
Setelah keluar dari ruangan Kinara, Lichyia kembali ke ruangannya dan Arel berangkat ke kantor nya
"Tumben telat bos" ucap Andra
"Masuk ke ruangan saya" perintah Arel
"Ada apa tuan" tanya Andra
"Belikan saya ponsel sekarang" ucap Arel
"Pakai ini" Arel memberikan sebuah kartu berwarna hitam pada asistennya itu
"Baik tuan" Tanpa banyak bicara asisten Arel itu pergi untuk melaksanakan perintah dari atasannya
Arel membuka laptopnya dan fokus dengan pekerjaan yang sedikit menumpuk
Dua jam berkutat dengan layar datar di hadapan nya dan tangannnya sibuk menandatangani beberapa berkas dan sesekali mengecek data yang terlihat di laptop pribadinya menyesuaikan dengan berkas yang ada di tangannya
Pryaaangg
"Astaga" pekik Arel dan meletakkan berkas yang ada di tangannya
Arel melihat ke arah pigura foto yang kacanya sudah pecah berkeping keping
"Huh!! Aku lupa membereskan foto foto wanita itu" gumam Arel
Arel memencet tombol di telepon yang ada di atas meja dan menghubungi sekretaris nya
"Lita masuk ke ruangan saya" ucap Arel tegas
__ADS_1
Tak lama pintu di ketuk dari luar dan setelah mendapat perizinan dari Arel, seseorang tersebut masuk ke dalam
"Ada apa tuan" tanya Lita
"Bereskan pecahan kaca ini dan saya mau merubah dekorasi ruangan ini" ucap Arel
"Semua foto nya bagaimana tuan" tanya Lita. Pasalnya di sana banyak sekali foto Kinara tetapi sekarang Arel adalah suami dari Lichyia
"Buang saya tidak mau melihat foto itu lagi" ucap Arel dingin
Lita menundukkan tubuhnya lalu berjalan keluar untuk melaksanakan perintah bos nya
"Kinara... dia harus jauh dari pikiran dan hidupku" guman Arel sambil mengusap wajahnya kasar
.
.
"Dokter... mau makan siang?" tanya Lia
"Iya" ucap Lichyia
"Oh hati hati dok" ucap Lia
"Makasih"
Lichyia berjalan menuju lift untuk ke lantai dasar namun saat hendak keluar dari lift wanita itu berpapasan dengan seorang dokter lain yang juga bekerja di rumah sakit nya
"Dokter Lichyia... " sapa Dokter Rasya dan hanya di balas senyuman oleh wanita itu
__ADS_1
Lichyia berlalu pergi tanpa sepatah kata pun. Dia menjaga jarak dengan Dokter Rasya karena tau jika dokter tampan itu memendam perasaan padanya
Lima belas menit perjalanan dari rumah sakit ke kantor Rakhsa Group akhirnya Lichyia sampai di gedung pencakar langit itu. Dengan langkah anggun Lichyia mendekati meja resepsionis dan bertanya tentang keberadaan suaminya
"Apa tuan Arel ada di tempat" tanya Lichyia
"Anda siapa? Jika hanya fans nya saja silahkan pulang" ucap ketus resepsionis itu
Bukannya mendapat jawaban yang baik, ucapan tidak sopan dia dapatkan. Lichyia berjalan ke arah lift menghiraukan keberadaan resepsionis itu membuat wanita yang bekerja di bagian resepsionis menatap tidak suka
"Dasar tidak tau malu" umpat wanita itu
Beberapa menit kemudian Lichyia sampai di lantai paling atas dimana ruangan khusus CEO berada
"Nyonya Lichyia" sapa para sekretaris yang meja nya berada di depan ruangan Arel
"Pak Arel ada?" tanya Lichyia
"Tuan Arel ada tapi ruangan nya sekarang lagi di dekorasi ulang" ucap salah satu sekretaris itu
"Kenapa?" tanya Lichyia penasaran
"Saya tidak tau kita hanya di perintahkan untuk memanggil seorang desainer interior" ucap Lita
Lichyia mengangguk pelan dan tersenyum sekilas lalu masuk ke dalam ruangan suaminya
"Mas" sapa Lichyia membuat Arel menoleh dan langsung menyambut kedatangan istrinya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1