
"Tuan Arel kita menemukan penculik itu apa kita akan menjebloskan ke dalam penjara" tanya sang ketua dari anggota Arel
Arel yang masih duduk bersandar pada pintu ruang operasi mendongak seketika.
"Sekap dia aku tidak akan membiarkannya lolos gitu aja" ucap Arel dingin dan penuh amarah di dalam hatinya
"Baik tuan"
Arel kembali bersandar pada dinding rumah sakit. Hatinya tengah di landau kegelisahan anak dan istrinya berjuang di dalam ruangan itu
Satu hal yang Arel tau sebentar lagi dirinya akan mendapatkan berita kehilangan salah satu orang yang penting dalam hidup nya
Arel berdiri dengan kasar mengingat tentang kejahatan yang di lakukan Kinara pada keluarganya benar benar sangat keterlaluan
.
Lampu merah yang ada di atas pintu ruangan operasi telah mati. Tubuh Arel semakin lemas tubuhnya seolah telah kehilangan tulang tulangnya
Ceklek
Seorang dokter keluar dan menghampiri Arel. Tatapan mata Arel datar entah apa yang tengah pria itu rasakan
"Tuan" panggil sang dokter
Satu kata yang terucap dari bibir dokter itu namun sudah mampu membuat hati Arel ketakutan
__ADS_1
"Istri anda telah selamat dan sekarang sudah melewati masa kritisnya" ucap dokter itu
"Sedangkan anak anda... "
Arel menggigit bibirnya kuat kuat dia tak mampu mendengarkan ucapan dokter itu selanjutnya
Anakku batin Arel menangis
Seorang anak yang di nantikan oleh dirinya dan Lichyia apakah dia harus pergi secepat itu bahkan anak itu belum sempat melihat dunia
Lalu apa yang akan dia katakan nanti pada Lichyia jika wanita itu tersadar dan menanyakan soal anak mereka
Sakit!! Bolehkan dirinya berteriak sekeras kerasnya meluapkan rasa sakit nya. Dunia Arel seolah telah di liputi oleh kabut gelap
"Anak anda tidak bisa kami selamatkan " ucap dokter itu
Satu air mata lolos dari pelupuk mata Arel. Runtuh sudah hidupnya hatinya sudah hancur berkeping keping
"Arkhhhhh" teriak Arel
Tubuh Arlla ambruk seketika mendengar bahwa cucu pertamanya telah tiada sebelum melihat dunia
Arel menenggelamkan wajahnya di antara kedua kakinya yang dia tekuk. Bahkan air mata telah membanjiri wajah pria itu
Arel seorang pria yang hebat kata kata itu mungkin telah hilang pada diri Arel. Mengapa tuhan mengambil anaknya secepat ini
__ADS_1
"Namun ada keajaiban tiba tiba jantung anak anda kembali berdetak lagi" ucap dokter itu melanjutkan kata katanya
Arel mendongak seketika. Benarkah itu? Apakah ini mimpi. Sontak Arel langsung berdiri dan menatap wajah dokter itu
Senyum dokter itu seolah menjawab pertanyaan Arel
"Katakan sekali lagi" pinta Arel
"Anak anda selamat tuan dan sekarang berada di ruang bayi" ucap dokter itu
Senyum Arel kembali terbit begitu cerah. Binar bahagia benar benar kembali terlihat di wajah pria tampan itu
Arlla berjalan menghampiri putranya dan memeluk putranya erat.
"Cucuku... cucuku selamat" ucap Arlla dengan tangis haru
.
"Hallo sayang" sapa Arel pada bayinya yang tengah tertidur lelap di dalam box bayi
"Sayangnya papa makasih ya kamu udah berjuang demi papa kamu anak kuat sayang" ucap Arel dengan mengusap pipi bayi laki lakinya itu
"Putra papa"
Air mata bahagia kembali turun dari mata hitam Arel. Semalam adalah malam yang begitu mencengkam baginya namun semuanya perlahan surut dan tergantikan dengan keceriaan secerah matahari yang beberapa menit lagi akan terbit
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
KIRA KIRA DI KASIH NAMA SIAPA YA? MINTA USUL DONG NAMA YANG BAGUS