Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 6


__ADS_3

..."Jangan berjanji untuk tidak pergi, tapi berjanjilah untuk selalu ada. Jangan pernah berkata sangat mencintaiku, tapi hargailah penantian ku untukmu. Jangan pernah berkata takut kehilangan, tapi jagalah aku sebagaimana seharusnya. Jangan berkata kamu rindu, tapi kamu sedang bersama yang lain di sana," Clara dan Wilona....


🍒🍒🍒


Clara kaget ketika sampai dirumahnya. Ternyata sudah ada dua pria dengan badan kekar sejak kemarin malam menunggu dirinya.


Dua orang itu merupakan geng Koala Hitam. Mereka ingin agar Clara membintangi sebuah film milik bosnya setelah tahu jika saat ini Clara sedang menjadi idola karena memenangkan kontes dan mendapat piala emas di Amerika.


Jika filmnya di bintangi oleh Clara, maka akan sangat laku dan menghasilkan pundi-pundi uang yang sangat banyak.


"Siapa kalian?" tanya Clara menatap tajam dua pria yang memakai kacamata hitam dan jas warna hitam.


"Kita bicara didalam," sahut pria itu dan begitu Clara membuka kuncinya, mereka langsung menerobos masuk kedalam.


Mereka merasa sangat kuat dan berkuasa dan bisa mengintimidasi siapapun.


"Kami ingin kau bekerja sama dengan kami. Bos kami akan membuat film dan kau adalah aktrisnya,"


"Aku sangat sibuk. Aku tidak bisa!" sahut Clara.


"Ini bukan penawaran. Tapi perintah! Jika kau ingin tetap selamat, maka turuti permintaan bos kami! Atau kau sudah bosan hidup?"


"B-baiklah ..." Clara tak berdaya. Dia berada di kamar apartemennya sendirian. Sedangkan disini ada dua pria dengan badan kekar dan tinggi terlihat sangat menakutkan.


Satu cengkeramanya mungkin bisa membuat tulang leher Clara patah. Clara benar-benar tidak bisa berdebar dengan mereka, karena dia tidak ingin celaka.


"Tanda tangan disini!" ucap Pria yang sedang memegang berkas ditangannya.


"Syuting di mulai besok. Film ini akan segera rilis. Dan dengan namamu yang sedang melambung ini, maka kau dan Bos akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak!" imbuh satu diantara mereka.


"Jika sudah selesai. Kalian berdua bisa pergi. Aku ingin istirahat!" sahut Clara dan membukakan pintu untuk dua orang suruhan bos geng Koala Hitam itu.


Mereka berdua lalu saling berpandangan dan segera keluar dari apartemen Clara.


Didalam apartemen, Clara menangis dan memukul-mukul kasur dan dia sendiri terduduk dilantai dengan sedih.


"Kenapa aku harus mengalami semua ini! Aku wanita yang di menyedihkan! Apa gunanya piala emas ini? Sekarang aku kehilangan kekasihku. Dan aku menjadi incaran geng Koala Hitam. Aku tahu siapa dia? Dia tidak akan melepaskanku dengan mudah setelah aku menjadi aktrisnya,"


Clara segera menarik lagi didekatnya. Dan mengeluarkan sebuah botol kecil lalu meminumnya hingga habis.

__ADS_1


Saat merasa depresi dan lemah, dia selalu meminum isi didalam botol kecil itu dan itu sedikit mengurangi tekanan di dalam hatinya. Setelah minum itu, kepalanya menjadi lebih ringan dan dia tidak ingat lagi pada kesedihan nya.


Siang hari, setelah makan siang, Hanung pergi ke apartemen untuk menemui Clara, kekasihnya.


Dia punya kunci cadangan dan dia segera membuka pintu itu.


Dia sangat terkejut melihat bagaimana kamar Clara sangat berantakan dan dia tergeletak dilantai dengan baju yang tersingkap dan beberapa bagian menonjol itu terumbar dalam keadaan tidak sadar.


Hanung segera mengangkatnya ke kasur dan merapikan beberapa barang yang berantakan.


"Clara! Bangunlah! Ini aku...Hanung..." Hanung sangat sedih melihat keadaan kekasihnya itu.


"Han...kau disini....?"


"Ya. ini aku. Aku disini,"


Hanung hanya bisa menggigit bibir bawahnya menyadari dia telah membuat kekasihnya itu kecewa dan patah hati.


"Han....."


Clara langsung memeluk Hanung dan mencium bibirnya.


