
"Selamat ya Arin selamat menempuh hidup baru dan semoga sakinah mawwadah warohmah" doa tulus terucap dari bibir manis Lichyia
"Aamiin makasih ya Lich" ucap Arin
"Sama sama" Lichyia dan Arel pun pergi setelah mengucapkan selamat pada pengantin baru itu
"Mama papa kalian melupakanku" ucap Digeo dengan bersedekap dada dan wajah cemberut
Arin dan Rasya saling menatap dan tersenyum sekilas lalu beralih pada Diego
"Iya tuh papa lupa sama kamu saat sama mama gimana dong" goda Rasya
"Huh!!" decak Diego
Arin terkekeh pelan melihat keusilan suaminya pada anak semata wayangnya itu
"Enggak dong sayang kita gak lupa sama kamu" ucap Arin dan mencium pipi gembul anaknya
"Benar?" tanya Diego dan Rasya mengangguk
Datanglah Dea dan Valen yang berada di atas kursi roda mendekat ke arah mereka bertiga yang tengah berbahagia
"Arin" panggil Valen dan Arin menoleh
"Selamat ya atas pernikahan kamu aku harap pernikahan mu kali ini akan bahagia" ucap Valen
"Iya terima kasih" ucap Arin
"Kau tenang saja akan aku jaga Arin dan tak akan pernah ku buat dia menangis" janji Rasya
"Selamat ya Arin" ucap Dea
"Makasih Dea oh ya siapa yang ada di gendongan Valen" tanya Arin saat melihat bayi kecil yang ada di pangkuan Valen
"Dia anak kita aku mengadopsi dia untuk sebagai anak kita" ucap Dea karena memang benar kehidupan mereka begitu hampa setelah kepergian Lita
__ADS_1
"Oh ya lucu banget" ucap Arin
.
Hari berganti hari berubah menjadi bulan dan tahun kini tak terasa sudah sembilan tahun setelah kepergian Kinara waktu itu
Semuanya kembali bahagia Arin, Lichyia, dan juga Dea mereka hidup bahagia masing masing dengan pasangan mereka tanpa ada gangguan meskipun mereka harus merasakan penderitaan untuk meraih kebahagiaan itu
"Mama" teriak seorang bocah kecil perempuan berusia tujuh tahun saat keluar dari dalam mobil yang menjemputnya dari sekolah
"Mama... " teriak anak kecil itu lagi
Sedangkan keempat abangnya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adek nya yang bar bar sekali. Seorang anak kecil perempuan yang sama berusia tujuh tahun itu yang sifatnya lebih pendiam dari pada saudara kembar nya itu
"Iya sayang ada apa" tanya Lichyia
Ya wanita itu adalah Lichyia wanita yang di panggil mama oleh sang putri kecilnya Zeline Kania Putri Rakhsa
"Mama aku dapet juara" ucap Kania yang masih duduk di bangku kelas satu SD
"Dua" ucap Kania dengan mengacungkan angka dua
"Terus yang pertama siapa" tanya Lichyia
"Bu guru" ucap Kania polos
Lichyia menahan tawanya dan mencubit kedua pipi anak nya itu
Cup
Lichyia mengecup sekilas pipi anaknya dan mengajaknya untuk duduk di sofa ruang keluarga
"Siang mam" sapa Ald dan mencium pipi mama nya
"Ya sudah kalian pergi ke kamar kalian dan ganti pakaian kalian istirahat nanti malam kita akan makan malam bersama di restaurant kesukaan kalian" ucap Lichyia
__ADS_1
"Yeaaa" terika Kania bahagia
Mereka berenam masuk ke dalam kamar mereka masing masing sesuai dengan perintah Lichyia pada mereka
Zeline Kania Putri Rakhsa (7 tahun)
Valina Adinda Putri Rakhsa (7 tahun)
Rangga Dion Putra Rakhsa (7 tahun)
Samudra Putra Rakhsa (8 tahun)
Bryan Devan Putra Rakhsa (8 tahun)
Gerald Sandez Putra Rakhsa (9 tahun)
*Zeline, Valina, dan Rangga anak kembar ya tapi wajah mereka berbeda
*Samudra dan Bryan juga anak kembar
*Ald anak pertama
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1