
"Dea kemana kenapa gak pulang pulang mana ini udah malem lagi" ucap Valen cemas
"Ngapain sih khawatirin dia nanti kalau udah bosen di luar juga bakal balik sendiri" cibir Kinara
"Udah ah aku ngantuk" Kinara berjalan masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat tentu saja wanita itu mengantuk karena ini sudah pukul dua belas malam
Setelah Kinara masuk ke dalam kamar, Valen berjalan keluar dari apartemen tersebut untuk mencari istri keduanya yang kini tidak kembali sedari tadi
Langkah kaki pria itu berjalan menyusuri jalanan yang sudah sangat sepi di tengah malam seperti ini
"Kamu dimana" gumam Valen
Tanpa terasa pria itu berjalan hampir dua kilometer dari apartemen. Langkah kaki Valen terhenti saat mendengar suara isak tangis dari seorang wanita
Dengan penuh rasa penasaran Valen mendekati asal suara tersebut namun tekad Valen sempat menciut saat suara tersebut berasal dari sebuah rumah kecil yang kumuh
"Apa itu Dea?" gumam Valen
"Mmm enggak aku yakin Dea tidak ada disana lagi pula untuk apa dia kesana" ucap Valen dan pergi dari sana
Tanpa dia ketahui bahwasanya memang di rumah kecil tersebut Dea tengah menangis meraung dan di sekeliling nya ada preman preman tadi
"Tolong" teriak Dea sambil menahan isak tangis membuat langkah Valen terhenti seketika dan badannya memutar 180°
"Dea" gumam Valen dan berlari ke arah rumah kecil tersebut
__ADS_1
Brak
Valen membuka pintu dengan kasar dan matanya membulat saat melihat istrinya berada di tengah tengah preman
"Siapa lo!!" tanya salah satu preman dengan nada kasar
Tanpa banyak bertanya Valen menghajar empat preman disana dengan bringas membuat wajah preman preman itu babaki belur
"Pergi kalian" sentak Valen
Keempat preman tersebut pergi dengan perasaan kesal padahal sebentar lagi mereka akan mendapatkan uang yang banyak dengan menjual Dea
Valen berlutut dan memeluk tubuh istrinya dengan erat
"Aku takut" ucap Dea dengan suara bergetar
Pria itu membawa Dea kembali ke apartemen karena malam semakin larut dan lihatlah sekarang sudah pukul satu malam
"Istirahat lah di kamar" ucap Valen
"Temenin aku masih takut" rengek Dea
Valen mengangguk dan masuk ke dalam kamar Dea dia tau wanita itu masih sangat trauma dengan kejadian tadi
.
__ADS_1
Di jam yang sama namun di tempat yang berbeda seorang wanita tengah merengek pada suaminya untuk di belikan makanan karena perutnya sangat lapar
"Mas" rengek Lichyia
"Tapi ini udah malem sayang" ucap Arel
"Besok aja ya"
"Gak mau aku maunya sekarang aku laper banget" ucap Lichyia
"Mana ada yang jual di jam segini" ucap Arel
"Yaudah kamu aja yang buat" ucap Lichyia
"Hah? Aku?" tanya Arel dengan menunjuk dirinya sendiri
"Iyalah siapa lagi emang kamu tega bangunin bibik di jam segini" ucap Lichyia
Arel menggaruk rambutnya yang tidak gatal dan mau tak mau akhirnya sang calon ayah itu turun ke lantai bawah untuk memasak mie kuah dengan telur dan juga sayur keinginan sang calon anak
"Kamu tunggu disini tapi jangan tidur" ucap Arel
"Iya"
Arel masuk ke dalam dapur dengan tatapan kosong. Ini pertama kali baginya menginjakkan dapur untuk memasak. Biasanya dirinya hanya masuk dapur untuk mengambil air tapi lain dengan kali ini
__ADS_1
"Gimana cara masak mie woy" ucap Arel frustrasi dengan mengacak rambutnya kasar
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN