
Keesokan harinya
Sinar mentari pagi menembus celah celah gorden berwarna emas membuat sepasang mata mengerjap perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk
Tubuh Lichyia menggeliat dan perlahan duduk bersandar di headboard ranjang
Pintu kamar Lichyia terbuka dari arah luar dan memperlihatkan Arel yang membawa nampan berwarna merah dengan sepiring nasi juga segelas susu di atasnya
"Morning my queen" sapa Arel sambil menutup pintu menggunakan bahunya
"Makan dulu aku udah siapin ini buat kamu sama my prince" ucap Arel
"Dari mana kamu tau kalau bayi ini laki laki" tanya Lichyia dengan mata memicing
"Aku nebak doang aku harap bayi ini laki laki nantinya tapi apapun nanti dan apapun jenis kelamin nya aku akan terima asal baby dan kamu sehat selalu" ucap Arel lalu mencium kening Lichyia
"Aamiin"
"Makan sekarang ya mau aku suapin?" tanya Arel lembut
"Pengertian banget sih ya aku mau" ucap Lichyia sambil mencubit pipi Arel yang putih hingga tampak kemerahan
"Aaa" Lichyia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Arel
__ADS_1
Arel meletakkan piring yang ada di tangannya lalu berjalan masuk ke dalam walk in closet. Tak lama pria itu kembali dengan sebuah gelang karet hitam di pergelangan tangannya
Dengan lembut dan telaten Arel menguncir rambut istrinya hingga tampak rapi
"Cantik" bisik Arel di telinga Lichyia membuat Lichyia tertawa
"Dari dulu cuma kamunya aja yang baru tau" ucap Lichyia
Arel melanjutkan menyuapi istrinya itu makan hingga habis.
"Minum dulu susunya"
Dalam hitungan beberapa detik satu gelas susu khusus ibu hamil itu kosong dan berpindah di perut Lichyia
Kinara dan Dea sudah bersiap dengan pakaian serba hitam siap untuk mengantarkan Lela dan Tika ke tempat peristirahatan terakhir mereka
Pukul sembilan pagi tepatnya di TPU umum Lela dan Tika di kubur
"Aku bersumpah akan membalas dendam atas kematian kalian" ucap Kinara dengan nada penuh tekanan
Heleh ngomong balas dendam mulu ujung ujungnya gagal kaya kemarin coba coba bom hotel tapi malah keluarganya sendiri yang mati batin Dea mencibir
"Lebih baik kita pulang ini sudah panas" ucap Dea
__ADS_1
Kinara berdiri dan berjalan mengikuti langkah Dea. Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di apartemen milik Valen
Kinara duduk dengan kasar di atas sofa beberapa hari yang lalu apartemen ini berisi empat orang dan sekarang kini hanya tinggal dirinya dan juga Dea
Pedih rasanya kehilangan orang yang kita sayang namun itu semua adalah akibat dari ulah Kinara sendiri
"Huftt panas banget di luar" keluh Dea sambil mendaratkan tubuhnya di samping Kinara
"Nar"
"Hm"
"Kapan lo temuin Valen jangan lama lama jalanin rencana lo" ucap Dea
"Gimana gue ngejalanin rencana gue sedangkan gue belum tau mereka itu selamat atau enggak" ucap Kinara
"Gue yakin mereka selamat karena acara itu di adain di hotel milik Arlla dan gue yakin mereka rencanain itu secara matang matang dan sampai sekarang gue belum denger berita kematian seluruh anggota keluarga Denata dan Arjaya" ucap Dea panjang lebar
"Bener juga sore nanti gue akan temuin Valen dan secepatnya gue akan menikah sama dia setidaknya harta Valen juga lumayan banyak walaupun tidak sebanyak milik Arel" ucap Kinara dan menatap Dea
"Hapus deh impian itu dari pikiran lo percuma sih menurut gue" ucap Dea dan pergi masuk ke dalam kamarnya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1