
...Rumah Arel...
Sedari pagi Lichyia berjalan kesana kemari untuk menyiapkan semua kebutuhan suaminya. Sedangkan Arel diminta Lichyia untuk tetap duduk diam
Setiap Arel berdiri maka Lichyia langsung berkata "Diam!!" Arel hanya bisa pasrah saat melihat bumil itu yang semakin hari semakin aktif bahkan dirinya tidak mau duduk di satu tempat saja
Arel sudah rapi dari atas sampai bawah dan itu semua karena Lichyia mulai dari rambut sampai sepatu pun dirinya yang mengatur
Arel menghentikan langkah istrinya itu dan menyuruh untuk duduk
"Sudah duduk temani aku sarapan kamu jangan terlalu banyak bekerja kau bisa kelelahan" omel Arel membuat mata Lichyia langsung berkaca kaca
"Jahat!!" lirih Lichyia
Arel menatap wajah istrinya lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Aduh sensitif banget nih bumil satu ini
"Sayang maaf ya bukan gitu maksud aku tapi... aku gak mau kamu kecapekan aja" ucap Arel
"Bener?" Arel mengangguk
"Yaudah kalau gitu aku mau ikut ke kantor kamu" ucap Lichyia membuat bola mata Arel membesar
"Untuk apa?" tanya Arel
"Gak boleh?"
"Boleh kok boleh" ucap Arel cepat
__ADS_1
Seusai sarapan, Lichyia bersiap untuk ikut Arel ke kantor
"Sayang udah belum ayo nih aku udah terlambat" ucap Arel karena sudah satu jam Lichyia bersiap namun belum selesai juga
"Bentar dikit lagi"
"Mas enaknya pake jam tangan ini apa ini atau ini" tanya Lichyia menunjuk tiga jam tangan miliknya yang berada di dalam sebuah kaca berbentuk kubus yang di lapisi dengan emas di bagian pinggirnya
Arel memijat pangkal hidungnya selama Lichyia hamil benar benar menguji kesabarannya
"Pake apa saja kau akan tetap cantik" ucap Arel
"Iya tapi yang mana yang bagus" rengek Lichyia
"Ini" Arel mengeluarkan satu kotak jam tangan berwarna coklat
"Gak ah bagusan yang warna merah" Lichyia mengeluarkan kotak jam tangan berwarna merah lalu memakainya
"Sabar Arel sabar" gumam Arel
Setelah satu jam lebih sepuluh menit Lichyia bersiap akhirnya mereka berdua pergi ke kantor Rakhsa
Beberapa menit perjalanan mobil Arel berhenti di sebuah gedung pencakar langit itu
Arel dan Lichyia turun dari dalam mobil dan langsung menuju lift untuk ke lantai atas
"Pagi tuan pagi nyonya" sapa Andra dengan sedikit menunduk hormat
"Pagi juga" Andra mengekor mengikuti pasangan suami istri itu masuk ke dalam ruangan Arel. Sang Asisten Arel itu membacakan jadwal Arel hari ini selepas itu dia langsung keluar dari ruangan Arel
__ADS_1
"Sayang kau duduk disana dan diamlah ok" ucap Arel dan Lichyia mengangguk patuh
Beberapa menit Lichyia diam namun ternyata hati bumil cantik itu ingin sekali menggerakkan kaki nya berjalan kesana kemari
Lichyia akhirnya berdiri membuat Arel menoleh
"Ada apa? Kau butuh sesuatu?" tanya Arel
"Gak aku capek duduk" ucap Lichyia
Lichyia berjalan mengitari ruangan suami nya yang cukup besar itu dan berhenti di sebuah titik melihat sebuah foto pernikahan mereka yang berukuran besar dan di pasang di salah satu sudut dinding ruangan itu
"Aku cantik ya disitu" ucap Lichyia
"Iya kamu cantik" ucap Arel
"Tapi kamu gak"
"Ya iyalah sayang kan aku cowok pasti nya ganteng bukan cantik"
"Maksud aku kamu gak ganteng disitu" ucap Lichyia santai membuat Arel melotot sebal. Bagaimana bisa istrinya itu dengan santai berbicara jika dirinya tidak tampan sedangkan di luaran sana banyak sekali wanita yang tergila gila padanya
Lelah berdiri Lichyia berjalan mendekati suaminya itu
Bruk
Lichyia duduk di pangkuan Arel dan mengalungkan tangannya di leher suaminya itu. Wanita itu mendaratkan satu kecupan singkat di rahang Arel lalu bersandar pada dada bidang pria itu
Arel hanya diam dan tetap fokus pada pekerjaannya namun tetap membiarkan istrinya itu duduk di pangkuan nya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN