Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 19


__ADS_3

Wilona merasa jika dia mulai diterima oleh ibu mertuanya. Terlihat sikap ibu mertuanya mulai melunak dan menjadi baik.


Bahkan ibu mertuanya menginap dua hari dirumahnya dan saat ini Hanung sudah bisa berjalan tanpa bantuan orang lain.


Wilona sedang bersama ketiga anaknya di sebuah ruangan yang berbeda. Dengan gembira dia bermain bersama ketiga anaknya.


Selama ada mertuanya dirumahnya, waktunya menjadi longgar dan itu dia manfaatkan untuk dekat dengan ketiga anaknya.


Hanung sedang minum teh dengan beberapa camilan ditemani ibunya.


"Kau terlihat bahagia dirumah ini. Apakah kau tidak mau kembali kerumahmu?"


Hanung mendongak dan menggelengkan kepalanya.


Rosma menarik nafas dalam sambil tersenyum menatap putranya.


"Tidak apa jika kau tidak kembali kerumah. Selama kau bahagia disini maka mami juga akan bahagia. Tapi...."


Dari yang awalnya wajahnya sumringah tiba-tiba berubah menjadi ditekuk.


"Tapi apa ma...."


"Kebahagiaan mu berbanding terbalik dengan Clara. Dia pergi dari rumah dan aku melihatnya di apartemen nya seakan dia begitu depresi. Aku bahkan menyelamatkan dirinya dari pinggir gedung seakan dia akan bunuh diri...."


Rosma mencoba membangkitkan simpati Hanung.

__ADS_1


"Apa!? Bunuh diri?"


Hanung terperanjat. Dan hal ini sudah di duga sebelumnya oleh Rosma. Ini adalah salah satu rencana kenapa dia berbuat baik pada Wilona dan juga Hanung.


Rencana pertama berhasil membuat wajah Hanung berubah total.


"Dimana dia sekarang?"


"Di apartemen. Dan dia tidak keluar dari apartemen itu selama dua hari. Dia terus mengurung dirinya disana dan tidak mau makan. Dia seperti gadis yang sedang patah hati dan hancur,"


"Apa!?"


Hanung terlihat diam dan termenung sesaat.


Rosma melihat wajah Hanung sudah mulai panik.


"Aku akan kesana melihatnya...." ucap Hanung.


"Tapi.... bagaimana dengan Wilona? Bagaimana jika dia tahu kau menemui Clara?" Perkataan maminya seakan dia bersimpati pada Clara juga peduli pada perasaan Wilona.


"Wilona adalah gadis yang sangat pengertian dan bijaksana. Dia akan memahami situasi ini...."


Hanung lalu pamit pada maminya dan akan pergi menemui Wilona.


Hanung pergi dengan beberapa anak buahnya.

__ADS_1


Begitu Hanung keluar, Rosma segera menelepon Clara. Dan saat ini Clara baru saja dalam perjalanan untuk syuting dengan Genta.


"Aku tidak bisa datang. Aku tidak enak badan,"


"Jika begitu aku akan kesana," ucap Genta.


"Tidak perlu. Aku sudah ke dokter dan aku hanya butuh istirahat satu hari. Besok aku akan pergi untuk syuting..."


"Kau yakin aku tidak perlu menemanimu?"


"Untuk apa kau menemaniku? Kita hanya bekerja sama dan bukan sepasang kekasih. Dan ku harap kau tidak lupa itu. Kita memang pasangan tapi itu hanya di film. Bukan di dunia nyata,"


"Aku mencemaskan mu...." ucap Hanung.


"Aku akan mengabarimu jika aku membutuhkan sesuatu..."


"Baiklah. Kabari aku jika kau butuh bantuan..."


Clara menutup teleponnya dan segera putar arah untuk kembali ke apartemennya.


Begitu sampai di apartemen Clara segera mengacak-acak rambutnya dan melemparkan semua selimut serata bantal dan dia tengkurap dengan ekspresi depresi.


Dia sudah menghapus semua riasannya dan kini meneteskan obat tetes mata untuk meyakinkan Hanung jika dia mengalami depresi.


Hanya itu satu-satunya cara mengalihkan perhatian Hanung dari istrinya. Dan Hanung akan kembali padanya karena Clara sangat yakin, Hanung tidak bisa mengabaikan dirinya jika sudah melihat keadaan nya yang seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2