Antara Istri Dan Kekasih

Antara Istri Dan Kekasih
Bab 143


__ADS_3

...Rumah Valen...


Sesampainya ketiga orang itu di rumah besar itu Kinara dan Dea langsung menuju ke lantai tiga tepatnya ke arah kamar Arin


"Dia akan keluar dari rumah ini hahahaha" ucap Kinara dengan tertawa senang


"Bagus kau akan menjadi penguasa seluruh harta Valen" sahut Dea


"Yaps betul aku akan menjadi satu satunya ratu di rumah ini" ucap Kinara


Kinara dan Dea memasukkan semua baju baju Arin dan Diego ke sebuah tas berwarna merah dan di sertai dengan tawa puas di bibir keduanya


Sedangkan Valen duduk santai di sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya


"Kau lanjutkan aku ingin turun dulu mau ambil minum" ucap Dea


Kinara hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatan nya sedangkan Dea turun ke lantai dasar


Mata wanita itu menatap sekitar mencari sosok yang dia sedang cari. Dan matanya berhenti pada satu titik dimana Valen sedang duduk dengan mengangkat satu kakinya di atas sofa


Dengan wajah berbinar Dea menghampiri pria yang kini telah mengisi relung hatinya. Bukan karena harta atau yang lain Dea mencintai Valen dengan tulus tanpa menginginkan apapun berbeda dengan Kinara yang dari awal hatinya sudah menjadi milik Arel


Dea duduk dengan kasar di atas pangkuan Valen membuat ponsel pria itu hampir saja terjatuh

__ADS_1


"Ada apa hm" tanya Valen lembut sambil merapikan anak rambut Dea yang terurai


"Kangen" Dea memeluk erat tubuh Valen dan di balas oleh pria itu tak kalah erat. Entah mengapa saat bersama Dea jantung nya bisa berdetak dua kali lipat berbeda saat bersama dengan Kinara yang seperti tak ada debaran apapun


"Udah nanti kalau di lihat sama Kinara gimana" ucap Valen dengan memberi jarak pada Dea


Dea mendengus sebal ingin bermanja dengan Valen sebentar saja mereka harus takut jika Kinara nanti tau


"Huh!!" dengus Dea sebal


"Maafin aku jangan marah ok" ucap Valen dengan mencium sekilas pipi kekasihnya itu


"Ck gimana kalau kita nikah aja" ucap Dea tiba tiba membuat Valen terkejut


"Iya kaya kamu sama Kinara dulu nikah di belakang Arin" ucap Dea


"Boleh juga aku sayang sama kamu aku gak mau kehilangan kamu nantinya" ucap Valen


"Bener?" tanya Dea


"Iya kamu maunya kapan" tanya Valen dengan menaik turunkan alisnya menggoda Dea. Bahkan pria itu merasa lebih nyaman saat bersama Dea di banding dengan bersama Kinara


Seperti saat ini meskipun harus secara diam diam mereka tetap menikmati waktu berdua sedangkan Kinara sibuk dengan membereskan pakaian pakaian Arin

__ADS_1


"Sekarang" ucap Dea


"Secepat itu?" tanya Valen


"Gak mau lama lama nanti kalau Kinara tau tapi kalau kita udah nikah dia bisa apa tapi jika Kinara nantinya tau terus kita belum nikah nanti bisa bisa kita di pisahin" ucap Dea takut jika berpisah dengan pria itu


"Baiklah aku akan pergi dengan alasan ke kantor aku tunggu kamu di taman dekat rumah" ucap Valen


Dea mengangguk semangat dan langsung turun dari pangkuan Valen. Wanita itu berlari menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai tiga


"Nar" panggil Dea


Kinara yang duduk di ranjang Arin sambil memainkan ponselnya menatap pada sahabat baiknya itu


"Ada apa" tanya Kinara


"Gue pergi dulu ya ada urusan" ucap Dea


"Kamu gak mau bantu aku buat ngusir si Arin itu kamu yakin gak mau lihat Arin keluar dari rumah ini" tanya Kinara


"Kayanya enggak deh aku ada urusan yang lebih penting" ucap Dea


"Yaudah deh hati hati ya" ucap Kinara

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2