Jika diamnya akan membuat Clara lebih baik, maka biarlah dia berbuat sesukanya, batin Hanung.


Clara terus membelai lembut wajah Hanung dan bibirnya berpagut dengan agresif ke beberapa bagian sensitif milik Hanung.


"Kamu milikku. Dan selamanya akan tetap begitu," ucap Clara dan Hanung hanya sesekali menahan nafasnya dan berusaha tidak terpancing dengan gerakan agresif Clara, kekasihnya itu.


Karena tidak mendapat respon dari Hanung, Clara menghentikan ciumannya. Dia menarik dirinya dan memegang ujung selimut dengan kuat.


Hatinya semakin hancur, ketika sadar, jika Hanung telah menjadi milik orang lain. Dan mungkin, mereka sudah melakukan yang lebih dalam lagi setelah pernikahan itu.


Hatinya sangat sakit membayangkan Hanung bermesraan dengan wanita lain yang sudah menjadi istrinya. Dan mungkin mereka saling menikmati satu sama lain. Dan hari ini, Hanung tidak membalas serangan panasnya. Artinya, dia pasti sudah melakukannya bersama wanita itu.


"Pergilah! Aku ingin sendiri," sahut Clara mengusir Hanung.


Sebenarnya dia tidak benar-benar ingin Hanung pergi meskipun dia sudah mengusirnya. Dia hanya sedang kesal dan marah pada keadaan dan melampiaskan padanya.


"Aku tidak akan pergi. Aku datang karena aku ingin melihat kau baik-baik saja," ucap Hanung menarik Clara dalam pelukannya.

__ADS_1


Kini, Clara benar-benar terisak dan menangis sejadinya. Dia menangis sangat keras dan tidak akan ada yang mendengarnya.


Mereka berada didalam apartemen. Siapa yang bisa mendengar karena suara itu pasti tidak akan terdengar dari luar. Clara sudah ingin menangis sejak semalam. Namun dia berada dirumah Hanung, jadi dia tidak mau mengganggu penghuni rumah itu.


Sekarang tangisnya pecah diperlukan kekasihnya, ingin rasanya dia marah namun tidak bisa. Dia sangat mencintai kekasihnya itu dan bisa tiada jika berada jauh darinya.


🍷🍷🍷


Dirumah besar.


Presdir sedang duduk bersama kedua cucunya yang kini menjadi kebahagiaan tersendiri baginya. Mendengar pertengkaran dan candaan mereka, membuatnya tersenyum sejak tadi pagi.


Namun hal berbeda dirasakan oleh Rosma. Dia merasa kesal sejak tadi pagi karena dua bocah itu terus saja berlarian dan berulang kali hampir menabraknya.


Dan terakhir kali, dia sangat kesal ketika jus di tangannya hampir saja tumpah karena putri kedua Wilona yang berkejaran dengan kakaknya.


Rosma sangat marah dan membentak mereka berdua. Mereka sangat ketakutan dan bersembunyi di belakang punggung presdir.


"Kenapa kamu membuat mereka ketakutan seperti ini?" Ucap Presdir kepada menantunya itu.


"Mereka berlarian sepanjang hari. Kepalaku pusing melihatnya!"


"Jika kau pusing, kau bisa jalan-jalan di mall. Bukankah kau biasanya jarang ada dirumah? Kenapa hari ini tidak pergi jalan-jalan?"


"Aku memang ingin pergi. Rumah ini sudah seperti panti asuhan sekarang!" Rosma akan berbalik dan berpapasan dengan Wilona.


Sesaat Rosma menatap sinis pada menantunya itu.


"Bawa ini ke dapur," titahnya pada sang menantu.


Wilona tersenyum dan patuh pada ibu mertuanya. Sedikitpun dia tidak merasa apa yang dilakukannya ini menghina dirinya.


"Biar Mbok saja non," kata suster Narti yang dibawa oleh Wilona kerumah besar itu.


"Tidak usah mbok, tidak papa," sahut Wilona lalu pergi kedapur.


Rosma melihatnya dari kejauhan dan mencibirkan bibirnya menatap menantu kesayangan ibu mertuanya itu. Hatinya sungguh kesal.


Mbok Narti yang melihat wajah ibu Rosma menjadi sadar jika kehadiran Wilona tidak di sukai olehnya.

__ADS_1


"Semoga dia tidak membuat masalah untuk non Wilona," doa mbok Nanti dalam hati.


__ADS_2