
Mereka semua kembali masuk ke dalam rumah sakit untuk mengetahui kondisi anak Dea yang terkena tusukan dari pisau Kinara
Namun mereka semua di buat terkejut saat sampai di depan ruang IGD dengan keadaan Dea menangis histeris
"Dea ada apa" tanya Lichyia
Dea mendongak dan berdiri di depan Lichyia. Dengan erat Dea memeluk tubuh Lichyia meluapkan semua kesedihannya
"Anakku... anakku meninggal... " isak Dea begitu terdengar memilukan
"Maaf... maafkan aku maaf karena aku anak mu telah meninggal" ucap Lichyia tulus dan merasa bersalah
"Bukan... ini semua bukan karena kamu tapi karena ibu kandung dari anakku" ucap Dea tanpa ada dendam sama sekali pada Lichyia
"Ibu kandung? Kinara?" tanya Arin
"Iya... Kinara menelantarkan anaknya begitu saja dan aku memutuskan untuk hidup bersama dengan Valen juga Lita yang sudah aku anggap seperti anakku sendiri" ucap Dea dengan menahan isak tangisnya
"Apa yang harus aku katakan pada Valen nanti saat pulang" gumam Dea
Arlla ikut terenyuh dengan kesedihan Dea wanita itu memeluk tubuh Dea berusaha menenangkan dan memberi semangat
__ADS_1
"Ikhlaskan kepergian dia" ucap Arlla
Dea pun membalas pelukan Arlla yang seperti sedang memeluk ibu kandungnya sendiri
.
Lichyia membunyikan bel apartemen Dea berulang kali. Di sampingnya ada Arel yang menggendong anak mereka dan Dea yang membawa mayat putrinya serta Arin juga Rasya
Sedari tadi tangis Dea belum surut juga karena kehilangan anaknya yang sangat menyakiti hatinya
Lichyia kembali membunyikan bel apartemen dan tak lama tampak seseorang di atas kursi roda membuka pintu apartemen
"Lichyia" ucap Valen menyambut kedatangan wanita itu
"Silahkan" Valen membuka pintu dengan lebar agar mereka semua bisa masuk tanpa tau ada istrinya di salah satu bagian mereka
Semuanya mausk ke dalam apartemen itu namun terkecuali dengan Dea. Wanita itu masih ragu untuk masuk karena dirinya akan bingung menjawab yang akan di lontarkan suaminya itu
Berdiam beberapa detik akhirnya Dea dengan langkah pelan masuk ke dalam apartemen nya. Valen menyambut kedatangan istrinya itu dengan senyuman
"Sayang ada apa kenapa kau menangis" tanya Valen heran dengan raut wajah Dea
__ADS_1
Semua orang menatap ke arah Dea menunggu penjelasan yang akan terlontar dari bibir Dea
"Va... Valen... anak... anak... anak kita... "
"Anak kita kenapa" tanya Valen penasaran
"Anak kita telah meninggal" ucap Dea pada akhirnya dan di sertai dengan tangisan. Wanita itu berlutut di hadapan Valen
Pria yang berada di atas kursi roda itu terkejut bukan main. Seolah ada sebuah batu yang menghantam jantungnya Valen merasakan sesak di dadanya
"Maksudmu?"
"Anak kita telah pergi" Dea kembali menangis histeris di pangkuan suaminya dengan masih menggendong bayi kecil tak bernyawa itu
"Apa yang terjadi" tanya Valen
Dengan sekuat tenaga Valen mencoba tetap tenang dan meminta penjelasan padahal sebenarnya dia ingin sekali menangis karena dia harus kehilangan anak dua kali. Meskipun ini bukan anak kandungnya namun dia sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri
"Kinara... Kinara menusuk tubuh Lita dan sekarang dia telah pergi dari hidup kita Valen" Dea memeluk erat tubuh suaminya
Tubuh Valen menegang seketika bagaimana bisa seorang ibu setega itu mencelakai anaknya sendiri bahkan membunuhnya
__ADS_1
Valen memeluk erat tubuh Dea menumpahkan seluruh kesedihannya pada istrinya itu. Sakit apakah ini karma yang harus dia terima karena berulang kali menyakiti hati seorang wanita
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN