
...***In Arjaya Hospital ...
...Pukul 08:00***...
"Kamu mau apa sayang" tanya Arel lembut saat Lichyia seperti hendak turun dari ranjang
"Aku mau ketemu oma dulu boleh kan" tanya Lichyia
"Boleh dong aku temenin ya" Lichyia mengangguk
"Kalian mau kemana" tanya Tante Ana yang sudah berada di luar sedangkan yang lain berada di dalam kamar dan masih berada dalam alam mimpi nya masing masing
"Mau ke ruangan Oma" jawab Arel dan Tante Ana hanya menganggukkan kepala sambil berlalu menuju lift karena tujuannya keluar untuk membeli coffe di cafe rumah sakit ini
...Ceklek...
...Pintu ruangan Oma Diana terbuka lebar ...
Lichyia duduk di kursi samping ranjang sang oma sedangkan Arel senantiasa berdiri di belakang istrinya
"Oma ini Lichyia" bisik Lichyia di telinga sang oma
Niatnya dia akan memberi kabar gembira ini pada sang oma agar semangat hidup kembali bangkit. Dia sebagai dokter tau betul apa yang harus dia lakukan saat seseorang dalam keadaan koma
"Menantu keluarga Denata"
"Ini udah pagi loh oma"
"Oma gak mau bangun?"
__ADS_1
"Oh ya Lichyia kesini mau kasih kabar gembira buat oma"
"Lichyia hamil... anak Arel cucu kesayangan oma"
"Oma bangun ya biar bisa liat cucu oma lahir"
Tit.. tit.. tit..
"Sayang oma kenapa" tanya Arel panik
"Kamu keluar dulu biar aku periksa" perintah Lichyia dan dengan segera keluar dari ruangan oma nya dengan wajah panik
Seluruh anggota keluarga satu persatu keluar dari dalam kamar dan mereka kaget melihat wajah panik Arel sambil keluar dari ruangan oma
"Ada apa Arel" tanya Sandra
"Oma.. tadi... "
.
Lichyia keluar dari dalam ruangan oma dengan wajah datar sehingga sulit di tebak apa yang sedang wanita itu rasakan
"Lichyia sayang bagaimana keadaan oma" tanya Sandra lembut
"Oma sudah melewati masa kritisnya" ucap Lichyia dengan bahagia
Seluruh anggota keluarga bahagia atas kemajuan dari kesehatan oma Diana
"Alhamdulillah ya Allah" ucap syukur dari semua orang
__ADS_1
.
.
...Di lain tempat ...
"Sayang" panggil seorang wanita pada pria yang ada di depannya
Kini keduanya berada di sebuah taman, mereka bertemu karena ada sesuatu yang ingin di bicarakan dengan serius oleh sang wanita
"Hm"
"Aku... ha... hamil" ucap wanita itu
"What!! Kau serius?" tanya Valen
"Aku serius dua bulan lalu aku sudah mengandung anak kamu tapi aku gak sadar karena fokus dengan sembuh dari lumpuh" ucap Kinara sedikit takut jika Valen akan menolak anak itu
"Bagus dong aku harap anak itu adalah laki laki dan tidak penyakitan seperti Diego" ucap Valen sinis
"Apa? Kau menerima anak ini?" tanya Kinara tak percaya
"Ya rawat dia baik baik dan mulai sekarang kamu harus tinggal di apartemen aku ajak semua keluarga kamu juga dan mulai sekarang kalau kemana mana hubungi aku atau minta di antar supir" ucap Valen antusias
Kinara mengangguk bahagia tadinya dia khawatir jika Valen tidak akan mengakui anak yang di kandungnya namun ternyata dugaannya salah
Valen memeluk erat tubuh Kinara, wanita ketiga di dalam rumah tangga nya dengan Arin. Sedangkan di Singapura, Arin sedang berjuang menemani putra semata wayang nya untuk pengobatan
"Mam dicini ada Diego jangan cedih lagi ya" ucap Diego sambil mengusap air mata ibu nya di saat dia merasakan sakit di tubuhnya
__ADS_1
"Kamu yang kuat ya sayang" ucap Arin dan di angguki oleh Diego
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN