Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 49


__ADS_3

Tubuh Kinara terjepit di antara badan mobil dengan aspal hingga warga sedikit kesulitan untuk membawa tubuh Kinara. Namun beberapa menit kemudian Kinara berhasil di seret keluar dari jepitan mobil dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat


Sirine ambulane menggema di jalanan kota yang masih rame dengan para pengendara. Rumah Sakit Wijaya, tempat Kinara di larikan


Para petugas langsung membawa Kinara dan korban kecelakaan yang lain ke IGD untuk penanganan. Para tim medis fokus dengan pekerjaan mereka dan salah satu dari mereka mengambil ponsel Kinara untuk menghubungi orang terdekat


.


.


Di rumah Arel


Suara telepon rumah berbunyi nyaring menyambut kedatangan sang pemilik rumah yang baru saja masuk


"Biar aku aja yang angkat" ucap Arel dan mendekati meja yang ada di ruang keluarga


"*Halo siapa ini"


"Maaf kami dari Rumah Sakit Wijaya"


Arel menatap Lichyia dan memberi kode jika itu dari rumah sakit milik keluarga istrinya


"Ada apa ya"


"Saat ini pemilik ponsel ini dengan identitas Kinara sedang kritis di rumah sakit akibat kecelakaan yang di alami nya beberapa menit yang lalu"


"Kinara?"

__ADS_1


"Iya nama yang tertera di ktp nya adalah Kinara dan nomor yang di semat di ponsel nya adalah nomor Arel namun saat ini nomor nya tidak bisa kami hubungi dan di bawahnya ada nomor ini bisa anda datang ke rumah sakit untuk perwakilan dari keluarga?"


"Ah iya iya bisa*"


Arel menutup panggilan tersebut dan menatap datar ke arah depan


"Ada apa" tanya Lichyia yang heran mengapa rumah sakit milik keluarga nya menghubungi nomor rumah bukan nomor pribadinya


"Kinara kecelakaan dan sekarang kritis kita diminta kesana untuk perwakilan dari keluarga nya" ucap Arel


"Kenapa tidak menghubungi mama nya aja" ucap Lichyia


"Jika ponsel ku ada maka akan aku hubungi mama nya tapi ponsel aku sudah aku buang di tempat sampah tadi" ucap Arel membuat Lichyia menghela nafas panjang


"Yaudah kita kesana" ucap Lichyia


Akhirnya dua orang sang pemilik rumah itu kembali pergi menuju rumah sakit Wijaya. Di tengah perjalanan Lichyia terus melamun memikirkan satu pertanyaan yang terus terngiang ngiang di otaknya


"Cia kau memikirkan apa? Kita sudah sampai" ucap Arel


"Ah gak ada" Lichyia turun dari mobil dan berjalan berdampingan dengan Arel menuju IGD


"Dokter Lichyia" sapa Dokter Rasya yang juga berjalan di loby rumah sakit hendak pulang karena jam kerja nya sudah habis


"Dokter Rasya apa kabar" tanya Lichyia dengan senyum canggung karena di samping nya ada Arel yang sudah menahan kesal


"Saya ba... "

__ADS_1


"Sayang kita buru buru bisakah kau berbicara nanti saja" ucap Arel memotong ucapan Dokter Rasya yang hendak menjawab ucapan Lichyia


"I... iya maaf dokter Rasya saya duluan" ucap Lichyia


Arel segera menarik tangan istrinya menuju ruang IGD. Sesampainya di IGD seorang dokter yang menangani Kinara keluar


"Dok bagaimana keadaan wanita yang kecelakaan tadi" tanya Arel


Sang dokter itu menunduk hormat pada Lichyia dan di balas senyum manis oleh Lichyia


"Pasien sudah melewati masa kritisnya dan sekarang masih dalam pengaruh obat bius karena tadi sempat berontak saat mengetahui jika dia lumpuh" ucap Dokter itu


"Lumpuh? Apa permanen?" tanya Lichyia


"Tidak dengan terapi dan semangat yang cukup pasti bisa kembali seperti semula"


"Kapan dia sadar? Apa kita bisa menjenguk nya" tanya Arel


"Kami akan pindahkan ke ruang rawat terlebih dahulu" ucap dokter itu


"Baiklah"


"Saya permisi dulu" Dokter itu memberikan senyum manis pada Lichyia dan berlalu pergi


"Aku urus administrasi nya dulu" ucap Arel


"Biar aku aja" ucap Lichyia

__ADS_1


"Cia jika kamu yang urus administrasi nya tidak akan ada biaya yang keluar udah biar aku aja kamu tunggu disini jangan kemana mana ok" ucap Arel dan pergi menuju bagian administrasi


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2