
Setelah dua jam berada di dalam kamar mandi, Lichyia dan Arel keluar dari sana dengan keadaan rambut basah. Setelah memakai baju mereka turun ke lantai bawah untuk makan malam
Bik Asih dan Bik Siti sudah memasak makanan yang baru dan makanan siang tadi mereka makan. Mereka ingin yang terbaik untuk nyonya nya yang mereka pikir sedang hamil
Beberapa menit makan akhirnya makanan yang ada di piring mereka habis tak tersisa meskipun terkadang Lichyia merasa mual namun dengan paksaan dari Arel dia mau makan hingga habis
Selepas makan mereka menuju ruang keluarga untuk menonton tv. Entah acara apa yang mereka lihat bagi mereka tak penting yang penting adalah berduaan
Lichyia menyenderkan kepalanya di bahu suaminya sedangkan Arel sibuk mengubah channel
"Ini chanel kok gak ada yang bagus dikit acara nya" ucap Arel kesal
"Itu aja kartun upin ipin" ucap Lichyia membuat Arel mengernyit
"Kita udah gede masa iya nontonnya kartun bocah" ucap Arel
"Gak papa aku pengen liat itu" rengek Lichyia
"Yaudah iya" Arel terpaksa mengganti chanel yang di maksud istrinya dan ikut menonton meskipun tak ada faedahnya
Satu jam acara itu di tayangkan dan kini sudah selesai. Namun binar bahagia terpancar jelas di wajah Lichyia membuat Arel heran
Apa yang membuat dia segitu bahagianya padahal yang di lihat hanya betul betul betul dan makan ayam goreng doang
"Mas" panggil Lichyia sambil menatap Arel dari bawah karena saat ini posisi Lichyia sedang tidur di pangkuan Arel
__ADS_1
"Apa?" tanya Arel lembut
"Beliin sate" ucap Lichyia
"Kamu mau? Tapi tadi kan habis makan sayang kamu gak kenyang?" tanya Arel dan di balas gelengan kepala oleh wanita itu
"Yaudah kamu tunggu disini aja aku beliin dulu" ucap Arel
"Yang rasa mangga" ucap Lichyia tiba tiba membuat langkah Arek terhenti seketika
"Hah? Mana ada sayang sate rasa mangga" ucap Arel tak habis pikir
"Yaudah kalau mas gak mau beliin mas jahat" ucap Lichyia kesal dan langsung masuk ke dalam kamarnya membuat Arel mengusap wajahnya kasar
"Ada apa sama Lichyia hari ini kenapa jadi sensi gitu dah" ucap Arel
Sekitar satu jam dia berputar putar mengelilingi ruas sudut kota , Arel tetap tak menemukan pedagang yang menjual makanan itu
"Gue harus nyari kemana coba" ucap Arel kesal
Pria itu mengambil ponselnya yang ada di saku celananya dan menghubungi seseorang
"Iya tuan" tanya Andra dari seberang sana
"Andra cepet kesini deh bantuin gue" ucap Arel dengan nada bingung
__ADS_1
Perasaan gue gak enak sumpah batin Andra
"Iya tuan"
Arel menshare location pada Andra dan setelah menunggu beberapa menit mobil Andra berhenti di depan mobil Arel
"Ada apa tuan" tanya Andra di samping Arel
"Dari tadi saya nyari tukang sate" ucap Arel
"Astaga tuan banyak tukang sate disini ngapain harus panggil saya" ucap Andra kesal
"Ck dengerin dulu jangan asal potang potong" ucap Arel tak kalah kesal
"Saya nyari tukang sate yang jual sate..."
"Ya iyalah tuan yang jual sate masa iya jual bakso" ucap Andra menyela ucapan Arel
"Andra!!!" teriak Arel tertahan
"Heheh maaf tuan"
"Yang jual sate rasa mangga emang ada?" tanya Arel kesal
"Hah?" Andra melongo mendengar ucapan bos nya
__ADS_1
Sate rasa mangga? Mana ada
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN