
Setelah Alendra dan Arel berangkat bekerja kini tinggal Lichyia dan Arlla lah yang ada di rumah bersama beberapa pelayan
"Kamu gak kerja" tanya Arlla
"Mmm enggak ma" ucap Lichyia
"Bagus jangan terlalu banyak bekerja biar cepet hamil" ucap Arlla membuat Lichyia meneguk ludahnya kasar
"Gimana kalau kita belanja ke mall sekali kali quality time" ajak Arlla
"Boleh bentar ya ma aku ambil tas dulu" ucap Lichyia dan naik ke atas untuk mengambil tas miliknya dan kunci mobil
"Udah?Ayo" ajak Arlla saat melihat menantunya sudah siap
"Biar aku aja yang nyetir ya ma" ucap Lichyia
"Yaudah iya" Arlla dan Lichyia berjalan bersama keluar dari rumah itu dan tanpa mereka sadari Dea sedari tadi menguping pembicaraan mereka berdua
"Nyonya Kinara saat ini Nyonya Arlla sama Nyonya Lichyia mau keluar ke Mall kalau kamu mau suruh seseorang buat beri pelajaran ke mereka" ucap Dea dengan ponsel yang terhubung pada panggilan dengan Kinara
"Bagus kasih tau kemana pun mereka pergi ke saya" ucap Kinara
"Gak masalah asal ada duitnya" ucap Dea
"Huh!! Dasar mata duitan" umpat Kinara dan mematikan sambungan teleponnya
"Dih gila kali dia ngatain gue gak punya kaca ya begitu dia deketin tuan Arel juga buat apaan kalau bukan duit" ucap Dea kesal
__ADS_1
.
.
Di rumah sakit Kinara sedang sendirian karena Lela pulang ke rumah untuk mengambil pakaiannya sedangkan Tika entah pergi kemana
"Lakukan apa yang saya perintahkan" ucap Kinara
.
.
Lichyia fokus menyetir mobilnya sedangkan Arlla menikmati alunan musik jazz yang mengalun indah mengiringi perjalanan mereka
Citt
Lichyia mengerem mendadak membuat tubuh keduanya hampir terbentur bagian mobil
"Maaf ma ada mobil di depan" ucap Lichyia
Arlla menatap mobil yang menghadang jalan mereka
"Huh ini pasti kerjaan Kinara si wanita gila itu" ucap Arlla kesal
"Ayo kita turun ma" ajak Lichyia dengan nyali kuat tanpa takut sedikit pun
"Kamu yakin? Kamu gak takut?" tanya Arlla
__ADS_1
"Aku yakin dan aku sama sekali gak takut menghadapi ular itu saja aku bisa kenapa hanya anak buahnya aku tidak bisa" ucap Lichyia tegas
Mata Arlla menyipit saat melihat sebuah senjata tajam yang ada di balik jaket orang suruhan Kinara meskipun tempatnya sangat tersembunyi namun tidak bisa membohongi mata Arlla
"Ma mereka bawa senjata" tanya Lichyia yang juga melihat salah satu bagian pistol yang muncul keluar dari balik jaket penjahat itu
"Iya kita harus hati hati jangan sampe kita mati gitu aja disini" ucap Arlla
"Mama tenang aja" Lichyia membuka dashboard mobil nya dan mengeluarkan dua senjata api yang ada disana
"Kau menyiapkan ini?" tanya Arlla dan di balas anggukan kepala oleh Lichyia
"Kamu sama seperti mama, pintar sekali Lichyia kita wanita harus bisa selalu jaga diri" ucap Arlla dan mengambil salah satu senjata yang ada di tangan menantunya
Brak
Lichyia dan Arlla keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring. Mata kedua wanita itu berubah menjadi lembut dan seperti merasa ketakutan menghadapi pria yang ada di depan mereka
"Mau apa kamu" tanya Lichyia dengan wajah takut dan suara bergetar
"Mau apa? Akan aku habisi dirimu disini" ucap sarkas pria itu
Pria itu mengeluarkan senjata yang ada di balik punggungnya lalu menodongkan pada Lichyia
Dor
"Arkkkhhhhh" Satu peluru meluncur bebas dan menembus lengan seseorang
__ADS_1
"Sayang" teriak Arlla
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN