kau tidak sadar dengan semua perbuatan keji kamu yang kamu rencanakan selama ini dan menyakiti hati seseorang begitu dalam"
"Ku... mohon... ku mohon... maafkan aku" lirih Kinara dengan nafas menderu
Arin membuang wajah Kinara dengan kasar ke arah samping dan Arin berdiri dengan tegak di depan Kinara.
"Tidak ada kata maaf lagi untukmu"
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN