
Judul "Terpaksa Berbagi Suami"
Clara terkejut ketika mendengar jika Hanung akan membawanya kerumah besar.
"Apa!? Jadi...kau akan menikahiku?"
Clara langsung memeluknya dan menangis dalam dekapannya.
"Ya....aku akan menikahimu. Kau jangan cemas lagi. Wilona sudah mengijinkan kau dan aku untuk menikah,"
"Tapi....." Clara tertegun sesaat.
"Tapi aku terpaksa menjadi istri keduamu. Aku adalah cinta pertamamu. Dan dia adalah gadis asing yang tiba-tiba menjadi istrimu. Tapi dia bernasib lebih baik dariku. Dia istri pertamamu dan aku istri keduamu...."
Clara berkata dengan menatap hampa ke udara kosong di hadapannya.
Hanung menatap kekecewaan di wajah kekasihnya itu.
"Tidak masalah kau yang pertama atau yang kedua. Kita bisa hidup bersama dengan bahagia sejak sekarang,"
"Ayo kita kerumah. Kau akan tinggal disana,"
"Iya...."
Clara dan Hanung turun dari apartemen dan akan kerumah Hanung.
Dirumah Hanung, Nyonya Rosma sudah mempersiapkan kemenangan nya dan akan menyambut Clara.
Saat ini Nyonya Rosma sedang menatap kaca didepanya dan bicara pada dirinya sendiri dengan wajah puas.
"Aku sangat mengenal putraku. Aku tahu dimana kelemahan nya...."
Nyonya Rosma tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Sementara Wilona sedang tertunduk lesu ditemani oleh mbok Narti.
"Non....pikirkan lagi. Berpoligami tidaklah mudah. Jarang sekali wanita mau menempuh jalan itu," Mbok Narti sangat terkejut karena Wilona mengijinkan suaminya menikahi kekasihnya.
Padahal usia pernikahan mereka juga baru seumur jagung.
"Tidak papa mbok. Mbok Narti tenang saja. Aku pasti bisa menyesuaikan diri. Awalnya mungkin akan sulit, lama-lama akan terbiasa...."
.
.
Wilona saat ini sedang memikirkan Hanung. Sejak Hanung berbulan madu selama satu Minggu, Wilona tidak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam hari. Perasaan yang awalnya tidak muncul kini terus mengusiknya. Rasa yang tidak biasa mulai menghinggapi hatinya.
"Apakah aku mulai jatuh cinta padanya? Kenapa aku terus memikirkannya sepanjang waktu? Setiap malam tidurku gelisah dan setiap pagi aku tidak berselera makan," gumam Wilona sambil duduk termenung di ruang tamu sendirian.
Hanung dari luar melihat jika Wilona sedang duduk sendirian. Diapun berjalan mengendap-endap mendekatinya.
Untuk pertama kalinya jantungnya berdebar sangat kencang. Dan debaran ini menunjukkan jika ada cinta yang perlahan tumbuh dihatinya untuk suaminya itu.
"Em....Hanung...." Tebak Wilona ketika satu tanganya menyentuh tangan Hanung yang menutup matanya.
"Kau sudah pulang?"
Hanung melepaskan tangannya dan memeluk istrinya dengan penuh kerinduan.
Diapun merasakan perasaan cinta yang perlahan tumbuh dihatinya untuk istri nya.
Hatinya berdebar saat berada didekatnya. Dan ini tidak terjadi sebelumnya. Bahkan ketika berbulan madu, dia dua kali memanggil Clara dengan nama Wilona.
"Aku merindukanmu.... bagaimana denganmu?"
Pipi Wilona memerah mendengar kata itu dari bibir Hanung.
__ADS_1
Kata rindu itu seakan menggelitik hatinya dan membuatnya salah tingkah.
"Ini tiket kita...kita akan pergi berbulan madu...."
Hanung menunjukkan beberapa tiket untuk dirinya dan Wilona serta anak-anaknya.
"Maksudmu...." Wilona berbunga namun dia takut jika dia salah mendengar apa yang baru saja di ucapkan Hanung sebagai kejutan padanya.
"Sejak kita menikah, kita juga belum berbulan madu bukan? Jika aku berbulan madu dengan Clara, maka sekarang giliranmu. Aku harus bersikap adil pada kalian berdua bukan? Aku tidak yakin bisa benar-benar adil, tapi aku akan berusaha...." Hanung berjongkok di depan Wilona dan mengecup punggung tangannya.
Wilona menatap sendu mata Hanung dan tak percaya jika ternyata suaminya akan mengajaknya berbulan madu.
"Tapi aku dan anak-anak..."
"Ya, tentu saja kau dan anak-anak ikut semua. Di sana ada wahana untuk anak-anak bermain juga,"
"Ehm...baiklah. Kapan kita berangkat?"
"Hari ini. Bersiaplah. Kita akan pergi satu keluarga, suster juga ikut semua, agar mereka bisa menjaga anak-anak..."
"Hari ini!?" Wilona masih takjub dengan kejutan ini. Dadanya berdebar semakin tak karuan.
Apalagi saat tangan Hanung menggenggam jemarinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Perasaannya menjadi terbang dan dirinya seperti menari di udara dengan bahagia.
.
Clara merasa bosan sendirian dirumah besar dan hanya berdua saja dengan mertuanya.
"Aku sangat bosan! Apa ini? Kita baru saja pulang bulan madu dan dia sudah pergi dariku?"
"Kenapa dia sangat peduli pada Wilona? Mereka tidak saling mencintai. Tapi Hanung...seperti mulai membagi cinta yang tadinya hanya untukku saja. Kenapa aku tidak bisa menerima jika cinta Hanung akan berkurang untukku? Aku merasa Wilona sebagai ancaman untukku!"
Kisah Hanung, Wilona dan Clara serta suka dukanya kehidupan poligami di lanjutkan dengan judul "Terpaksa Berbagi Suami"
__ADS_1