
"Ini udah... ini udah... ini juga udah" gumam Lichyia sambil memeriksa barang belanjaannya
Banyak sekali jenis buah buahan yang wanita hamil itu beli
Lichyia membawa semua barang belanjaan ke kasir untuk membayarnya. Setelah selesai dengan pembayaran Lichyia keluar dari mini market tersebut dan kembali ke dalam mobilnya
"Nasib baik tanpa perlu ku cari dia datang sendiri" gumam Kinara di dalam mobil sambil memperhatikan Lichyia sedari tadi
Mobil alpard putih milik Lichyia perlahan kembali berjalan memecah jalanan kota yang terlihat cukup sepi. Di belakangnya mobil Dea yang di kendarai oleh Kinara mengikuti kemana arah mobil Lichyia pergi
Sebuah rencana licik terselip di otak Kinara dan senyum miring terbit di bibir wanita itu
Beberapa menit perjalanan Kinara masih senantiasa membuntuti mobil Lichyia. Hingga saat memastikan keadaan aman Kinara menyalip mobil Lichyia dan berhenti di depannya
"Astagfirullah ada apa pak" tanya Lichyia yang cukup kaget karena mobilnya yang berhenti mendadak
"Ada mobil di depan nyonya" ucap sang supir
"Mobil siapa itu" gumam Lichyia
Merasa ada sesuatu yang tidak beres Lichyia memasukkan sebuah pisau lipat berukuran cukup kecil ke dalam saku bajunya
Seorang wanita dengan wajah penuh dendamnya keluar dari mobil tersebut dan berjalan mendekati mobil Lichyia
__ADS_1
"Kinara bagaimana bisa wanita itu bebas" gumam Lichyia
Dengan gerakan cepat Lichyia mengambil ponselnya dan mengirim pesan suara pada suaminya, Arel
"*Jalan Kemuning 1"
"Kinara*"
Dua pesan suara Lichyia kirimkan pada Arel sebagai tanda bahwa dirinya dalam bahaya. Jika saja dia tidak dalam kondisi hamil maka Lichyia akan tenang namun tidak untuk kali ini
Bayi yang ada di dalam kandungannya juga ikut di pertaruhkan. Lichyia memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya namun belum sempat ponsel itu masuk Kinara mengambil dengan kasar ponsel Lichyia
"Kembalikan" ucap Lichyia
"Tutup mulutmu" bentak Kinara
Pryaangg
Kinara membuang balok kayu tersebut ke sembarang arah dan menyergap Lichyia
"Mmm..."
Pyarrr
__ADS_1
Dengan gerakan kasar Kinara membanting ponsel Lichyia ke tanah hingga pecah dan hancur
"Lepas" teriak Lichyia
"Tolong!!!!"
Tubuh Lichyia mulai melemas saat Kinara membius dirinya dan dengan susah payah Kinara memasukkan tubuh Lichyia ke dalam mobil Dea
"Kau akan menjadi korban pertama ku untuk balas dendamku dan kau juga akan menjadi sumber uangku" ucap Kinara dengan senyum licik
Dengan kecepatan di atas rata rata Kinara membawa Lichyia pergi jauh dari kota ini dan masuk ke sebuah perkampungan terpencil untuk meletakkan tubuh Lichyia disana agar tidak ada satupun orang yang mengetahui keberadaan wanita hamil itu
.
Pesan suara Lichyia masuk ke dalam ponsel Arel namun pria itu tidak mengetahuinya karena dalam mode silent. Pria sukses itu sedang meeting bersama kliennya hingga tak melihat pesan dari sang istri
Kenapa perasaanku tiba tiba gak enak ya batin Arel yang seketika seolah mendapat sebuah perasaan buruk
Lichyia aku harap dia tidak kenapa napa batin Arel
"Bagaimana tuan Arel" tanya sang rekan kerja
"Baiklah saya menyetujui kontrak kerja ini dan saya harap dengan kerja sama ini bisa menguntungkan kedua perusahaan" ucap Arel
__ADS_1
"Saya juga harap begitu"
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN