
"Kayanya aku pulang duluan deh" ucap Dea
"Kenapa? Kau naik apa nanti" tanya Kinara
"Aku bisa naik taksi aku duluan bye" ucap Dea dan berjalan menuju pagar rumah dan pergi dari rumah itu
Sedangkan tak berselang lama mobil Rasya memasuki area rumah besar milik Valen yang kini berubah menjadi milik Arin. Arin menggandeng tangan anaknya untuk turun dari mobil Rasya
"Nah itu dia orang yang kita tunggu tunggu udah dateng" ucap Kinara dengan senyum miring dan tangan bersedekap dada
Arin dengan senyum ceria berjalan santai memasuki rumah nya itu. Kini rumah itu akan berkurang penghuni nya
"Bagus deh kalian udah dateng" ucap Kinara dengan wajah meremehkan
"Memang kenapa? Kau menunggu kita? Apa... kau tidak ingin tau aku habis dari mana" tanya Arin sambil menatap Valen sang mantan suaminya itu dengan senyum misterius
"Gak peduli aku gak peduli dengan urusan kalian lebih baik sekarang kalian angkat kaki dari rumahku ini" ucap Kinara dengan nada tinggi dan membuang tas Arin ke lantai dengan kasar
"Dan juga bawa anak penyakitanmu itu dan jangan harap kamu bisa ngemis ngemis minta uang sama kita lagi" ucap Kinara dengan menunjuk Arin
Arin yang kehabisan kesabaran karena selama ini Kinara selalu menyebut anaknya penyakitan langsung menepis kasar telunjuk Kinara membuat wanita itu memekik kaget
"Cukup!! Asal kau tau sejak kedatangan ku di rumah ini saat kalian menikah Diego sudah di nyatakan sembuh oleh dokter" ucap Arin dengan nada tinggi
"Oh ya? Bagus dong kalian bisa pergi dari sini sekarang juga" ucap Kinara dengan alis naik sebelah
"Mimpi" ucap Arin pelan dengan nada penuh penekanan
__ADS_1
"Bukan aku yang akan pergi tapi kalian silahkan pintu rumah sudah kubuka lebar lebar untuk kalian angkat kaki dari rumah saya" ucap Arin dengan angkuh
"Maksud kamu apa? Ini adalah rumahku gimana bisa kau mengusir kita!! Kau lah yang mimpi Arin untuk menguasai rumah ini" ucap Valen dengan nada tinggi
"Rendahkan suaramu Valen!!" pungkas Arin membuat Valen tutup mulut
"Ingat kau sekarang sedang berada di rumah ku dan kau berbicara dengan sang pemilik rumah jadi jaga ucapanmu" ucap Arin dengan menunjuk Valen
Tatapan wanita itu kini berubah menjadi sinis dan sadis
"Maksud kamu apa hah? Kau mau mengusir kami? Mimpi!!" ucap Kinara penuh penekanan
Arin masuk ke dalam rumah dan mengambil sebuah berkas dan membereskan barang barang Valen dan Kinara lalu kembali lagi.
"Pergi dari sini!!" ucap Arin dengan membuang barang kedua orang itu
"Dan karena aku sudah berpisah dengan Valen dan tidak ada harta yang di bagi maka semua harta Valen sudah berstatus menjadi milikku seutuhnya" ucap Arin
Arin melempar berkas tersebut dan langsung di ambil oleh Valen. Pria itu membaca satu persatu kata yang tertulis di lembaran tersebut
Rahang Kinara dan Valen terjatuh seketika. Benarkah kini semua harta Valen menjadi milik Arin
"Kenapa kau tanda tangani ini hah!! Kau dulu berjanji akan menjadikan aku satu satunya wanita yang bisa menguasai harta kamu kenapa sekarang.... " ucap Kinara emosi
"Aku tidak pernah menandatangani ini" ucap Valen dan langsung merobek kertas tersebut di hadapan Arin
"Surat ini sudah aku lenyapkan kau bisa apa" ucap Valen dengan tertawa puas
__ADS_1
"Terserah mau kau apakan surat itu karena itu hanya copy an bukan yang asli aku tidak sebodoh yang kau pikirkan Valen" ucap Arin dengan bersedekap dada
"Pengawal usir mereka dari sini" ucap Arin
Dua orang pengawal berjalan mendekati Valen dan Kinara.
"Tunggu!! Kau tidak akan bisa mengusir kita dari sini" ucap Kinara penuh penekanan
"Nikmati dulu waktumu akan aku rebut kembali semua harta Valen dari lo" teriak Kinara
"Silahkan bermimpi Kinara" ucap Arin santai
"Perusahaan akan jatuh jika ada di tanganmu karena kamu gak tau apapun soal perusahaan yang mengetahui segala hal hanya aku dan Rasya" ucap Valen dengan mata memerah menahan marah
Tanpa sepengetahuannya hartanya di alihkan menjadi milik Arin. Bahkan perusahaan yang ia bangun dan dia banggakan sekarang menjadi milik orang lain dan dia tidak bisa berbuat apapun karena memang itu murni tanda tangannya
"Kau tenang saja Valen karena aku sekarang berada dalam pihak Arin kau tidak perlu mengkhawatirkan perusahaan kita bisa menjalankannya" ucap Rasya santai dan berjalan mendekati Arin
"Kau! Kau penghianat" teriak Valen tak terima
Semua orang kini mengkhianati dirinya bahkan orang yang dia percaya selama ini pun kini menusuk nya dari belakang. Dan sekarang Valen tau jika yang membantu Arin mendapatkan tanda tangannya adalah Rasya sang pengkhianat itu
"Pergi dari sini" ucap pengawal dan menyeret tubuh Kinara dan Valen keluar dari area rumah setelah itu mereka menutup pagar hitam rumah tersebut
"Akhhhhh!!! Sial!! Bagaimana bisa kau sebodoh itu" umpat Kinara
"Diam kau!!" ucap Valen tak terima
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN