Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 162


__ADS_3

Kinara mencabut dengan paksa infus di tangannya dan berjalan mendekati Dea yang masih duduk santai di atas brankar


"Dasar penkhianat!!" teriak Kinara dengan menarik rambut Dea dengan sangat kasar hingga wanita itu terjerembab jatuh dari atas ranjang


"Kinara kau gila!!" bentak Valen


"Ashhh Valen tolong" ringis Dea


"Kau mengatakan aku gila bukan!! Ya aku gila dan ini lah kegilaanku" teriak Kinara dengan rambut acak acakan


Tanpa ampun Kinara menyeret Dea keluar dari ruangannya tanpa membiarkan kesempatan bagi wanita itu untuk berdiri


"Arkkhhh Kinara lepaskan perutku sakit" rintih Dea yang merasakan sakit pada bagian perutnya. Bahkan wanita itu meremas perutnya karena tak tahan dengan rasa sakit itu apalagi sekarang tubuhnya di seret dengan kasar oleh Kinara


Para pengunjung dan suster yang lewat langsung panik mereka langsung berjalan menyusul Kinara


Kinara berhenti pada sebuah tempat terbuka yang ada di lantai atas itu. Senyum licik terukir jelas di bibir wanita itu


"Kalian telah mengkhianati ku bukan? Maka rasakan pembalasanku sekarang hahahah" teriak Kinara tanpa ampun


"Kinara kau jangan nekad" ucap Valen yang takut


"Memangnya kenapa jika aku nekad hah?" tantang Kinara tanpa rasa takut

__ADS_1


Beberapa orang mulai mendekat dan berusaha menolong Dea yang nyawanya terancam di tangan Kinara


"Jangan ada yang mendekat!!" sergah Kinara


"Sekali kalian mendekat dia akan aku jatuhkan dari sini" ancam Kinara


"Mundur!! Kalian mundur!!" ucap Valen yang takut jika nantinya Kinara tidak main main dengan ucapannya


"Bagus" ucap Kinara dengan senyum menyeringai


Kinara menatap Dea tanpa iba sedangkan Dea dia terus memasang wajah memohonnya untuk di lepaskan karena perutnya sudah terasa sangat sakit terkena benturan beberapa kali saat Kinara dengan kejam menyeret dirinya


Darah keluar mengalir di paha Dea membuat Valen semakin panik


"Kinara aku mohon sama kamu lepaskan Dea lihat dia terluka" ucap Valen semakin panik


"Perduli ku?" tanya Kinara dengan alis naik sebelah


"Arkkhhhh Valen tolong" Tanpa rasa belas kasih Kinara melempar Dea melalui balkon rumah sakit tersebut


Dengan angkuhnya Kinara berjalan melewati orang orang setelah melempar Dea. Sedangkan Valen tanpa peduli lagi pada Kinara dia menolong Dea yang masih bertahan memegang pinggiran balkon


"Dea kau bertahan" ucap Valen panik

__ADS_1


"Ambil tali ambil tali" teriak salah satu orang disana


"Valen... aku mohon tolong aku" ucap Dea takut karena dia berada di ambang kematian bagaimana tidak Kinara gila itu melempar dirinya dari lantai lima


Kinara gila aku yang merencanakan membunuhnya tapi kini sebaliknya aku yang hampir mati disini sedangkan dia tenang tenang disana batin Dea


"Iya kau pegang tanganku jangan di lepas" ucap Valen


Valen mengulurkan tangannya dan tertaut dengan tangan Dea yang semakin lama semakin lemas.


"Sayang kau bertahan demi anak kita kau ingat itu" ucap Valen yang ketakutan


Dea hanya mengangguk sebagai tanda jawaban


"Ashhh" ringis Dea yang semakin lama semakin merasakan sakit di perutnya


"Valen... " lirih Dea lemah


"Valen... "


"Valen... "


"Iya kau bertahan ok sebentar lagi akan ada bantuan datang" ucap Valen

__ADS_1


"Dimana orang yang mengambil talinya tadi" teriak Valen semakin panik karena genggaman tangan Dea semakin melemah


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2