
"Lich aku minta bantuan sama kamu buat bantu aku ngurus perceraian aku agar dia tidak bisa mempersulit lagi" ucap Arin
"Bukan aku tapi kamu sendiri" ucap Lichyia
"Maksudnya?" tanya Lichyia
"Madumu sekarang adalah wanita perebut yang menjadi pengganggu dalam rumah tanggaku" ucap Lichyia
"Bagaimana kau tau" tanya Arin
"Aku menyuruh orang mencari tau tentangnya" jawab Lichyia
"Dan aku yakin tujuan Kinara menikah dengan Valen hanya karena hartanya saja untuk membalas dendam pada keluarga ku" ucap Lichyia
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang" tanya Arin
"Kau terlalu banyak menderita selama ini bukan dan semua penderitaan mu harus terbayar tuntas Valen selalu mempersulit perceraian bukan tapi jika dia berada dalam tekananmu maka dia tidak bisa apa apa" ucap Lichyia
"Maksudnya?"
"Rebut semua hartanya dan ancam dia menggunakan istri keduanya" ucap Lichyia
"Apa itu bisa?"
"Bisa Valen merasa dirinya berada di atasmu dan bisa melakukan segalanya dengan kamu ambil seluruh hartanya maka dia tidak bisa berbuat apapun dan jadikan Kinara sebagai ancaman agar dia tidak mempersulit perceraian kalian nanti" ucap Lichyia
__ADS_1
"Aku akan melakukan itu akan aku atasnamakan seluruh harta Valen menjadi milik Diego" ucap Arin
"Terima kasih udah mau memberi saran tapi untuk melancarkan semuanya siapa yang bisa membantuku" tanya Arin bingung
"Rasya dia bisa membantumu"
Lichyia menghubungi Rasya dan membicarakan semuanya pada pria itu dan dengan senang hati Rasya bersedia membantu Arin
"Aku pergi dulu" Arin keluar dari cafe tersebut dengan memiliki banyak harapan akan rencananya nanti
.
Arin keluar dari dalam taksi lalu berjalan memasuki area rumahnya.
"Siang nyonya" sapa penjaga saat melihat nyonya nya masuk ke dalam
Di lantai atas
"Asshhss" ringis Kinara sambil keluar dari dalam kamar dan di belakangnya Valen mencoba menghentikan darah yang mengalir deras di punggung istrinya itu
"Sayang" rengek Kinara
"Pelayan!!" teriak Valen menggema di seluruh penjuru ruangan hingga sampai terdengar di lantai dasar
"Ada apa itu hari pertama kedatangan nya di rumah ini sudah ada masalah" gumam Arin dan berlari menaiki anak kecil tangga
__ADS_1
"Pelayan!!!" teriak Valen lagi
"I.. iya tuan ada apa" tanya pelayan yang berjalan terburu buru mendekati Valen yang terlihat sangat marah
"Siapa yang berani menaruh pecahan kaca di tengah tengah bunga" tanya Valen dengan berteriak marah pasalnya kini sekarang Kinara yang menjadi korbannya terkena pecahan kaca tersebut punggungnya terluka dan bahu Valen pun ikut terluka
"Sa... saya gak tau tu.. tuan" ucap pelayan itu takut
"Aku.... aku yang menaruh pecahan kaca itu kenapa? Bukankah itu kamarku? Jadi terserah apa yang aku lakukan bukan? Dan bukankah selama ini kau tidak pernah mau masuk ke dalam kamar itu ada apa dengan dirimu hingga mau menginjakkan kakimu di kamar ku" sindir Arin
Valen menggeram kesal dan membawa tubuh Kinara menuju kamar yang ada di samping
Cara mengusir yang baik batin Arin dan tertawa sinis
"Arrkkhhh" teriak Valen dan Kinara saat pertama kalinya masuk ke dalam kamar itu
Sebuah hiasan dinding yang terbuat dari besi jatuh tepat saat Valen membuka pintu kamar itu. Kamar itu memang sudah lama kosong
Arin berjalan mendekat saat mendengar suara keributan lagi
"Ada apa" tanya Arin
"Hiasan itu jatuh" ucap Valen pelan
Arin tersenyum melihat kepala keduanya yang sedikit memar karena hiasan yang menimpa mereka cukup berat
__ADS_1
Karma batin Arin dan langsung masuk ke dalam kamarnya
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN