
"Oh ya bukankah kau telah melahirkan lalu dimana anakmu" tanya Kinara
"Kenapa? Dia aman" ucap Lichyia tanpa ingin memberi tau tentang dimana anaknya berada
"Mmm baiklah kalau begitu aku pergi ke toilet dulu" ucap Kinara
"Hm" Kinara berjalan keluar dari ruangan itu dan tentu saja dengan pengawalan dari anak buah Arel
Kinara berjalan pelan dan melirik ke arah sekitarnya seolah mencari celah untuk kabur. Hingga pada akhirnya dengan sengaja Kinara menjatuhkan diri dan bagian sikunya terluka
"Asshshhh" ringis Kinara
"Ada apa denganmu" tanya anak buah Arel
"Bisa kau panggilkan dokter tanganku terluka dan perutku sangat sakit karena aku belum makan sama sekali" pinta Kinara
"Kau panggil dokter aku akan berjaga disini dan untukmu tidak ada makanan yang akan kau dapat kau mengerti"
Salah satu dari anak buah Arel pergi mencari seorang dokter hingga kini tersisa satu anak buah Arel saja. Kinara melirik ke arah sampingnya dan menemukan sebuah tongkat sapu
Di raihnya sapu itu dan memukul pada bagian tengkuk anak buah Arel hingga terjatuh dan pingsan. Dengan langkah cepat Kinara berlari menuju ruang bayi
.
__ADS_1
Lichyia melepas dengan kasar infus yang terpasang di tangannya langsung turun dari ranjang rumah sakit dan berlari keluar dari ruang rawatnya itu diikuti oleh Arlla dan Arel di belakang nya
Ceklek
Di carinya bayi Lichyia dan Arel dan di ambillah putra Arel itu. Senyum licik terbit di bibir Kinara bahkan wanita itu tertawa sangat kencang
"Hahahah bayi Arel sebentar lagi kau akan mati sayang uhhh kasian" ucap Kinara pada bayi di tangannya
Sebuah pisau yang terselip di bagian punggung nya itu terangkat di udara siap untuk menghunus pada bagian tubuh bayi mungil yang tak bersalah itu
Brak
"Kinara" teriak Dea yang sedari tadi mengikuti Kinara saat melihat wanita itu berlari menuju ruang bayi
Jleb
Lichyia yang mengejar langkah Kinara karena merasa ada yang tidak beres pada wanita itu dan benar Kinara mengincar nyawa anaknya
"Dea... kau menyelamatkan putraku" lirih Lichyia dan langsung masuk ke dalam ruang bayinya itu
Brak
Dengan penuh amarah Lichyia masuk ke ruangan itu. Langkah kaki Lichyia perlahan mendekat ke arah Kinara dan Dea
__ADS_1
Tubuh Dea mulai melemas karena melihat anaknya terluka dan bersimbah darah di tangannya di depan matanya sendiri
Lichyia mengambil bayinya dan memberikan pada Arel yang juga ikut masuk
"Awwwwkkkhhh Lichyia lepas" teriak Kinara
Lichyia menarik dengan keras rambut panjang Kinara dengan penuh amarah yang berkobar di dalam matanya
"Lepas!!!" bentak Kinara
"Kau ingin membunuh anakku kan" teriak Lichyia emosi dan semakin mempererat genggamannya pada rambut Kinara tanpa ampun
Arin yang juga muak dengan Kinara akhirnya ikut masuk ke dalam ruangan itu. Kinara melayangkan pisau yang ada di tangannya namun pisau itu terjatuh karena di tepis oleh Arin
"Jangan mimpi kamu bisa membunuh Lichyia" ucap Arin penuh penekanan
Arlla berjalan masuk dengan tak kalah emosi juga bahkan wanita itu sangat geram dengan perbuatan Kinara yang hampir mencelakai cucu pertamanya
"Dea bawa anakmu ke ruang perawatan segera" perintah Arel
"Rasya tolong bantu Dea" pinta Arel dan di angguki oleh Rasya
Dengan masih menggendong anakanya, Arel berjalan menuju anak buah nya yang juga berlari ke arahnya
__ADS_1
"Bantu istri saya aku harus mengamankan anakku dulu aku akan menyusul ingat tetap pasang camera kalian agar aku mengetahui apa yang mereka lakukan" perintah Arel dingin dan pergi karena sekarang anaknya harus berada di tempat yang aman
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN