Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 168


__ADS_3

Seorang pria turun dari kursi dan meletakkan gitar yang semula berada di tangannya dan mendekati Arin yang terpaku akan penampilannya barusan yang menyanyikan sebuah lagu khusus untuk wanita itu


Ungkapan sebuah cinta yang dia ungkapkan melalui lagu itu. Menyiapkan semua ini membutuhkan keberanian yang besar bukan untuk menyiapkan kejutannya namun untuk mengungkapkan perasaan nya pria itu berulang kali ragu takut akan di tolak oleh Arin


Rasya berjalan menghampiri Arin yang berdiri di tengah taman dengan menatap dirinya. Pria itu menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya perlahan


"Ini... ini kamu semua yang nyiapin" tanya Arin dengan menatap sekitar


"Heem buat kamu" ucap Rasya


"Aku?"


"Ya kau suka" tanya Rasya


"Suka bagus banget" ucap Arin


Jantung Rasya berdetak dua kali lipat terlihat sekali jika pria yang berdiri di hadapan Arin sangat gugup


Dengan gerakan pelan Rasya menekuk lutut nya dan mengeluarkan sebuah kotak merah dari saku jas nya

__ADS_1


Arin membalikkan badannya dan terkejut dengan keberadaan Rasya yang sudah berlutut di depannya


"Rasy... "


"Arin mungkin aku bukan laki laki yang romantis dan mungkin aku juga sedikit kaku untuk mengungkapkan ini semua tapi... "


".... tapi aku akan mengungkapkan semua perasaan ku selama ini aku mencintaimu Arin sejak awal kedekatan kita delapan bulan yang lalu" ucap Rasya gugup


Arin masih terdiam entah dia harus bicara apa lidahnya kelu untuk berkata kata


"Maukah kamu menjadi istriku yang mendampingi hidupku hingga kematian yang akan memisahkan nanti" ucap Rasya


Wanita itu bingung menempatkan kata kata yang pas untuk ia ungkapkan


Rasya menunduk dia menyesal karena mengungkapkan ini semua secepat ini. Rasya menganggap dirinya harusnya sadar diri jika dia tak pantas untuk bersanding dengan Arin


Pria itu berdiri dari posisi berlutut nya dan menatap Arin lekat. Namun yang di tatap selalu mengalihkan pandangannya ke arah lain


"Aku tau... aku cukup sadar diri aku gak pantas buat kamu dan mungkin kamu... kamu masih trauma dengan sebuah pernikahan" ucap Rasya dengan menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya

__ADS_1


"Maaf... maaf karena aku terlalu lancang mungkin mulai sekarang aku tau batasan ku yang hanya sekedar bawahanmu" ucap Rasya


Rasa sesak benar benar menyelimuti hati pria itu. Penolakan yang ia dapat saat pertama kali mencintai seseorang


Apa aku tidak pantas mencintai seseorang apa aku juga tidak pantas untuk bahagia. Oh tuhan sembuhkanlah rasa sakit ini dan berikanlah kebahagiaan pada wanita yang aku cintai meskipun bukan aku yang menjadi alasan bahagia nya batin Rasya


Arin menatap Rasya terlihat sekali dalam guratan wajahnya pria itu merasakan kecewa dan sedih


Rasya menoleh dan menatap Arin kedua netra nya bertabrakan dengan netra Arin. Rasya tersenyum begitu manis membuat seseorang yang melihat nya pasti mengira dia akan sangat bahagia padahal salah Rasya memendam kecewa yang begitu dalam namun semua itu tertutup dengan senyuman manisnya


Memanipulasi memang terkadang di saat bibir tersenyum air mata pun ikut menetes. Tidak semuanya sebuah senyuman menggambarkan kebahagiaan terkadang orang menutupi duka nya dengan sebuah senyuman agar tidak terlihat menyedihkan di depan orang lain


"Maaf... Maafkan aku Arin semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan suatu saat nanti meskipun bukan aku yang menjadi alasan bahagimu" ucap Rasya dengan hati yang sangat berat


"Aku pergi dulu" Rasya melangkah dengan perlahan menjauhi Arin.


Mundur itulah kata yang harus di lakukan Rasya. Terlalu berharap mungkin memang terkadang tidak terlalu baik


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2