
"Valen!! Dea!! Tolong!!! Arkhhhh" teriak Kinara sambil memekik kencang karena merasa sakit di bagian perutnya
"Ada apa sih dia sangat menyusahkan" gerutu Dea dan berjalan masuk ke dalam kamar Kinara
Valen yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu sambil menghisap cerutunya langsung bergegas lari menuju kamarnya saat mendengar teriakan Kinara
Wajah Dea berubah terkejut saat melihat Kinara duduk bersandar pada dinding kamar mandi dengan keringat membahasi dahi wanita itu
"Nar lo kenapa nar" tanya Dea panik
"Ada apa" tanya Valen yang baru saja datang
"Asshhhh sakit" ringis Kinara
"Kita bawa ke rumah sakit sekarang" ucap Valen cepat dan mengangkat tubuh Kinara
Dea bejalan cepat mengikuti langkah kaki Valen dengan raut wajah datar. Tentu saja dia tau apa penyebab Kinara kesakitan seperti itu
Wanita dengan otak setengah itu menyebarkan minyak di lantai kamar mandi Kinara dan tepat sasaran sekali Kinara terjatuh hingga memekik kesakitan seperti itu
"Aku harap kamu mati" gumam Dea
"Mmm aku ambil sesuatu dulu ada yang ketinggalan" ucap Dea
Dea berjalan kembali ke apartemen dan masuk ke dalam kamar mandi kamar Kinara. Wanita itu membersihkan minyak yang berceceran di lantai hingga bersih
"Asshhh" ringis Dea karena dahi nya terbentur dinding kamar mandi
__ADS_1
"Ck sial!!" umpat Dea
Dea keluar dari kamar mandi tersebut setelah memastikan tidak ada jejak sama sekali. Wanita itu berjalan keluar dan menyusul Valen dan Kinara yang sudah terlebih dahulu pergi ke rumah sakit
...Skip perjalanan...
Mereka bertiga sampai di sebuah rumah sakit terdekat. Kinara sedang di tangani oleh para tim medis di ruang UGD
"Valen" panggil Dea
"Hm"
"Bagaimana kondisi Kinara" tanya Dea dengan memasang raut wajah khawatir
"Kinara akan melahirkan hari ini" ucap Valen
Kenapa tidak mati saja batin Dea
"HPl nya memang satu minggu lagi jadi bisa maju atau mundur itu hal biasa itu yang di katakan oleh dokter" ucap Valen
"Oh" ucap Dea lemas
Sekitar satu jam menunggu akhirnya pintu ruangan UGD terbuka
"Selamat tuan anak anda telah lahir sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruang bayi anda bisa melihatnya disana" ucap dokter tersebut
Valen tersenyum bahagia saat mendengar bahwa bayinya telah lahir di dunia ini. Dengan spontan pria itu memeluk tubuh Dea
__ADS_1
Wajah Dea semakin merah padam karena rasa kesalnya bukannya mati Kinara kini akan mendapat perhatian lebih dari Valen
Sial rencanaku untuk menyingkirkan Kinara gagal batin Dea
.
Ceklek
Valen membuka pintu ruang bayi untuk melihat bayinya yang sudah di pindahkan ke ruang bayi
"Tuan silahkan masuk biar aku tunjukkan yang mana anakmu" ucap dokter yang mengantar Valen ke ruang itu
Sedangkan Dea duduk di kursi yang ada di samping ranjang Kinara karena permintaan Valen. Wanita itu sudah di pindah ke ruang rawat biasa beberapa saat yang lalu
Valen tersenyum dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut
"Ini adalah bayimu tuan" ucap dokter dengan menunjuk salah satu bayi yang berada di dalam box khusus
"Jenis kelamin nya perempuan" tambah dokter tersebut
Valen menggendong bayi tersebut dengan perasaan bahagia berulang kali Valen mencium pipi bayi perempuan tersebut
"Tapi... dia mengalami kebutaan dan mungkin dia tidak bisa bicara sampai besar nanti" ucap dokter tersebut membuat tangan Valen seketika lemas dan menjatuhkan bayi tersebut dari genggaman nya
"Gak!! Dia bukan anakku!! Anakku tidak mungkin buta" teriak Valen dan segera pergi dari sana
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
__ADS_1