
"Kau siapa berani mempersatukan anakku dengan putri ****** mu itu"
Wajah Lela memerah menahan emosi karena putri nya di katakan wanita ******
"Arlla jaga ucapan mu atau aku akan...." ucap Lela tersulut emosi
"Mama kenapa mama kesini" tanya Lichyia dan berjalan ke arah mertuanya
"Sayang disini aku berdiri bukan sebagai ibu dari Arel tapi sebagai wanita yang sama sama pernah di sakiti oleh keturunan yang sama" ucap Arlla
"Lichyia kamu adalah menantu dari keluarga terhormat kau juga berasal dari keluarga terhormat jika ada laki laki yang menyakiti mu maka tunjukkan sifat asli dari setiap wanita bagaimana jangan jadi lemah hanya karena cinta.... Cintai orang yang pantas untuk di cintai" ucap Arlla pada menantunya itu
Bukan membela Arel namun kini Arlla berada di pihak Lichyia. Dia akan berlaku adil pada siapapun yang salah dan itu adalah karakternya yang tak akan bisa di ubah
"Kau akan apa Lela?" tanya Arlla tenang dengan senyum sinis pula
"Menamparku?" tanya Arlla lagi
__ADS_1
"Kau beruntung dulu kau tidak aku lenyapkan sama seperti Anel yang berusaha mengganggu rumah tanggaku"
"Beruntung? Dulu aku hampir mati karena keluarga sialan mu itu Arlla mereka menusuk punggung ku di saat aku sedang mengandung Kinara" ucap Lela berteriak
"Masih punggung kan? Kau pantas mendapatkannya karena kamu dan suamimu itu sudah berusaha melenyapkan aku!! Dan untung aku di selamatkan oleh Alendra laki laki yang sekarang menjadi suamiku" ucap Arlla tenang dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu
Mendengar suara keributan dari dalam ruang rawat Kinara beberapa perawat hendak menyerobot masuk untuk menghentikan pertikaian itu namun dengan cepat Lichyia menutup kembali ruangan itu dan menahan nya agar tidak ada seorang pun yang bisa masuk
"Saya Direktur Lichyia kalian bisa pergi dan jangan ada yang berani masuk kesini sebelum ada perintah" ucap Lichyia tegas
"Baik dok"
Arel hanya menatap ketiga wanita yang ada di ruangan itu dengan diam memahami permasalahan yang terjadi sebenarnya
"Yang tidak tau malu itu siapa? Saya atau kalian!! Bukankah dari dulu keluarga kalian yang menjadi perusak hubungan rumah tanggaku?" tanya Arlla tenang dengan senyum meremehkan
Wajah Lela semakin memerah dan tangannya mengepal erat lalu berjalan ke arah Arlla yang duduk tenang di sofa
__ADS_1
Tangan Lela melayang hendak menampar wajah Arlla namun dengan cepat Arel dan Lichyia menahan tangan Lela hingga tak sampai mengenai wajah mama mereka
"JANGAN PERNAH SENTUH MAMA SAYA ATAU KALIAN AKAN BERURUSAN DENGANKU" ucap Lichyia tegas
"Apa yang terjadi ini? Ada apa dengan masa lalu" tanya Arel yang masih tidak memahami semuanya
"Dan untukmu Arel!! Mama peringatkan untuk yang terakhir kalinya jangan pernah ceraikan Lichyia dan putuskan hubungan dengan wanita itu!! Atau kamu akan merasakan konsekuensi nya" ucap Arlla dengan nada tinggi
"Ayo sayang kita pergi kita tidak pantas berada satu ruangan dengan wanita yang TIDAK TAU DIRI" ucap Arlla
"Dan Arel kamu ikut mama pulang SEKARANG!!" teriak Arlla pada putranya
"Arel plis jangan pergi aku butuh kamu!!" teriak Kinara hendak menarik tangan kekasihnya itu
"Lepaskan tangan suami saya!!" Lichyia melempar tangan Kinara dengan kasar
"Mulai saat ini!! Aku mengibarkan bendera perang dengan mu Kinara hadapi Lichyia yang sebenarnya" ucap Lichyia dengan wajah marah lalu menarik tangan suaminya dan membawanya keluar dari ruangan itu
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN