
Arel berulang kali menghubungi nomor istrinya namun selalu di tolak oleh wanita itu
"Angkat sayang" ucap Arel
Dua jam setelah kedatangannya di kantor ini pria itu selalu sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi istrinya bahkan pekerjaan yang menggunung pun dia abaikan
"Tuan ada meeting dengan.... "
"Ganti lain waktu untuk saat ini saya tidak mau di ganggu dulu" ucap Arel tegas memotong ucapan Andra yang belum selesai
"Arkkkhhh kenapa sih harus salah paham" teriak Arel kesal
.
.
"Dimana tuan Valen" tanya seorang wanita pada salah satu pengawal yang ada disana
"Pergi nyonya" jawab pengawal itu
"Hm baiklah dia selalu pergi dengan kekasihnya itu entah sampai kapan aku harus bersabar" gumam wanita
"Ma dicini masih ada Diego" ucap bocah lucu itu memberi semangat hidup untuk wanita itu
__ADS_1
Valen, suaminya berselingkuh sejak satu tahun yang lalu disaat usia anak mereka masih satu tahun meskipun tidak terang terangan tapi Arin pernah melihat suaminya sedang jalan berdua dengan seorang wanita
Hingga pertengkaran hebat di malam harinya namun tetap tidak merubah sikap Valen malah semakin menjadi jadi selalu mengacuhkan anak dan istrinya seolah mereka tak berharga di mata pria itu
"Makasih ya sayang kamu adalah alasan mama untuk bisa kuat sampai sekarang" ucap Arin sambil memeluk anaknya
Satu tahun dia makan hati karena ulah suaminya sudah berulang kali dia mengajukan gugatan cerai pada Valen namun selalu di persulit oleh pria itu entah apa maunya Valen. Melepas tidak mau mempertahankan pun tak mau
"Ayo kita ke kamar sayang" Arin menggendong tubuh putranya dan menbawanya ke dalam kamar
Mereka tinggal di rumah mewah banyak penjaga dan pelayan namun seperti hidup di neraka. Mereka berdua makan harus mencari sendiri itupun tidak dengan uang dari Valen
Seringkali salah satu pelayan yang merasa kasihan memberikan makanan pada mereka secara diam diam saat Valen pergi. Banyak pengawal dan pelayan yang merasa prihatin dengan kehidupan Arin yang miris namun tak bisa melakukan apapun jika tidak nyawa mereka lah yang akan terancam
.
"Sayang kamu di kamar mandi" tanya Arel namun tak ada jawaban
Arel buru buru beranjak dan langsung turun ke lantai satu ternyata Lichyia sibuk memasak bersama pelayan
"Untung lah aku takut kamu pergi sayang" ucap Arel dan bernafas lega
Arel membalikkan tubuhnya dan seketika mengernyit saat melihat sebuah foto besar terpajang rapi di salah satu dinding yang ada di rumahnya
__ADS_1
"**** siapa yang meletakkannya disana" umpat Arel
Pria itu berjalan cepat menuju foto itu dan memegang ujung pigura berniat untuk melepas foto itu lalu membuangnya
"Mas" lirih Lichyia di belakang Arel membuat tubuh pria itu kaku seketika
"Sayang" Entah sejak kapan wanita itu sudah berada di belakang nya. Dan lihat Lichyia memandang foto Kinara dengan mata berkaca kaca
"Sayang kamu salah paham lagi dengerin aku dulu" ucap Arel panik
"Hiks kamu jahat mas" ucap Lichyia sambil terisak
"Sayang gak gitu kamu salah paham sama aku dengerin dulu penjelasan aku" ucap Arel panik dan langsung memeluk erat tubuh istrinya
Dan di balik dada Arel, Lichyia tengah menahan tawa karena melihat wajah panik suaminya. Sandiwara nya ini benar benar membuat ketakutan pada diri Arel karena dia mengancam akan pergi dari kehidupan pria itu padahal itu hanya sekedar pura pura. Tapi Lichyia harus bisa untuk terus menjalani kepura puraan ini untuk menjebak pembantu penghianat nya dan juga Kinara mantan kekasih suaminya yang tak tau diri itu
"Kamu jahat" ucap Lichyia sambil memukul dada bidang suaminya
"Sekarang kamu udah berani pasang foto dia di bingkai sebesar itu dan kamu letakkan di dinding lagi apa maksudnya coba kalau kamu udah gak mau aku ada disini aku bisa pergi" ucap Lichyia penuh emosi
"Eh jangan jangan sayang aku minta maaf bukan aku yang pasang itu" ucap Arel
"Bohong"
__ADS_1
"Bener sayang plis maafin aku jangan pergi" ucap Arel ketakutan jika Lichyia tidak main main dengan ancamannya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN