
Menunggu beberapa menit akhirnya Karin di pindahkan ke ruang rawat biasa. Lichyia mengikuti langkah para perawat yang mendorong brankar dan masuk ke dalam lift khusus untuk naik ke lantai dua
"Kami permisi dulu dok" ucap para perawat itu dan pergi. Lichyia duduk dengan anggun di kursi yang ada di samping ranjang rumah sakit
Lichyia mengirim pesan singkat pada suaminya nama ruangan tempat Kinara di rawat.
Tak lama Arel datang dengan berbagai makanan ada di tangannya dan juga beberapa kaleng minuman
"Kau membeli apa saja pantes lama" ucap Lichyia
"Cia kau belum makan terakhir kali kau makan saat siang tadi dan sekarang sudah malam kau harus makan lagi" ucap Arel
"Tapi aku gak laper" ucap Lichyia
"Pokoknya harus makan aku gak mau kamu sakit" ucap Arel tegas
"Iya iya" Lichyia membuka kotak makanan yang di bawakan suaminya untuk dirinya dan memakan makanan tersebut dengan lahap
"Apa kau akan makan sendiri" tanya Arel menyindir
"Ini ada dua kotak lagi makanlah" ucap Lichyia santai
"Huh!! Suapin" ucap Arel pelan
"Apa? Aku gak denger" ucap Lichyia dengan wajah jahil karena sebenarnya dia sudah mendengar ucapan suaminya namun bisalah sesekali dia mengerjai suaminya itu
"Suapin" ucap Arel lagi
"Apa mas? Aku gak denger loh coba teriak deh" ucap Lichyia lalu tertawa
"Huh!! Dasar ya berani ngerjain aku awas aja" ucap Arel dan siap menggelitiki istrinya
__ADS_1
"Oh no!!! Jangan.... jangan mas... geli.... udah... udah cukup maaf janji gak bakal aku ulangin" ucap Lichyia tertawa karena menahan geli yang ada di perutnya
"Bener?" tanya Arel
"Kalau gak lupa" ucap Lichyia lalu tertawa melihat wajah kesal Arel
"Oh kalau mau ulangin lagi sih gak masalah tapi hukuman nya bukan kaya tadi" ucap Arel dengan senyum jahil
"Apa emang" tanya Lichyia
Tanpa mereka sadari Kinara mulai mengerjapkan matanya dan melihat interaksi mereka berdua
Cup
Arel mencium pipi Lichyia membuat wanita itu tertawa kemudian berkacak pinggang
"Kenapa di praktekin sekarang? Kan aku gak ngerjain kamu" ucap Lichyia pura pura kesal dan menghapus jejak ciuman Arel tadi
"Terserah aku dong bau tuh iler kamu di mulut semua" goda Lichyia
"Enak aja ganteng ganteng gini mana mungkin ileran" ucap Arel dengan bangga
Kinara menatap keduanya dengan sakit hati namun masih diam tak bersuara
"Bener kok kamu ileran ihhh jorok deh" ucap Lichyia
"Biarin mau lagi?" tanya Arel dan mendekatkan wajahnya pada Lichyia
"Enggak" Lichyia menggelengkan kepalanya dan menutup kedua pipinya dengan tangannya
Arel memegang kedua pipi istrinya yang di tutup oleh Lichyia
__ADS_1
Cup
Pria itu mencium sekilas bibir wanita yang ada di depannya dan tertawa puas melihat wajah Lichyia di tekuk
"BIBIR KU TERNODAI!!! Mas!!!!" ucap Lichyia kesal
"Gak papa dong kan udah halal" ucap Arel santai
"Ck awas ya"
"Apa? Mau bales nih sini dengan senang hati" ucap Arel
"Pd banget"
"Bodo amat udah sekarang suapin aku" perintah Arel
Lichyia menyendokkan nasi dan lauk tak lupa menambahkan sambal yang cukup banyak lalu menyuapkan pada suami jahilnya itu
"Huh hah huh Cia kamu kasih apa kok pedes banget" ucap Arel dengan mengibaskan tangannya di depan mulutnya karena rasa pedas yang menguasai mulut nya saat ini bahkan rasa panas menyerang hidung dan telinga pria itu serta tenggorokan yang rasanya campur aduk
Lichyia yang awalnya tertawa puas namun lama lama merasa kasihan karena wajah Arel sudah memerah
Dengan cepat wanita itu menyambar air minum dan membuka segelnya lalu memberikan pada Arel bukannya mengambil air itu Arel malah mencium bibir Lichyia singkat lalu meminum air yang diberikan istri cantik nya itu
Hati Kinara semakin panas saat melihat kemesraan Arel dan Lichyia yang dia lihat secara langsung
"Main cium cium dasar!!" ucap Lichyia kesal
"Ekhem" Kinara sengaja berdehem dengan keras untuk menghentikan keromantisan sepasang suami istri itu yang tidak ada hentinya sedari tadi
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN